Enak di Blog dan Perlu

Infografik, Olahraga

20110530-01

,

Hasil 1-1 tidaklah spektakuler. Tapi hasil seri yang diraih Real Madrid atas Barcelona di ajang Primera La Liga Spanyol, di Santiago Bernabeu Sabtu malam lalu, jadi sebuah peningkatan pesat bagi tim itu yang sebelumnya sempat dipermalukan 5-0 di Nou Camp.

Dalam laga ini penonton kembali disuguhi sederet fakta menarik yang menggarisbawahi kecemerlangan Jose Mourinho, pelatih Madrid asal Portugal.

Inilah beberapa di antaranya:

Pertama, ia sudah memprediksi kemungkinan timnya harus bermain dengan 10 orang. Sebelum pertandingan ia sudah secara khusus melatih para pemainnya untuk berjuang hanya mengandalkan 10 orang. “Saya harus berlatih dengan 10 orang karena itu pernah terjadi bersama Chelsea dan Inter,” katanya.

Pada 2005, Chelsea kehilangan Didier Drogba yang mendapat kartu merah saat pasukan Mourinho itu ditekuk Barca 2-1. Musim lalu, saat mempersembahkan tiga gelar juara buat Inter, Mourinho juga harus bermain dengan 10 orang di kandang Barca, karena Thiago Motta dikeluarkan pada menit ke-28. Inter kalah 1-0, tapi akhirnya lolos ke final karena sudah unggul 3-1 pada laga sebelumnya.

Kedua,
Mourinho terbukti sangat tenang dan berani dalam menerapkan strategi. Setelah Raul Albiol dikeluarkan pada menit ke-52 dan Madrid kebobolan karena penalti Lionel Messi, Mourinho tak lantas memasukkan bek tambahan. Ia justru menarik Xabi Alonso dan menggantikannya dengan Emmanuel Adebayor, penyerang pinjaman dari Manchester City.

Pilihan itu terbukti berbuah manis. Menghadapi serangan bergelombang Barca, pertahanan Madrid sama sekali tak goyah. Yang goyah justru lini belakang Barca yang akhirnya kehilangan Carles Puyol karena cedera. Serangan balik Madrid pun terbukti mampu merepotkan barisan pertahanan El Blaugrana yang malam itu sangat mendominasi penguasaan bola. Pelanggaran pada Marcelo akhirnya berbuah penalti buat Si Putih yang dieksekusi dengan sempurna oleh Cristiano Ronaldo.

Ketiga, Mourinho juga mampu belajar dari kesalahan sebelumnya. Setelah menganalisa kekalahan 5-0 yang diderita timnya di Nou Camp ia pun sampai pada satu taktik aneh: membiarkan Barca mendominasi penguasaan bola.

“Kami tak mau memegang bola karena ketika bola itu direbut Barcelona kami biasanya kehilangan posisi. Saya tak pernah mau kehilangan posisi, jadi kami tak mau menguasai bola hanya membiarkannya lepas,” kata Mourinho.

Taktik itu jitu ketika berpadu dengan serangan balik yang sangat cepat. Meski Barca mendominasi penguasaan bola tapi statistik memperlihatkan jumlah tendangan ke gawang Madrid justru lebih banyak.

El Clasico ini hanyalah satu dari empat laga serupa yang akan berlangsung dalam tempo 18 hari. Rabu nanti Madrid dan Barca akan bersua di Mestalla, Valencia, di final Copa del Rey. Setelah itu dua laga semifinal Liga Champions akan mempertemukan keduanya.

Artinya, adu strategi antara Mourinho dan Josep Guardiola, pelatih Barca, masih akan terjadi tiga kali lagi. Meski berulang dengan selang singkat, pertempuran itu dipastikan tak akan pernah membosankan.

(Nurdin Saleh, Wartawan Koran Tempo)

Oleh Charles Bonar Sirait

nurdinKongres PSSI 2011 yang rencananya akan diadakan Maret 2011 di Bali merupakan puncak kompetisi di luar lapangan hijau sepakbola Indonesia yang strategis. Di tangan para pengurus baru tersebut, termasuk ketua umumnya, prestasi sepakbola dan industri olahraga negara ini akan dibawa selama lima tahun ke depan.

Kalau laga di lapangan hijau hanya berlangsung 2 x 45 menit, kadang bisa ditambah perpanjangan waktu 2 x 15 menit dan adu penalti, kompetisi di luar lapangan hijau berlangsung lebih lama, sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan makin memanas pasca Kongres Sepakbola Nasional (KSN) 30-31 Maret 2010 di Malang Jawa Timur.

Kompetisi Public Speaking di ranah publik sama persis dengan olahraga sepakbola, sama dengan sinetron atau film. Ia membutuhkan produser/penyandang dana, sutradara, aktor, para kru dan pendukung teknis serta penonton, juga kemampuan komunikasi yang lihai. » baca selengkapnya

, ,

Gelombang protes atas pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 tengah marak di seluruh Indonesia.

Mulanya muncul dalam bentuk demonstrasi kelompok-kelompok kecil di berbagai kota sejak Senin (21/3). Sejak Rabu (23/2), demonstrasi itu berlangsung lebih masif di Jakarta. Kantor PSSI disegel ribuan suporter yang datang dari berbagai wilayah Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya.

“Tolak Nurdin Halid” dan “Revolusi PSSI” jadi tuntutan mereka. Selain soal prestasi yang tak juga menanjak, protes terhadap Nurdin juga tak lepas dari status dia sebagai mantan narapidana korupsi.
» baca selengkapnya

,

Nugraha Besoes berusaha tetap tenang menyikapi Liga Primer Indonesia yang bakal bergulir Sabtu, 8 januari nanti. Tapi di balik ketenangan itu, sesekali dia tak segan-segan bersikap keras. Di ASEAN Room Hotel Sultan, Jakarta, Kamis lalu, di hadapan puluhan wartawan, Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu kembali mengeluarkan pernyataan yang sebelumnya pernah ia ungkapkan. Bahkan lebih keras lagi dia menyebutkan bahwa pengelola kompetisi alternatif itu banci dan pengecut.

Nugraha sangat pandai menghadapi kondisi ini. Dia sudah teruji. Perjalanan sepak bola jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran itu begitu panjang. Kang Nug sudah menjadi ikon PSSI sejak 1983 ketika saya masih berusia 7 tahun. Kursi yang dia duduki tidak berubah: Sekretaris Jenderal (dulu Sekretaris Umum). Bayangkan, Nugraha jadi pengurus PSSI setara dengan 14 kali digelarnya SEA Games dan tujuh kali perhelatan Asian Games.
» baca selengkapnya

, ,

selanjutnya »