Enak di Blog dan Perlu

Music, Obituari

Budi Putra

chrisye.jpg

Dunia musik Indonesia kehilangan seorang putra terbaiknya.

Pagi ini saya terhenyak mendengar kabar dari sebuah program infotainmen di televisi tentang meninggalnya kampiun musik Indonesia, Chrismansyah Rahadi alias Chrisye. (Saya langsung menyambar laptop untuk mengabarkan hal ini ke blogosfer).

Setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya sejak awal 2004, akhirnya pada jam 4 dinihari tadi di kediamannya di Jalan Asem II No. 80, Cipete, Jakarta Selatan, penyanyi segala musim itu telah berpulang ke rahmatullah. Siang ini jenazahnya akan dimakamkan di TPU Jerut Purut, Jakarta Selatan.

Ia meninggalkan seorang istri (G.F. Damayanti Noor) dan empat orang anak: Rizkia Nurannisa (lahir 1983), Risti Nurraisa (lahit 1986), Rainda Prashatya dan Randa Pramasya. Dua putrinya yang disebut terakhir terlahir kembar pada 1989.

Lahir di Jakarta, 16 September 1949,ia mulai aktif merintis karier musiknya di tahun 1968 saat bergabung sebagai basis dalam formasi Sabda Nada. Tahun 1968 - 1969 ia tergabung dalam Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami.

Bersama kelompok Gipsy inilah Chrisye yang kala itu jadi vokalis sekaligus bassis sempat tercatat sebagai band penghibur di sebuah restoran Indonesia di New York. Sayangnya Gipsy pun tak dapat bertahan lama. Tahun 1970, bersama Gipsy Band pula, Chrisye sempat menggung di TIM Jakarta yang menghadirkan bintang tamu almarhum Mus Mualim.

Sekitar tahun 1977, Chrisye baru memulai karir solonya. Nampaknya bintang keberuntungan sedang bersinar terang karena dalam waktu singkat namanya langsung meroket sebagai vokalis andal saat menembangkan lagu karya James F. Sundah yang berjudul Lilin-lilin Kecil. Di saat yang sama ia juga memenangkan ajang “Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors” (LCLR).

Hebatnya lagi, sepanjang kurun era 1980-an hingga memasuki tahun 2000, nama Chrisye tak pernah tenggelam. Hampir semua album yang dirilisnya selalu disambut baik di industri musik Indonesia.

Selamat jalan mas Chrisye….

Berikut diskografi lengkap Chrisye: » baca selengkapnya

Qaris

Hari ini Java Jazz kembali digelar (Koran Tempo, 2 Februari 2007). Asyiknya… terutama untuk mereka yang sudah mengantungi tiket. Sepertinya sudah dalam dua pekan ini omongan orang se-Jakarta adalah soal festival jazz tahunan ini. Bahkan tadi pagi, dalam rapat perencanaan rutin di Koran Tempo, pemimpin redaksi kami mengungkapkan kebingungannya karena belum mendapatkan tiket untuk putri tercintanya yang baru kelas 5 SD yang merengek minta dibawa ke sana.
» baca selengkapnya

Mardiyah Chamim

Saya mau cerita yang agak lain, sekadar selingan di sela hari-hari bertema banjir. Tentang musik. Bukan berarti saya ahli dalam soal ini. Saya hanya penikmat pasif. Bahkan, saya ini buta peta dunia permusikan. Siapa Led Zeppelin, Green Day, atau Pink Floyd, apa saja karya masterpiece mereka, sama sekali saya ndak tahu. Pokoknya, bagi saya, musik adalah energi ajaib yang menyerap jiwa. Segenap perasaan seperti dibetot masuk ke dalam musik yang saya suka.

» baca selengkapnya

« sebelumnya