Enak di Blog dan Perlu

#indonesiana, Portal

Berikut ini adalah tulisan dr. Edi Setiawan Tehuteru, sahabat saya, alumnus Klinik Menulis Tempo Institute. Dokter Edi adalah satu dari sedikit dokter yang mendalami kanker pada anak-anak. Bidang ini tak jarang mempertemukan Dokter Edi dengan saat-saat menjelang kematian pasien. Tulisan ini bercerita tentang perlunya menyiapkan pasien kanker (dan tkeluarganya) menghadapi stadium terminal, menyiapkan kematian, dengan bermartabat. Selamat membaca.

****

Banyak orang yang enggan diajak berbicara tentang kematian. Seolah-olah membahas permasalahan yang satu ini adalah tabu. Padahal bukan rahasia lagi kalau semua orang pasti akan menghadapi kematian. Siapa di dunia ini yang berani mengatakan bahwa dirinya tidak akan mati? Tidak ada satu manusiapun yang dapat luput dari kematian. Oleh karena itu, mengapa kita harus takut untuk memperbincangkannya?

» baca selengkapnya

, ,

ALKISAH seorang wartawan muda dari salah satu media online yang belum pernah menerima amplop atau arahan dari narasumber.

Suatu ketika, ia mendengar cerita tentang perdebatan antara boleh menerima amplop dan menolak amplop. Wartawan muda itu pun penasaran. » baca selengkapnya

,

SORE itu, di tempat nongkrong,  sejumlah wartawan tertawa terpingkal-pingkal. Sebab musababnya ialah cerita curhat dari Bang Korlap yang baru saja mendapatkan pengalaman kecewa yang paling berat sepanjang kariernya.

Begini ceritanya:

Di siang yang amat terik, Bang Korlap yang dikenal kawan-kawannya sebagai jurnalis yang gemar berburu amplop tengah berada di instansi A. Saat itu, ia baru selesai wawancara dengan seorang narasumber. Tiba-tiba, ia mendapat kiriman SMS dari teman yang memberitahukan ada konferensi pers di instansi B. » baca selengkapnya

,

TEMAN-teman satu tempat liputan sering mengatakan, mungkin sudah dari sononya Bang Korlap tak pernah modal. Wah. Mengapa bisa sebegitu parahnya menyebut Bang Korlap, si wartawan terkenal itu?

Lihat saja, makan siang di kantin seringnya dia minta ditraktir teman. Sekalinya mengajak teman-temannya makan siang, bukannya ramai-ramai pergi ke restoran, tapi bergabung ke acara makan siang tempat konferensi pers. » baca selengkapnya

,

Saya mau bicara soal boyband/girlband ya. Buat yang belum tahu boyband/girlband, definisi singkat dan paling sering digunakan untuk menggambarkannya sih: sekumpulan cowok atau cewek yang membentuk kelompok vokal, bernyanyi sambil menari, dan tak ada yang memainkan alat musik. Biasanya, ada satu atau dua penyanyi yang sering kebagian bernyanyi, sedangkan teman-temannya kebagian pas bernyanyi ramai-ramai atau menjadi backing vocal. Biasanya juga, ada yang paling ganteng/paling cantik di antara mereka dan lebih terkenal. Bahkan, ada beberapa boyband/girlband yang sebenarnya para personelnya biasa-biasa saja, tapi karena efek berkerumun dan berseragam, jadi terlihat menarik secara visual. Maaf ya, kalau saya menilai mereka dari penampilan, kan memang penampilan visual salah satu jualan mereka.

» baca selengkapnya

, , , ,

selanjutnya »