Feb
25
Diam-diam pasar industri musik Indonesia kini mulai bisa menerima warna jazz. Industri musik Indonesia kini tak hanya didominasi lagu pop, lagu-lagu cengeng, atau irama Melayu.
Jazz telah merebut perhatian sebagian pecinta musik Indonesia. Ini terlihat selama tujuh tahun terakhir semarak jazz ada di mana-mana. Pergelaran Java Jazz saban tahun selalu ramai dan dihadiri puluhan ribu penonton.
» baca selengkapnya
bonita and the hus band, java jazz, jazz, sandhy sondoro
Jun
11
“BANG, tahun ini kami akan mengadakan tur band Ariel yang baru. Nama yang baru, juga sekaligus album yang baru. Tapi namanya masih rahasia, nanti akan kami jadikan untuk kejutan.”
Kalimat itu disampaikan sahabat baru saya, Emil Mahjuddin, bos Nadapromotama, promotor band ternama dari Bandung, Jawa Barat, Februari lalu. “Album Ariel akan diluncurkan Juli ini,” katanya. Ariel yang dimaksud tak lain adalah vokalis yang melambung lewat bandnya “Peterpan”.
Saya percaya pada ucapannya. Debut anak muda ini memang tak sembarangan. Baru setahun berkecimpung di bisnis showbiz, dia sudah merogoh koceknya Rp 2 miliar untuk mendatangkan band papan atas dari Amerika, The All American Rejects. Mereka manggung di Gelora Senayan, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2009.
Gilanya lagi, band dari Oklahoma, Amerika Serikat, –beranggotakan Tyson Ritter (vocal dan bass), Nicholas Wheeler, Mike Kennerty (keduanya gitar), dan si penggebuk drum Chris Gaylor—ini berani tidur di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, yang diledakkan teroris pada 17 Juli 2009. Saat manggung, mereka menghadiahkan tembang untuk teroris “Gives You Hell”.
Reputasi Emil dengan Promotama ini sudah cukup untuk meyakinkan saya tentang rencananya membuat tur besar band baru si Ariel itu. Emil menggambarkan, tur Ariel akan berlangsung di seluruh kota besar di Indonesia. Ditutup di Jakarta pada malam tahun baru 2011, begitu rencananya. Pokoknya separoh tahun 2010 akan dihujani panggung band baru Ariel yang namanya masih dirahasiakan itu.
» baca selengkapnya
Ariel Peterpan, Cut Tari, luna maya, video
Feb
9
“Bisnis musik butuh lebih banyak Lady Gaga.” Sebuah koran bisnis di Amerika menulis itu.
Orang mungkin akan tercengang dengan kesimpulan itu. Lady Gaga, penyanyi dengan dandanan supernorak? Saking noraknya, orang mungkin lupa yang menarik dari Lady Gaga adalah suaranya atau keberaniannya berdandan semau gue–misalnya rambut dibentuk seperti tanduk, sepatu hak tinggi dipegang bersama mikrofon, baju dengan warna-warni yang bertabrakan, atau, aduh, dandanan yang tak memakai rok bawah, melainkan body painting.
Lady Gaga, meski meraih Grammy Awards, bukanlah potret sederet musik yang tertib: lintasan melodi yang apik, suara yang meliuk-liuk indah, atau dentum musik dengan petikan gitar yang mencengangkan. Stefani Joanne Angelina Germanotta nama aslinya. Dia dulu penyanyi pembuka untuk New Kids on The Block dan Pussycat Dolls. Dari penyanyi rock, gadis 23 tahun itu menyeberang ke musik elektronik dan lagu dansa yang berdentam-dentam.
» baca selengkapnya
CD, iTunes, kaset, Lady Gaga, MP3, musik digital, Napster, penjualan cd
Mar
24
Mardiyah Chamim
Sudah pernah nonton “Idola Cilik” di RCTI? Saya juga baru nonton beberapa kali gara-gara ada libur panjang pekan lalu. Cukup mengejutkan, kontes mencari idola yang satu ini sangat menghibur. Acaranya jauh lebih menyenangkan ketimbang kontes lain semisal Indonesian Idol, AFI, dan selusin epigon lain.
Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan kontes semacam ini. Efek psikologis buat peserta, keluarga, mana pernah dipikirkan pihak tv penyelenggara. Apalagi, ini melibatkan anak-anak kecil, jiwa-jiwa yang masih rapuh.
Tapi, rupanya ada sesuatu yang lain yang disuguhkan “Idola Cilik”.
» baca selengkapnya
Nov
5
Mardiyah Chamim
Kali ini saya akan membahas lagu First of May yang ditulis oleh Bee Gees pada 1968. Ini salah satu lagu favorit saya. Terdengar indah, apalagi jika yang melantunkan adalah Mbak Sarah Brightman yang cantik bersuara bidadari. Waduh. So beautiful and sublime.
Di sela musik yang tidak hingar-bingar, lagu ini dengan ajaib merembes ke hati. Betapa tidak, dia bercerita tentang sesuatu yang berharga yang kita miliki (christmas tree, bisa bermakna cinta atau apa pun yang luar biasa bagi kehidupan seseorang), yang begitu kita hargai di masa muda. » baca selengkapnya