Dec
2
Raju Febrian
Ehemmm… udah lama juga saya nggak pernah posting di blog tempo ini. Kangen juga… Tapi kali ini saya nggak akan nulis soal olahraga seperti yang beberapa kali saya lakukan. Kali ini saya pengen numpahin unek-unek soal otomotif. Tepatnya sih, pertanyaan di kepala saya soal pengaruh krisis keuangan terhadap industri otomotif.
Sebenarnya sih saya nggak ngerti-ngerti amat kenapa masalah finansial yang melanda Amerika Serikat sana sampai begitu hebat imbasnya ke belahan benua lain. Bayangkan di bulan November kemarin industri otomotif Jepang, yang terbilang salah satu pusat otomotif dunia, sampai turun 27,3%.
Penjualan mobil di Prancis turun sampai 14%, Swedia mengalami penjualan otomotif terburuk sejak 1993, malah di Spanyol penjualam bulan kemarin anjlok sampai 50%. Waduuuhh….
» baca selengkapnya
Feb
14
Qaris
Hari ini, 14 Februari, saat sejumlah orang merayakan hari Valentine, di Cirebon sekelompok siswa justru merazia teman sekolahnya yang membawa pernak-pernik Valentine. Menurut mereka, peringatan Valentine’s Day adalah kebudayaan sekuler yang tidak mencerminkan ketimuran (Tempo Interaktif, 14 Februari).
Saya tidak akan memberikan pendapat soal setuju atau tidak setuju. Ini masalah yang berkaitan dengan keagamaan, dan mereka boleh memiliki ijtihadnya sendiri.
Yang saya tidak setuju adalah caranya. Masih SMA kok sudah senang razi. Saya berpikir, bagaimana jika demonstrasi anti Valentine itu dibuat berbeda. Bukan cuma orasi dan pasang poster caci maki, apalagi razia seperti itu. Cobalah lebih kreatif, karena untuk didengar orang, demonstrasi harus berbeda. Sekarang demonstrasi, dengan berbagai isu, sudah teramat jamak dilakukan. Jadi, kalau tidak beda, akan dianggap angin lalu.
Sekadar berandai-andai dan contoh, bagaimana kalau sikap anti Valentine itu digelar dengan merayakan hari patah hati di tanggal 14 Februari (atau 13?). Yang datang tidak diminta membawa poster dan orasi dengan tangan terkepal, tapi cukup dengan membawa foto mantan kekasih dan membakarnya. Kalau masih mau orasi, buatlah lagu atau puisi tentang para mantan itu. Pasti seru!
» baca selengkapnya
Feb
11
Qaris
Hari Minggu ini rubrik Fotografi Koran Tempo menampilkan foto-foto yang memenangkan World Press Photo, sebuah kejuaraaan paling bergengsi dalam foto jurnalistik. Pemenangnya adalah foto yang diambil oleh juru foto Amerika Serikat, Spencer Platt (Getty Image).
Tak heran kenapa foto ini menang, mengalahkan foto yang diambil di garis terdepan medan perang yang membuat juru fotonya harus berjudi dengan maut. Foto yang diambil di Beirut Selatan ini adalah sebuah kontradiksi yang jarang ditangkap oleh juru foto lain. Lima anak muda berpakaian amat modern, berkacamata hitam, rambut pirang, dan naik mobil sport atap terbuka berwarna merah cerah. Mereka melintasi puing-puing gedung di Beirut yang hancur dibom Israel. » baca selengkapnya