Apr
11
Gratis

Apa yang paling susah dalam hidup ini? Ya, mencari inspirasi adalah salah satu pekerjaan tersusah. Koran Tempo sudah dikenal sebagai koran progresif yang menampilkan desain unik, mengagetkan dan keren. Masalahnya, ketika kasus Antasari mulai bergulir, di benak awak Koran Tempo beterbangan banyak pertanyaan: “Apalagi yang mau ditampilkan? Kronologi percintaan sudah, kronologi pembunuhan sudah.”
“Lebay ah… infografis lagi … infografis lagi,” begitu kata seorang teman saat rapat redaksi sore.
Cling. Tiba-tiba saja Redaktur Eksekutif kami, Sudarsono, menantang kami untuk memunculkan desain koran bak poster film. Ide itu disambut dengan bersungut-sungut sebagian awak redaksi. “Apa lagi?” Memajang poster film sebagai sumber inspirasi desain koran memang sudah beberapa kali kami lakukan. Kami pernah terinspirasi film “Silence of The Lamb” saat ada tokoh politik yang tak kunjung bersaksi. Kami juga pernah memajang desain ala film “Pirate of The Caribbean” untuk menggambarkan “perampokan” uang negara.
Rafah masih membara. Panas matahari yang menggigit serta debu sisa-sisa pengeboman masih di mana-mana, saat Tempo datang ke perbatasan Rafah, Gaza, Palestina. Tiga jam sebelum Tempo sampai perbatasan, bom-bom Israel memporakporandakan Rafah, dan sebagian menyasar pejuang Hamas yang menyembunyikan terowongan di rumah-rumah mereka. Kota berpenduduk 40 ribu jiwa itu memang penuh terowongan.
Tempo di perbatasan Gaza? Ya. Demi pembaca kami hadir di perbatasan Rafah, menemui Sameeh Asyur, salah seorang warga Mesir yang di dekat rumahnya memiliki terowongan menuju Gaza. Koresponden Tempo di Kairo, Mesir, Akbar Pribadi Brahmana Aji sengaja kami tugaskan merapat ke Gaza. Hasilnya sebuah reportase yang basah tentang Manusia Terowongan yang dimuat di Tempo pekan ini dan Koran Tempo pekan lalu.
Bukan cuma Akbar yang merapat ke Gaza, wartawan Tempo Angela Dewi juga mewawancarai langsung para pengungsi di Gaza lewat telepon. Jerit, tangis terekam dalam laporannya. “Saya berurai air mata saat mendengarkan mendengar jerit kesakitan anak palestina yang terdengar saat mengobrol lewat telepon dengan pengungsi di Jalur Gaza,” katanya.
Salah satu kepedihannya itu termuat di tulisannya berjudul Suara dari Neraka . Dia juga menulis untuk blog di Facebooknya Untuk Munir dan Muhammad di Kamp Pengungsi Maghazi Berikut ini kutipan surat itu:
Munir dan Muhammad di Kamp Pengungsi Maghazi
Munir dan Muhammad,
Terima kasih sudah mengangkat teleponku ketika hendak mengobrol dengan ayah kalian. Dia sungguh sibuk sekali, memantau situasi di jalanan gaza dan melaporkannya ke seluruh dunia.
Aku senang mendengar suara kalian tertawa cekikikan di telepon. Rasanya lega juga, ada anak-anak Palestina yang masih bisa tertawa. Sungguh sebuah hiburan yang menentramkan di tengah impitan derita yang tak jelas ujungnya.
Oh ya munir, kata ayahmu, engkau rajin sekali memantaukan berita di televisi untuknya. Anak hebat dirimu. Tetap kuat di tengah suasana yang mencekam seperti itu.
Muhammad, kata ayahmu engkau juga makin hebat dan kuat. Tidak lagi menjerit kencang ketika mendengar suara pesawat yang menggelegar dan menjatuhkan bom.
Hari ini, di koran-koran kubaca Israel menjatuhkan bom curah di tengah udara dingin yang membekap kotamu. Aku berdoa dalam ketakutan dan rasa geram. Mudah-mudahan rumah kalian di tengah kamp pengungsian, terhindar dari zat kimia laknat itu.
Jauh dari tanah kalian, anak-anakku titip doa untuk kalian. Mudah-mudahan esok kalian terjaga di tengah pagi yang bening, tenang, tanpa gelegar pesawat tempur. Dalam dunia yang damai.

Selain laporan langsung dari Gaza, semua lini, desainer infografis kami Machfoed Gembong serta kepala desain Koran Tempo, Yuyun juga bekerja keras menurunkan laporan terhebat. Anda bisa menyimaknya dalam dua pekan terakhir cover Koran Tempo selalu penuh warna dan penuh grafis.
Ini untuk Anda, para penggemar Tempo dan Koran Tempo.
Barack Obama menang? Mungkin sudah bukan kejutan lagi. Yang mengejutkan adalah bagaimana Si Anak Menteng ini bisa meraih suara demi suara. Tempointeraktif.com berusaha keras melacak kepiawaiaan Obama, menghitung berapa dana kampanyenya, berapa banyak iklannya, juga gerilyanya di dunia Facebook, MySpace, dan YouTube–tiga pilar utama kampanye di dunia maya.
Hasilnya? Obama benar-benar membuat banyak orang kagum. Saat rivalnya dari Partai Republik John McCain sibuk berkampanye negatif–mulai dari soal hubungan Obama dengan teroris sampai kisah Joe Si Tukang Ledeng, Obama justru sibuk berkampanya positif. Dia memulai kampanye dengan gaya web 2.0 menggandeng mantan petinggi Facebook.
Nah, kisah selengkapnya soal itu, Anda bisa menikmatinya di gepok khusus Pemilu Amerika Serikat yang sudah kami siapkan di http://www.tempointeraktif.com/pemiluas . Tak lupa kami juga menyisipkan infografis tentang perjalanan Obama dan McCain menuju kursi di Gedung Putih. Sejauh ini, baru kamilah (www.tempointeraktif.com) yang pertama kali meluncurkan infografis seperti ini di Indonesia. Selamat menikmati.