Enak di Blog dan Perlu

Nasional

dodi-blog

Politikus partai adalah adalah jagoan mutakhir panggung politik Indonesia. Secara fisik, panggung mereka sempit di Senayan. Tapi, layaknya jagoan, mereka bisa berkelana memasuki panggung orang lain, mengatur ini-itu, tanpa mesti peduli kita setuju atau tidak.

Kalau anda ingin mencalonkan diri menjadi anggota KPK, misalnya, anda harus mendapatkan persetujuan mereka. Bagi anda yang bercita-cita menjadi duta besar di negara maju, anggukan mereka menentukan nasib anda. Untuk menjadi Kapolri, dukungan mereka adalah hal pokok. Apalagi kalau anda ingin jadi gubernur, bupati, atau walikota, keberhasilan anda sangat tergantung pada mereka.

Jangankan anda, presiden pun wajib mendengar suara mereka dalam mengangkat atau memberhentikan menteri. Untuk keperluan membayar pegawai, membangun jalan, bendungan, sekolahan, dan mengentaskan kemiskinan, anda mesti mendapatkan stempel mereka melalui anggaran yang disetujui mereka. Celakanya, untuk mencairkan anggaran itu, rupanya anda masih harus meminta jasa mereka juga.
» baca selengkapnya

Hari-hari sekarang boleh jadi adalah hari yang sangat menantang bagi Raju Narisetti. Saya bertemu dengan Raju di kantornya di pusat Kota Washington, DC, Mei lalu. Tatapan matanya sangat ramah. Di sela-sela kumis dan jenggotnya yang sudah memutih selalu ada senyum lebar. Dia menyambut saya dan rombongan beberapa editor dari Rusia, Spanyol, Finlandia, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab dengan sangat antusias. Dia menyuguhi kami aneka jus dan snack. Sungguh itu sesuatu yang langka di Amerika Serikat, setidaknya itu pengalaman saya masuk ke kantor USA Today, Wall Street Journal, New York Times, kantor berita AP, dan beberapa kantor media lainnya. Kini dia menjadi Managing Editor Washington Post.

“Itu karena saya dari Selatan. Saya paham budaya beramah-tamah,” katanya, menanggapi keheranan kami atas suguhan itu. Raju memang keturunan India. Dia telah menghabiskan kariernya dengan melanglang ke Eropa dan Amerika Serikat di berbagai koran, termasuk Wall Street Journal.
» baca selengkapnya

, ,

Pengambilan keputusan berlangsung sangat lambat, padahal keadaan berubah amat cepat. Sebagian orang merasa sudah puas dengan capaian mereka, sehingga enggan berubah. Sebagian lainnya gamang mengambil keputusan, sehingga jalan di tempat, atau malah mundur. Apa yang keliru? John Kotter, ahli manajemen perubahan, menyebut satu kunci penting untuk menjelaskan hal itu: tidak ada perubahan tanpa ada rasa urgensi (sense of urgency).

Dalam bukunya yang inspiratif, A Sense of Urgency, Kotter menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang tahu bahwa mereka harus berubah tapi tak tahu mesti mulai dari mana. Kekurangan itu, kata Kotter, terletak pada tidak adanya rasa urgensi yang sebenarnya. Yang ia maksud adalah sikap yang jelas dan perasaan berani yang memampukan (enabling) orang untuk mewujudkan sesuatu yang penting saat ini juga dan secara berangsur-angsur menghilangkan aktivitas yang kurang penting sehingga mampu bergerak lebih cepat dan cerdas, sekarang juga!

» baca selengkapnya

, ,

Di hari pertama saya mengambil gelar profesi Perencana Keuangan ,pada saat itu juga kesadaran saya tergugah. Saya merasa tertampar-tampar dengan kenyataan bahwa apa yang selama ini saya pikir sudah benar dan tidak ada masalah dalam keuangan ternyata masih tidak sesuai bahkan ada yang salah.  Yang paling menyakitkan adalah ketika mengetahui bahwa asuransi yang saya pilih adalah salah dan tidak sesuai dengan kebutuhan, dengan kata lain saya merasa dirugikan. Seperti orang awam pada umumnya yang menganggap bahwa “so far so good” ,selama tidak ada utang yang berlebihan dan kebutuhan terpenuhi maka keuangan saya sudah baik baik saja.  Tapi ternyata kategori baik-baik saja itu tidak cukup baik jika ingin menata masa depan (masa tua/pensiun) nyaman dengan kebutuhan dana pendidikan yang cukup untuk anak-anak.

Oke, bagi yang belum familiar dan belum tahu, akan saya jelaskan sedikit apa itu Financial Planner (FP) atau Perencana Keuangan.

FP adalah profesi konsultan keuangan yang secara profesional membantu seseorang (klien) dalam menyusun perencanaan keuangannya (baik personal maupun bisnis) untuk mencapai tujuan-tujuannya dalam jangka pendek dan panjang. Perencanaan Keuangan tersebut meliputi pengaturan alur kas, pembentukan Dana Darurat, pemilihan Asuransi yang tepat, dan pemilihan investasi yang terbaik untuk membentuk Dana Pensiun dan tujuan-tujuan lainnya.
» baca selengkapnya

,

Investasi

Investasi

Pada blog kali ini saya ingin berbagi tentang hal-hal apa yang wajib dilakukan sebelum kita mulai berinvestasi.

Saat kita berniat melakukan investasi, kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu investasi. Melakukan investasi berarti kita hendak menambah jumlah aset produktif yang bisa berupa aset kertas berharga, properti atau bisnis yang bisa memberi kontribusi pada penambahan kekayaan bersih kita. Ketika kita melakukan investasi kita harus bisa menjawab pertanyaan ‘Untuk apa kita berinvestasi’. Ini berlaku untuk semua level baik untuk para lajang ataupun yang sudah berkeluarga.

Berikut adalah beberapa hal penting yang harus kita jawab dan kita perhatikan sebelum kita memulai berinvestasi.

1. Apakah keadaan finansial sudah sehat?

Sehat finansial berarti tidak lebih besar pasak daripada tiang dan kondisi akhir setiap bulan haruslah surplus! Bagaimana kita bisa berinvestasi kalau setiap bulan masih dibebani hutang (apalagi hutang kartu kredit) dan tidak punya tabungan untuk keadaan darurat ? Bagaimana dengan pekerjaan kamu saat ini, apakah cukup stabil ? Buat yang masih single dengan pekerjaan yang stabil, you will need 3 months of your monthly expenses dan minimal 6 bulan untuk mereka yang sudah menikah. Sedangkan kalau merasa pekerjaan saat ini belum stabil, miliki 6 bulan pengeluaran untuk single dan 9-12 bulan untuk yang sudah menikah.

Dengan menutup hutang berarti disposable income atau sisa gaji bulanan pun tersedia lebih banyak untuk diinvestasikan. dan dengan memiliki tabungan dana darurat, kita pun dapat berinvestasi dengan tenang karena uang yang diinvestasikan haruslah bisa berkembang. If this means you gotta cut some of your expenses or change your lifestyle, so be it! Lebih baik seperti itu kan.. hidup wajar asal ga kekurangan daripada di hari tua kita hidup susah. Dan sebelum kita siap berinvestasi jangan pernah menambah hutang baru!

2. Protect Yourself!

Bagaimana kita melindungi diri kita? Jawabannya adalah asuransi, transfer resiko kepada perusahaan asuransi! Whether you are single or married protection is a must! Sekarang tinggal asuransi apa yang tepat untuk kita. Untuk para single,kalau tidak menanggung siapa pun, jangan pernah membeli asuransi jiwa murni! Sebaliknya untuk para orang tua yang punya nilai ekonomis bagi keluarga,wajib punya asuransi jiwa. Baik single maupun married both of you need to cover yourself with adequate disability insurance! Why, karena tua atau muda di jaman saat ini kemungkinan terjadinya cacat pada tubuh yang menyebabkan kita kehilangan pekerjaan itu lebih besar daripada resiko kematian itu sendiri. Asuransi lain yang diperlukan adalah asuransi kesehatan. Kalau tempat bekerja sudah menanggung kesehatan kita, cek lagi apakah jumlahnya sudah cukup, dan apa saja yang ditanggung oleh asuransi tersebut. Apabila dirasa kurang maka kita perlu membeli asuransi tambahan. Kenali kebutuhan dan produk asuransi yang tepat sesuai kebutuhan. Jangan sampai kurang atau berlebihan, apalagi salah membeli produk!

3. Apa yang akan kita lakukan dengan uang yang kita investasikan

Sebelum memulai investasi kita wajib mempunyai tujuan yang SMART (Specific, Measurable, Achievable,Realistic and Time Bound (Jelas jangka waktu kapan akan diraih) Kalau kita ingin membentuk DP rumah, atau dana pendidikan anak  bentuk investasinya, cara dan instrumen yang dipakai kemungkinan besar akan berbeda apabila kita ingin membentuk dana pensiun atau liburan. Bentuk investasi juga akan berbeda sesuai dengan jangka waktu yang ditargetkan untuk mencapai tujuan tersebut. So map your dreams now, and turn it into goals. Dengan rencana dan investasi yang tepat, mudah2an tujuan2 tersebut bisa tercapai

4. Pahami opsi investasi yang Anda miliki!

Warren Buffet says “Never invest in something that u don’t understand. The biggest risk in investing your money is not knowing what you are invested in!”Sebelum terjun ke dunia investasi, pastikan kita mengerti tentang produk investasi yang kita pilih. Bagaimana cara kerjanya, resiko apa yang sekiranya akan kita pikul, sesuaikah dengan jangka waktu yang kita miliki, biaya2 apa yang terdapat di dalam produk tersebut dan lain-lain. Investasikan waktu terlebih dulu untuk mempelajari profil diri kita dan profil produk investasi yang akan kita pilih

5. Apakah Anda perlu seorang Perencana Keuangan?

Kalau kita merasa kesulitan dalam mengelola keuangan then you should consider hiring an Independent Financial Planner. Seorang Perencana Keuangan Independen yang baik harus bisa memposisikan dirinya ke dalam posisi kita. Ia harus tau dan mengerti tujuan finansial yang ingin diraih dan menawarkan opsi2 investasi sesuai tujuan tersebut. Perencana Keuangan juga harus mengerti dan bisa menjelaskan mengenai resiko investasi yang sekiranya akan kita hadapi. Ketika kita memakai jasa Perencana Keuangan, mereka bekerja untuk kita dan memberi pilihan yang terbaik berdasarkan situasi yang kita miliki. Bukan hanya sekadar mementingkan bonus yang akan diterima atau malah saling berselisih pendapat dengan kita.

Mudah2an kita dapat melakukan langkah yang tepat dalam mengelola dan merencanakan keuangan kita. Good Plan, Better Future! Have Fund All..

, , , , , ,

selanjutnya »