Mar
16

Artis dan narkoba sepertinya telah menjadi duet yang tak terpisahkan selama beberapa dekade. Soal ini makin hangat setelah Badan Narkotika Nasional menangkap sejumlah artis seperti Surendro Prasetyo alias Yoyo (mantan suami Rossa yang menjadi drummer grup band Padi), Iyut Bing Slamet, dan terakhir adalah Andika dan Izzi (voklais dan personel Kangen Band).
Jauh sebelum hiruk pikuk penangkapan para artis itu kita juga pernah dihebohkan dengan penangkapan dua klai Roy Marten. Bahkan, untuk yang terakhir Roy mendapat kiriman narkoba dari penjara Cipinang. Sebelum itu kita juga mengenal sederet artis yang terseret kasus candu ini, seperti Ahmad Albar, Gogon Srimulat dan banyak lagi.
» baca selengkapnya
Ahmad Albar, artis, Kangen Band, narkoba, narkotika, Roy Marten, Yoyo Padi
Mar
14

Di peringatan ulang tahun ke-40 tahun Tempo ada yang istimewa. Acara itu bukan cuma diwarnai nasi kuning dan 40 cupcake lengkap dengan lilinnya. Tapi, Tempo punya “kado” istimewa yakni, mesin cetak baru. April nanti, percetakan baru Tempo senilai Rp 30 miliar akan tiba di kantor kami kawasan Palmerah Jakarta. Mesin itu jauh lebih kecil, tapi dengan kemampuan lebih hebat, melebihi percetakan tua yang sudah puluhan tahun menemani kami.
Percetakan baru, mimpi-mimpi baru. Itulah harapan kami. Meski perkembangan teknologi digital sudah sangat maju, kami yakin bisnis yang berkaitan dengan percetakan belum akan surut, bahkan masih berkembang sesuai dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan ekonomi Indonesia. » baca selengkapnya
gedung baru Tempo, percetakan baru, Tempo
Feb
23
Diskusi #indonesiana kembali,
Rencana pemerintah untuk menerapkan bea impor untuk film-film asing, baik film Hollywood maupun non Hollywood, membuat importir film meradang. Mereka mengancam tak akan mengedarkan film Hollywood. Apakah Indonesia bakal “gulita” dari film-film Hollywood?
Direktur Teknis Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea Cukai Heri Kristiono mengatakan, penetapan nilai pabean film impor sudah wajar. Alasannya, itu proteksin film nasional. Kedua, “Pajak yang dikenakan terhadap film nasional selama ini lebih tinggi dibandingkan film impor,” katanya.
Apa benar proteksi itu akan membuat film nasional bakal maju? Apa penolakan ini cuma akal-akalan para distributor film? karena ternyata Motion Picture Association membantah bahwa mereka memboikot pengedearan film Hollywood.
Ikuti diskusi santai yang digelar #indonesiana (by @tempointeraktif) hasil kerja bareng Delta FM, Obsat, dan #indonesiana .
Hari : Rabu, 23 Februari 2011
Pukul : 19:00 - 21:00
Tempat : Radio Delta FM, Jalan Adityawarman 71, Jaksel
Pembicara : Mira Lesmana, produser
Lala Timothy, produser
Rudy Sanyoto, Wakil Ketua Badan Perfilman Nasional
Pastinya bakalan seru nih.. kita bisa berdiskusi dan mendengar langsung kisah dibalik industri film nasional. Ditunggu kehadirannya ya… Ikuti pula diskusinya di Twitter di @tempointeraktif dengan tagar #indonesiana #forumDOT
film, Hollywood