Nov
9
Mantan Menteri-Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra akhirnya ikut tren nge-blog juga. Ia tak mau ketinggalan dari menteri atau mantan menteri lain yang sudah lebih dulu membuat jurnal harian online atau situs web pribadi, seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, dan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Sarwono Kusumaatmadja.
Terlambat? Begitulah. Seandainya ia nge-blog ketika masih jadi pejabat tinggi, ceritanya tentu bakal lain. Tapi tak perlu khawatir. Dengan nge-blog, Yusril tak perlu lagi merasa dikuyo-kuyo, seperti yang dikeluhkannya kepada saya, serta beranggapan diperlakukan tak adil oleh media massa dan jurnalis. Sekarang dia bisa menyuarakan pendapatnya sendiri melalui blog.
Nge-blog, pada akhirnya, adalah bagaimana membuat posting, menulis secara kontinu dan konsisten. Hingga kolom ini ditulis, blog Yusril di Blogspot itu baru berisi satu posting pengantar. Alangkah baiknya bila mantan penulis teks pidato Presiden Soeharto itu segera membuat posting berikutnya yang bernas tentang pelbagai isu.
Membuat blog itu baru langkah awal. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah mengisi blog secara rutin. Inilah tantangan yang dihadapi setiap blogger, termasuk Yusril. Nge-blog membutuhkan napas panjang, seperti maraton. Pintar-pintarlah mengatur irama menulis, isu, juga waktu.
Banyak blogger, terutama dari kalangan profesional dan eksekutif puncak, yang kegiatannya sangat padat. Mereka mengaku kesulitan membagi waktu antara pekerjaan sehari-hari dan kegiatan mengisi blog. Waktu menulis sangat kurang. Yusril mestinya tak punya kesulitan itu setelah keluar dari kabinet. Apalagi ia punya modal bagus untuk segera menjadi seleb blog. Ia cukup populer sebagai pejabat ataupun pemimpin partai politik.
Tantangan berikutnya adalah memilih tema tulisan dan cara menuliskannya. Bila Yusril memilih menulis tema-tema yang “aman”, bisa dipastikan pengunjung akan meninggalkannya. Ranah blog sudah terlalu sesak oleh blog yang biasa-biasa saja. Nge-blog-lah dengan cara dan gaya yang berbeda — sesuatu yang unik dan khas.
Begitu pula dengan penulisannya. Meski berpengalaman menulis teks pidato presiden, Yusril sebaiknya mencoba gaya yang lain. Di ranah blog, lupakan bahasa klise, slogan, dan menggurui — seperti yang biasa ada dalam teks-teks pidato pejabat. Kreatiflah atau terbenam dalam belantara blog yang kian rimbun.
Jangan lupa pula, di ranah blog pengunjung bisa menjadi dan melakukan apa saja. Komentar para blogger bahkan bisa berkali lipat lebih pedas daripada jurnalis media konvensional mana pun. Karena itu, jangan mudah tersinggung dan sedikit-sedikit main somasi. Rileks saja, Bung!
beberapa komentar/pendapat ‘usil’ yg sempat terlontar, agar blog bung Yusril lebih ramai adalah dg banyak menulis artikel mengenai istri beliau…
*dasar bloggger tk gossip*
Ada pameo yang bilang “memulai itu sulit”. Tapi dalam konteks ngeblog, mungkin yang terjadi bisa sebaliknya. “Memulai ngeblog itu mudah”, yang minta ampun adalah bagaimana bisa konsisten nerusinnya.
Terus terang saya curiga Yusril ngeblog karena latah (atau sedang bingung?), tapi marilah kita tunggu saja kelanjutannya.
[...] Makanya, kalau ingin berbahasa dengan baik kita belajar sama Ndoro Bedhes, yang sesekali ikut pegang kemudi (cuma pegang) KorTem kalau orang lain malas atau berhalangan. Dia itu guru yang baik dan agak menyenangkan, meski yahhh… kikir. Saya berguru banyak hal kepadanya. Termasuk dalam bermedia dan terutama ngeblog. Sekarang dia, sesuai namanya, kasih nasihat bijak ke !Yusril Ihza segala. [...]
Gw tunggu curhatan si Yusril di blog soal dana si Tommy dan biro hukum Mahendra & Mahendra!
Masalahnya apakah artikel ini turut mendorong Yusril untuk semakin rajin menulis di blog-nya, atau justru menggentarkannya. Lebih luas lagi apakah komunitas maya, bisa mendorong lebih banyak tokoh publik untuk turut serta membuka ruang dialog demokratis (atau liberal) di alam maya.
Tempo dengan keterkaitan antara media arus utama dengan blog ada dalam posisi unik untuk mendorong hal ini. Misalnya meminta para bloger yang tokoh publik untuk mengisi blog tamu di ruang ini.
Artikel ini menarik, isinya juga bagus dan berkualitas ! Buat bung Yusril maju terus…..
Tinkatkan terus pelayanan costumer servicenya
Endi Prayitno :
http://www.newinvestasi.com
http://www.go-kerja.com
bingung..bingung..
pegangan…
main sinetron udah…
yah tinggal terkenal di dunia maya.
*lha ini promosinya blog bung yusril y?*
mas salam kenal nih , sekalian promosi gitu . bagaimana caranya supaya blok punyaku menarik apa yang perlu ditambah. Link balik ya mas. tak tunggu lho balasannya.
Mohon informasinya ttg judul buku2 bagi kami yang belum bisa nge-blok.thank sebelumnya
Kapan film pak yusril mulai main di bioskop?
Intinya adalah niatnya, nawaitunya dan hanya Allah dan si pelaku yang tahu. Kalau bekas seorang Inner Circle The Power yang tidak credible di hati rakyat coba cari perhatian, wajar bila rakyat bertanya dengan tanda tanya besar ada apa??? Di mana hati nuraninya berada ketika dirinya tersandung masalah hukum (yang notabene adalah seorang ahli hukum) yang masih dengan pongahnya mencoba membohongi publik dengan bertopeng kebohongan kata-kata.
Blog Yusril = “image” Laundering?
Bulan Bintang skarang jadi Bintang Bulan, entah besok jadi Bir Bintang!
Katanya mau narik menterinya dari kabinet, toh Kaban masih enak juga jadi menteri kehutanan, dan jangan lupa ada “Adelin Lis” buat 2009.
[...] Saya belum pernah lihat media mainstream di Indonesia memuat berita dengan menggunakan Blog sebagai rujukan. Yang pernah saya baca berita tentang Blog adalah fenomena Blogger atau Blogging. Paling banter berita tokoh si anu ngeblog. [...]
mmm..
emang yang boleh punya blog itu sapa aja tho?
yang bisa ngatur ngatur orang punya blog juga sapa tho?
lha maksud sayah nanya ini apa tho?
**binun sendiri**
[...] Lihatlah, kerjaan para perajab mulai dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Sarwono Kusumaatmadja, hingga mantan Mantan Menteri-Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Seperti yang dilaporkan oleh Blog Tempo. [...]
untuk yg ini “Di ranah blog, lupakan bahasa klise, slogan, dan menggurui — seperti yang biasa ada dalam teks-teks pidato pejabat” setuju pak
nah kalo boleh sekadar dikoreksi sekarang beliau bukan di blogspot lagi dah punya blog selfhosting juga lho
http://road-entrepreneur.com bukan bukan yg ini , yg ini cuman backlink dari saya untuk blg saya
@Ook Nugroho
pameonya kurang lengkap tuh, memulai sesuatu emang sulit, tapi lebih sulit lagi mempertahankannya >:)
siplah buat pak yusril, mau bagi-bagi ilmu secara gratis ^^
WWWWAaaah……ne yang namanya selangkh lebih maju,,,,,,bungggg….
ayoookkkk ajak friends semua,,,,,,tar biar dapat pahala lhoeeeeee,,,,,
MOHON BANTUAN AKTIVIS PRODEM… SELEKSI KPU KAB KOTA SE LAMPUNG YG DILAKUKAN 4 ANGGOTA KPU LPG TERINDIKASI SUAP, KKN DAN SARAT KEPENTINGAN PARPOL. ANGGOTA KPU KAB KOTA TERPILIH SELAIN SAUDARA KANDUNG ANGGOTA KPU LAMPUNG JUGA ADA YG TERDAFTAR SBGAI KADER PARPOL TTU, BAGAIMANA PEMILU BISA JURDIL BILA ANGGOTA KPU SELAKU PELAKSANA MELANGGAR UU… AYO USUT TUNTAS DAN AJUKAN KE DEWAN KEHORMATAN KPU SEBAGAIMANA KPU SUMSEL
KPU HARUSNYA LEMBAGA YG BERSIH DARI PRAKTIK KKN, EDWIN HANIBAL KETUA KPU LAMPUNG MENEMPATKAN ADIK KANDUNGNYA SRI FATIMAH SBG ANGGOTA KPU KA LAMPUNG SELATAN, SEMENTARA PATIMURA, SE (aggota kpu lampung) MENEMPATKAN RIDWAN A SYAKUR (keponakan patimura) SBGI ANGGOTA KPU LAMPUNG, NURUL HIDAYAH KADER PARTAI GOLKAR DITERMPATKAN DI KPU PESAWARAN, NOVI MARZANI CALEG 2004 DITEMPATKAN DI KPU TULANGBAWANG, JELAS INI MELANGGAR UU NO.22 / 2007, MENGAPA MASYARAKAT BERDIAM DIRI……
dunia ngeblog semakin rame dengan beraneka warna
Good One!,
what gives you that idea?,
Nice post. Thanks for sharing. You can watch live steraming soccer tv in my blog. Thanks,