Enak di Blog dan Perlu

Portal

Terimakasih kami sampaikan kepada pembaca dan seluruh peserta Lomba Review Berita Tempo.co bersama Tempo Institute.

Lomba sudah resmi ditutup, 5 Februari 2012. Ada 300-an review yang telah terekam di dalam Forum Tempo dalam rentang satu bulan terakhiri. Sebuah respon yang menggembirakan dan menjadi penambah semangat kami. Respon ini membuktikan bahwa banyak pembaca Tempo yang peduli pada pentingnya peningkatan kualitas pemberitaan.

Saat ini panitia, terdiri dari tim jurnalis Tempo, sedang membaca dan mendiskusikan seluruh review peserta. Pengumuman akan disampaikan pada 10 Februari 2012.
Salam hangat,

Mardiyah Chamim
TEMPO Institute

burhan-blog

Bramantyo adalah anomali. Desainer muda itu, umurnya baru 28 tahun, benci dengan Facebook. Setiap kali dia jengah. Setiap bertemu dengan teman-temannya semasa kecil, dia selalu ditodong dengan pertanyaan yang membuat alisnya naik. “Apa akun Facebookmu?”

Pertanyaan yang bikin dia jengkel. “Apa salahnya tak punya akun Facebook?” kata dia dengan gusar. “Pertemanan di Facebook itu kan kebanyakan palsu. Penuh pencitraan.” Sudah lebih dari 10 tahun Bramantyo kenal Internet. Tapi, dia tak pernah tergoda untuk membuka akun Facebook. Alasannya sederhana, “Saya ingin berinteraksi secara langsung,” ujarnya.
Bramantyo adalah sebuah fenomena anti-Facebook yang kini diam-diam muncul. Di Indonesia, saat 35 juta orang Indonesia tergila-gila kepada situs buatan Mark Zuckerberg itu–sampai-sampai Indonesia menjadi negara nomor 2 pengakses Facebook terbanyak sedunia–Bramantyo justru bersikap sebaliknya.

Orang-orang seperti Bram ini ternyata jumlahnya cukup banyak. Bahkan, di Amerika Serikat, negara lahirnya Facebook, juga merebak orang yang anti-Facebook. Tyson Balcomb adalah contohnya. Dia memutuskan berhenti memakai Facebook, setelah tak sengaja bertemu dengan perempuan yang tak pernah dia kenal di dunia nyata. Pertemuan itu berlangsung di lift. Meski tak kenal, dia tahu semua hal tentang tetangganya itu–wajah saudaranya, asal kelahirannya yang dari pinggiran Washington, sampai berapa kali perempuan itu berkunjung ke Seattle. Semua itu dia ketahui lewat Facebook.
“Saya tahu semuanya meski tak pernah berbicara dengannya,” kata Balcomb.

Pertemuan tak terduga itu justru menyadarkan dia, betapa Facebook telah membuatnya “gila”. “Cara seperti ini tak sehat,” ujarnya.
» baca selengkapnya

burhan-blog

Pesan itu, meski tak dituliskan, begitu kuat menancap di The Waldorf School di Los Altos, California. Meski sekolah ini ada di Lembah Silikon, yang menjadi jantung industri komputer di Amerika Serikat, tak ada sebuah komputer pun di sekolah mereka. Juga tak ada iPad, laptop, ataupun proyektor. Juga tak ada akses nirkabel seperti yang ini menjadi tren di sekolah-sekolah elite di Jakarta. iPhone, BlackBerry, dan telepon seluler lainnya haram hukumnya bagi siswa.
Yang ada di sana justru seperti di sekolah di kampung Belitong. Hanya ada papan tulis, kapur warna-warni, rak-rak buku, dan bangku. Di sekolah juga tersedia pena, kertas, jarum dan benang rajut, serta tanah liat untuk membikin kerajinan tangan.

Kuno? Ya. Tapi sekolah ini justru diminati oleh para orang tua yang kebanyakan adalah bos-bos perusahaan di Lembah Silikon. Chief Technology Officer dari situs eBay.com mengirim anaknya duduk di kelas IX di sekolah ini. Sejumlah bos Google, Apple, Yahoo!, dan Hewlett-Packard juga melakukan hal yang sama.
» baca selengkapnya

, , , ,

KONSUMEN mobil dewasa ini semakin banyak yang memilih kendaraan yang lebih kompak, gesit, dan terutama hemat bahan bakar. Pilihan itu mudah dipahami. Kemacetan di kota-kota besar, ruang parkir yang semakin sempit, merupakan alasan utamanya. Itu sebabnya popularitas kendaraan jenis city car semakin melesat belakangan ini. Jenis kendaraan ini juga murah perawatannya dan nilai pajaknya juga rendah. Umumnya city car tergolong rendah buangan emisinya.

Menguatnya tren pada mobil-kota ini juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan bermotor. Pada tahun 2010, mobil-kota melesat naik 469,9 persen dibandingkan tahun 2009. Jumlah unit terjualnya naik berlipat-lipat: dari 2.912 unit menjadi 16.597 unit. Rupanya ini tren di dunia global. Penjualan global city car hingga akhir tahun 2011 ini telah mencapai 220 ribu unit. Pada umumnya harga kendaraan tersebut berkisar pada angka Rp 95 juta-an hingga Rp 130 juta-an –tergantung merek dan fitur yang ditawarkan mobil tersebut.
» baca selengkapnya

Selamat tahun baru!

Demi meningkatkan mutu jurnalistik dan pemberitaan, Tempo Institute mengajak teman-teman (pelajar, mahasiswa, umum) untuk bersama memberi komentar atau review atas berita-berita yang dimuat di Tempo.co, selama bulan Januari 2012.

Silakan meneropong, mengritik, dan mereview berita apa saja. Bisa tentang kasus Mesuji, Bima, ironi keadilan sandal buat Aal, kisruh PSSI, kematian tragis Adesagi, olah raga, resolusi kalangan selebritas, atau sepak-terjang pemberantasan korupsi yang maju-mundur.

Komentar dan review ini akan menjadi masukan berharga buat tim redaksi dan juga TempoInstitute Indonesia.

Review yang diminta adalah : apakah berita tersebut penting bagi publik, menarik, seberapa kuat nilai layak berita di dalamnya, dan apa kekurangan atau kelebihan berita tersebut.

Caranya:

1. Daftarkan diri Anda di Forum

Tempo.com (http://forum.tempo.co)

2. Pilih satu berita di Tempo.co, lalu tulislah review berita itu di Thread “Lomba Review Berita Bersama Tempo Institute)

3. Masukkan tulisan Anda ke dalam New Thread di Kanal itu.

4. Tulisan singkat saja, maksimum 200 kata

5. Tenggat : 5 Februari 2012

6. Pengumuman disampaikan pada 10 Februari 2012

7. Lomba ini berlaku bagi siapa saja, diutamakan mahasiswa dan pelajar.

Hadiah

1 (satu) penulis review terbaik dari kalangan mahasiswa  diberi kesempatan magang selama 1 (satu) bulan di Tempo Institute (untuk yang berdomisili di luar Jakarta, transportasi dan akomodasi ditanggung).

10 review yang pilihan  akan diberi bingkisan masing-masing berupa : 1 buku “Kecap Dapur TEMPO” (buku baru terbitan KPG Gramedia), 1 flash disk Tempo.co, dan 1 kaos Tempo.co.

Ayo, mari meneropong berita Tempo.co

Salam, Panitia

« sebelumnyaselanjutnya »