<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Akal Usil Glodok</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 22:26:42 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Reza Harahap</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-166050</link>
		<dc:creator>Reza Harahap</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 15:45:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-166050</guid>
		<description>memang betul di glodok, apa aja bisa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang betul di glodok, apa aja bisa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismael</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-40376</link>
		<dc:creator>ismael</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:35:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-40376</guid>
		<description>emang glodok semuanya serba bisa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emang glodok semuanya serba bisa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roza</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-34011</link>
		<dc:creator>Roza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 10:33:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-34011</guid>
		<description>masih menyimak dulu sob..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masih menyimak dulu sob..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akal Usil Glodok &#124; Aloha2.co.cc</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-30493</link>
		<dc:creator>Akal Usil Glodok &#124; Aloha2.co.cc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 09:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-30493</guid>
		<description>[...] Pertanyaannya begitu menyengat. &#8220;Mau PIN BlackBerry cantik nggak?&#8221; Saya melongo mendengar pertanyaan itu. &#8220;Ha, PIN cantik? Bagaimana bisa?&#8221; &#8220;Bisalah!&#8221; lelaki itu menyergah. &#8220;PIN (nomor identifikasi) BlackBerry yang ruwet bisa disulap jadi cantik.&#8221; Jadi, bila awalnya PIN itu bernomor B4FF4258, misalnya, bisa &#8220;dipermak&#8221; menjadi BURHAN01.O lala. Betapa mudahnya menghafalkan PIN cantik. Belum selesai saya memikirkan kira-kira PIN cantik [...] Read more…  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pertanyaannya begitu menyengat. &#8220;Mau PIN BlackBerry cantik nggak?&#8221; Saya melongo mendengar pertanyaan itu. &#8220;Ha, PIN cantik? Bagaimana bisa?&#8221; &#8220;Bisalah!&#8221; lelaki itu menyergah. &#8220;PIN (nomor identifikasi) BlackBerry yang ruwet bisa disulap jadi cantik.&#8221; Jadi, bila awalnya PIN itu bernomor B4FF4258, misalnya, bisa &#8220;dipermak&#8221; menjadi BURHAN01.O lala. Betapa mudahnya menghafalkan PIN cantik. Belum selesai saya memikirkan kira-kira PIN cantik [...] Read more…  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akal Usil Glodok &#124; Aloha2.co.cc</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-30494</link>
		<dc:creator>Akal Usil Glodok &#124; Aloha2.co.cc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 09:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-30494</guid>
		<description>[...] Pertanyaannya begitu menyengat. &#8220;Mau PIN BlackBerry cantik nggak?&#8221; Saya melongo mendengar pertanyaan itu. &#8220;Ha, PIN cantik? Bagaimana bisa?&#8221; &#8220;Bisalah!&#8221; lelaki itu menyergah. &#8220;PIN (nomor identifikasi) BlackBerry yang ruwet bisa disulap jadi cantik.&#8221; Jadi, bila awalnya PIN itu bernomor B4FF4258, misalnya, bisa &#8220;dipermak&#8221; menjadi BURHAN01.O lala. Betapa mudahnya menghafalkan PIN cantik. Belum selesai saya memikirkan kira-kira PIN cantik [...] Read more…  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pertanyaannya begitu menyengat. &#8220;Mau PIN BlackBerry cantik nggak?&#8221; Saya melongo mendengar pertanyaan itu. &#8220;Ha, PIN cantik? Bagaimana bisa?&#8221; &#8220;Bisalah!&#8221; lelaki itu menyergah. &#8220;PIN (nomor identifikasi) BlackBerry yang ruwet bisa disulap jadi cantik.&#8221; Jadi, bila awalnya PIN itu bernomor B4FF4258, misalnya, bisa &#8220;dipermak&#8221; menjadi BURHAN01.O lala. Betapa mudahnya menghafalkan PIN cantik. Belum selesai saya memikirkan kira-kira PIN cantik [...] Read more…  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Konyol</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-29678</link>
		<dc:creator>Konyol</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:50:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-29678</guid>
		<description>mnurutku, ini gak sepenuhnya benar. Kita punya League, yg ditinggal Nike, atau perakit DVD KCL yg lokal punya di kemayoran..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mnurutku, ini gak sepenuhnya benar. Kita punya League, yg ditinggal Nike, atau perakit DVD KCL yg lokal punya di kemayoran..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: myjellybee</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-29406</link>
		<dc:creator>myjellybee</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 08:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-29406</guid>
		<description>Saya jadi inget film "Pirates of Silicon Valley". Steve Woz dan Steve Jobs, dua orang pendiri Apple yang pada awalnya masih menggunakan garasi rumah Jobs sebagai tempat produksi PC nya. Sebelum itu mereka pernah membuat (dan menjual) blue box, alat buatan Woz supaya bisa telpon gratis di jaringan AT&#38;T bahkan mereka juga iseng menelpon Paus di Vatican. Woz yang sejak kecil doyan radio amatir ini juga pernah usil membuat rangkaian elektronik yang mengeluarkan suara detik "tick tick tick" dan memasukkannya kedalam tas hitam berisi setumpuk batu bata, hal ini membuat kepala sekolahnya lari terbirit2x menuju lapangan sekolah sambil membawa tas hitam itu yang dikiranya berisi bom! Woz juga pernah bikin "Frequency Jammer" yang membuat siaran tv di-asrama nya kacau.

Namun orang-orang "Usil" di wilayah Woz dan Jobs tinggal memang relatif lebih beruntung dibanding kita. Banyaknya pemodal ventura yang bertebaran, Steve Jobs bertemu seorang Venture Capitalist bernama Don Valentine. Namun Don tidak tertarik untuk berinvestasi di Apple, ia merekomendasikan Mike Markkula, seorang Angel Investor yang mendapatkan kekayaannya dari Stock Option ketika masih bekerja di Fairchild Semiconductor dan Intel. Apple pun mendapat modal US$250.000 pada tahun 1976 dan berhasil IPO (Initial Public Offering) akhir tahun 1980. IPO Apple merupakan penawaran saham perdana ke publik yang luar biasa. IPO ini menghasilkan dana yang jauh lebih besar dibandingkan IPO perusahaan otomotif Ford tahun 1956, bahkan penjualan saham Apple ke publik ini menciptakan millionaire baru terbanyak sepanjang sejarah penawaran saham perdana di U.S pada saat itu. Beberapa pemilik saham Apple pun langsung "menguangkan" sahamnya.

Sampai saat ini, "iklim investasi" seperti di Silicon Valley ini yang sulit dibawa ke Glodok (atau bahkan wilayah lain di negeri ini!). Cina dan Taiwan memang memiliki policy terbuka untuk investasi di-negaranya. Investasi itu long term. Investasi itu butuh waktu, dalam kasus Apple membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat menuai hasilnya. Sedangkan mindset pedagang adalah perputaran uang yang cepat. Semakin cepat modal balik semakin baik! Jadi seorang trader/pedagang dan investor memiliki mindset yang bertolak belakang. Ms. Cher Wang yang lulusan University of California, Berkeley pun bukan seorang pedagang! Ia memiliki mindset investor. Sama seperti Steve Jobs, Ms. Cher Wang bahkan seorang risk taker! HTC dulu hanya memproduksi notebook, namun Ms Wang berani ambil resiko agar HTC stop produksi notebook, dan fokus pada ponsel dan hand-held device padahal engineer HTC spesialis di-notebook! HTC juga pernah mengalami kesulitan dana ketika pasar belum siap menerima kehadiran PDA Phone yang lebih mirip komputer. HTC pun mengambil langkah beresiko dengan membuat HTC G1, dengan OS Google Android guna menyaingi Apple iPhone! Yeah Indonesia memang membutuhkan banyak orang dengan pemikiran seperti ini! Seorang Investor! Risk Taker!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi inget film &#8220;Pirates of Silicon Valley&#8221;. Steve Woz dan Steve Jobs, dua orang pendiri Apple yang pada awalnya masih menggunakan garasi rumah Jobs sebagai tempat produksi PC nya. Sebelum itu mereka pernah membuat (dan menjual) blue box, alat buatan Woz supaya bisa telpon gratis di jaringan AT&amp;T bahkan mereka juga iseng menelpon Paus di Vatican. Woz yang sejak kecil doyan radio amatir ini juga pernah usil membuat rangkaian elektronik yang mengeluarkan suara detik &#8220;tick tick tick&#8221; dan memasukkannya kedalam tas hitam berisi setumpuk batu bata, hal ini membuat kepala sekolahnya lari terbirit2x menuju lapangan sekolah sambil membawa tas hitam itu yang dikiranya berisi bom! Woz juga pernah bikin &#8220;Frequency Jammer&#8221; yang membuat siaran tv di-asrama nya kacau.</p>
<p>Namun orang-orang &#8220;Usil&#8221; di wilayah Woz dan Jobs tinggal memang relatif lebih beruntung dibanding kita. Banyaknya pemodal ventura yang bertebaran, Steve Jobs bertemu seorang Venture Capitalist bernama Don Valentine. Namun Don tidak tertarik untuk berinvestasi di Apple, ia merekomendasikan Mike Markkula, seorang Angel Investor yang mendapatkan kekayaannya dari Stock Option ketika masih bekerja di Fairchild Semiconductor dan Intel. Apple pun mendapat modal US$250.000 pada tahun 1976 dan berhasil IPO (Initial Public Offering) akhir tahun 1980. IPO Apple merupakan penawaran saham perdana ke publik yang luar biasa. IPO ini menghasilkan dana yang jauh lebih besar dibandingkan IPO perusahaan otomotif Ford tahun 1956, bahkan penjualan saham Apple ke publik ini menciptakan millionaire baru terbanyak sepanjang sejarah penawaran saham perdana di U.S pada saat itu. Beberapa pemilik saham Apple pun langsung &#8220;menguangkan&#8221; sahamnya.</p>
<p>Sampai saat ini, &#8220;iklim investasi&#8221; seperti di Silicon Valley ini yang sulit dibawa ke Glodok (atau bahkan wilayah lain di negeri ini!). Cina dan Taiwan memang memiliki policy terbuka untuk investasi di-negaranya. Investasi itu long term. Investasi itu butuh waktu, dalam kasus Apple membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat menuai hasilnya. Sedangkan mindset pedagang adalah perputaran uang yang cepat. Semakin cepat modal balik semakin baik! Jadi seorang trader/pedagang dan investor memiliki mindset yang bertolak belakang. Ms. Cher Wang yang lulusan University of California, Berkeley pun bukan seorang pedagang! Ia memiliki mindset investor. Sama seperti Steve Jobs, Ms. Cher Wang bahkan seorang risk taker! HTC dulu hanya memproduksi notebook, namun Ms Wang berani ambil resiko agar HTC stop produksi notebook, dan fokus pada ponsel dan hand-held device padahal engineer HTC spesialis di-notebook! HTC juga pernah mengalami kesulitan dana ketika pasar belum siap menerima kehadiran PDA Phone yang lebih mirip komputer. HTC pun mengambil langkah beresiko dengan membuat HTC G1, dengan OS Google Android guna menyaingi Apple iPhone! Yeah Indonesia memang membutuhkan banyak orang dengan pemikiran seperti ini! Seorang Investor! Risk Taker!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Frank Drebin</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-29363</link>
		<dc:creator>Frank Drebin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 13:35:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-29363</guid>
		<description>Glodok itu kan ujung tombak penjuakan dari Taiwan mas, jadi mereka bukan cuma puas jadi penjual tapi memang berprofesi sebagai SPG, Sales and Piracy Gitu Loh!

Btw, pemilik Krisbow (yang juga punya Ace Hardware) itu awalnya juga jualan alat pertukangan di Glodok tapi sekarang mendunia jadi tetap penuh harapan dong mas, pasti ade juge leh yang keik gitu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Glodok itu kan ujung tombak penjuakan dari Taiwan mas, jadi mereka bukan cuma puas jadi penjual tapi memang berprofesi sebagai SPG, Sales and Piracy Gitu Loh!</p>
<p>Btw, pemilik Krisbow (yang juga punya Ace Hardware) itu awalnya juga jualan alat pertukangan di Glodok tapi sekarang mendunia jadi tetap penuh harapan dong mas, pasti ade juge leh yang keik gitu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jaka</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/akal-usil-glodok/comment-page-1/#comment-29357</link>
		<dc:creator>Jaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 09:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=668#comment-29357</guid>
		<description>yang pertama sekali kami butuh pemodal. ke dua, kami butuh orang tahu pasar. yang ke tiga, sebenarnya kami takut keluar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang pertama sekali kami butuh pemodal. ke dua, kami butuh orang tahu pasar. yang ke tiga, sebenarnya kami takut keluar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

