Enak di Blog dan Perlu

Olahraga

Nugraha Besoes berusaha tetap tenang menyikapi Liga Primer Indonesia yang bakal bergulir Sabtu, 8 januari nanti. Tapi di balik ketenangan itu, sesekali dia tak segan-segan bersikap keras. Di ASEAN Room Hotel Sultan, Jakarta, Kamis lalu, di hadapan puluhan wartawan, Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu kembali mengeluarkan pernyataan yang sebelumnya pernah ia ungkapkan. Bahkan lebih keras lagi dia menyebutkan bahwa pengelola kompetisi alternatif itu banci dan pengecut.

Nugraha sangat pandai menghadapi kondisi ini. Dia sudah teruji. Perjalanan sepak bola jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran itu begitu panjang. Kang Nug sudah menjadi ikon PSSI sejak 1983 ketika saya masih berusia 7 tahun. Kursi yang dia duduki tidak berubah: Sekretaris Jenderal (dulu Sekretaris Umum). Bayangkan, Nugraha jadi pengurus PSSI setara dengan 14 kali digelarnya SEA Games dan tujuh kali perhelatan Asian Games.
» baca selengkapnya

, ,

irfan-bachdimDemam Irfan Bachdim tengah melanda tanah air. Penyerang berdarah Indonesia-Belanda itu telah mengundang gerbong baru penyokong tim nasional. Mereka adalah kaum hawa yang tergila-gila oleh ketampanan pemain berusia 22 tahun itu.

“Akhirnya ada pemain timnas kita yang berwajah tampan.” Begitu komentar seorang hawa yangkini mendadak rajin mengikuti pertandingan tim nasional. Karena kehadiran si pemain tampan itu keberhasilan timnas menjadi lebih banyak diperbincangkan, termasuk oleh kaum hawa. Hadirnya jejaring sosial Twitter dan facebook kemudian membuat gelombang itu menjadi lebih besar dan menasional.

Jadi sama sekali tak mengherankan ketika seorang rekan kerja saya dibuat terkaget-kaget karena anak gadisnya yang masih SMA tiba-tiba mengajak nonton ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sang dara yang semula tak pernah benar-benar tertarik untuk menonton sepak bola –di televisi sekalipun– kini telah ikut terbawa arus besar itu.

Bachdim, pemain Persema Malang yang berayah orang Indonesia serta beribu orang Belanda, memang memiliki modal jadi pujaan kaum hawa. Wajah Indo-nya sungguh imut dan nyaman dipandang. Tapi tato di lengannya membuat ia juga kelihatan macho.
» baca selengkapnya

, , ,

Bagi penggila sepakbola, inilah saatnya menyaksikan para maestro dari seluruh dunia memainkan strateginya. Setiap malam.

Pertarungan dua kesebelasan yang berlangsung di lapangan hijau memang wujud pertempuran dua strategi. Dua orang manajer dari dua kesebelasan unjuk kepiawaian perihal strategi siapa yang lebih jitu untuk memenangi pertandingan. Karena itu, kemenangan dalam sebuah pertandingan bukan hanya kesenangan para pemain, tapi juga kebanggaan sang manajer.

Di tangan para manajer kesebelasan urusan penting seperti ini: siapa pemain yang akan diturunkan, bagaimana pemain-pemain ditempatkan, bagaimana gelar pasukannya, seperti apa tempo permainannya, dan detail lain yang begitu kompleks. Pendeknya, ini persis pertempuran di medan perang. Manajer tim tak ubahnya sang jenderal yang mengatur strategi. Kekalahan kesebelasan adalah kekalahan sang jenderal.

Peran manajer kesebelasan begitu sentral, bahkan bila dibandingkan dengan manajer perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, manajer seringkali bertindak sebagai eksekutor dari suatu strategi yang desain besarnya ditetapkan oleh jajaran direksi. Untuk memasarkan suatu produk baru, seorang manajer pemasaran tidak bisa bertindak di luar garis besar strategi perusahaan.
» baca selengkapnya

, , ,

robert_green_1656563c

Bola tendangan pemain Amerika Serikat Clint Dempsey meluncur deras ke arah Robert Green. Kiper timnas Inggris ini berniat menangkapnya, tapi apa daya bola memantul dan bergulir ke arah gawangnya. Green merangkak dan meregangkan tangan berupaya menangkap. Terlambat.

Green dihujat habis-habisan. Sejak awal memang publik Inggris mempertanyakan alasan pelatih Fabio Capello menempatkan kiper West Ham United itu menjaga gawang. dalam laga perdana di putaran final itu Green memang tiga kali hijau, namanya, bajunya, dan pengalamannya di pentas dunia.

Namun dipilihnya Green ketimbang David James yang veteran bukan tanpa hitungan matang. Capello melihat » baca selengkapnya

, ,

SOCCER-CHAMPIONS/

(Photo by REUTERS/Alessandro Bianchi)

RAJU FEBRIAN

Saya tergelitik dengan ulasan komentator partai Barcelona versus Inter Milan di TV swasta yang menyiarkan secara ekslusif partai ini dini hari tadi.

Sang komentator–entah benar entah tidak perkiraan saya ini–mungkin seorang yang penyuka Barca. Di penghujung pertandingan ia lebih banyak menyorot soal penampilan bertahan yang diperagakan Inter. “Inter memainkan sepak bola pragmatis cenderung negatif. Mereka bahkan tidak berniat bermain di babak kedua,” katanya.

Pragmatis? Negatif? Tidak bermain sepak bola? C’mon…

» baca selengkapnya

, , , , , , ,

« sebelumnyaselanjutnya »