Nov
19

Semua orang ingin langsing, termasuk Saya. Langsing itu bukan kurus, melainkan stabil di ukuran paling ideal yang pernah kita miliki. Ukuran ideal Saya adalah Medium. Namun sejak 2010 akhir, Saya mulai “berkembang” tanpa sadar. Sampai suatu ketika, selepas jalan-jalan ke Living World Serpong bersama keluarga dan mencicipi manisnya 2 bundaran JCo, Saya mendapat bbm dari seorang sobat yang mengenal Saya sejak tahun 2004. Dengan manis dan berhati-hati, dia menanyakan apakah Saya baru saja di Living World. Saya jawab, “Iya, kok Mas nggak nyapa?”. Jawabannya amat sopan namun menohok. Katanya dia ragu menegur Saya. Dia berkata, wajahnya sepertinya kenal tapi kok badannya lebih besar.
Saya mulai terusik dan merenung. Memang sih, sebelumnya ada teman bbm dan menanyakan apakah Saya sedang hamil, setelah melihat Saya di sebuah tayangan televisi. Tapi teorinya, di televisi memang semua terlihat lebih “berisi”. Ada juga beberapa “fitting room tragedy” di mana dengan pedenya Saya mencoba ukuran Medium, namun ukuran Large pun masih terasa sesak. Itupun Saya masih berpikir, jangan-jangan merek tertentu memang memperkecil ukuran karena trend mode yang makin ramping. Sampai di satu titik di mana suatu pagi, Saya bingung memilih baju untuk ke kantor, karena semua model sudah sempit.
» baca selengkapnya
diet, langsing
Mar
2
Qaris
Hari ini Java Jazz kembali digelar (Koran Tempo, 2 Februari 2007). Asyiknya… terutama untuk mereka yang sudah mengantungi tiket. Sepertinya sudah dalam dua pekan ini omongan orang se-Jakarta adalah soal festival jazz tahunan ini. Bahkan tadi pagi, dalam rapat perencanaan rutin di Koran Tempo, pemimpin redaksi kami mengungkapkan kebingungannya karena belum mendapatkan tiket untuk putri tercintanya yang baru kelas 5 SD yang merengek minta dibawa ke sana.
» baca selengkapnya
Feb
27
Qaris
Akhirnya Martin Scorsese ditetapkan sebagai sutradara terbaik dalam Academy Award, Minggu lalu (Koran Tempo, 27 Februari 2007). Filmnya, The Departed, juga dinobatkan sebagai film terbaik, meski empat aktor kawakan yang membintanginya (Jack Nicholson, Matt Damon, Leonardo DiCaprio, dan Alec Baldwin) tidak kebagian. Ini adalah penantian panjang sang sutradara kawakan yang seharusnya sudah dihadiahi Oscar sejak lama.
Tapi saya tidak akan mengulas kehebatan film itu. Pertama, film itu sudah diulas di mana-mana. Kedua, lebih baik Anda menonton sendiri daripada membaca ulasan saya yang sok tahu. Dari kemenangan ini saya melihat adanya arogansi masyarakat Barat dan ketertutupan mereka dalam menerima sesuatu dari luar mereka. Loh kok?
» baca selengkapnya
Feb
9
Qaris
Koran Tempo edisi Minggu besok akan mengupas soal bioskop-bioskop di daerah yang sudah mati atau hampir mati, karena kalah bersaing dengan bioskop-bioskop multipleks dan media hiburan lainnya.
Tentu saja, dalam posting ini, saya tidak akan mencuplik dan meringkaskan isi Topik Utama koran Minggu itu. Anda bisa bersabar untuk membacanya di hari libur nanti, secara lengkap.
Namun membaca topik itu dalam rapat perencanaan membuat saya teringat pada potongan kenangan yang cukup indah, dan karenanya melekat kuat hingga saat ini. Itu terjadi lebih dari 20 tahun lalu, ketika saya masih kecil, dan bioskop menjadi tempat hiburan penting. Maklum, ketika itu televisi belum memberikan banyak hiburan (kecuali kartun menjelang magrib), juga tidak ada game elektronik (PS atau komputer).
Posting ini adalah sebuah perjalanan nostalgia seperti dalam film Cinema Paradiso, tapi dalam versi yang lebih ndeso. » baca selengkapnya