Enak di Blog dan Perlu

Buku

Di antara buah pikir yang mempengaruhi cara manusia modern dalam memandang semesta ini ialah teori relativitas Albert Einstein. Di antara fisikawan sezamannya, bahkan generasi berikutnya, nama Einstein selalu disebut yang pertama bila kita bertanya ihwal siapa ilmuwan paling berpengaruh setelah Isaac Newton.

einsteinWilayah pengaruh Einstein bahkan melampaui ranah fisika. Kesadarannya mengenai isu-isu kemanusiaan memperlihatkan keluasan minatnya. Surat Einstein (1939) kepada Presiden AS Roosevelt perihal kekhawatirannya bahwa Jerman akan membuat bom dianggap mempengaruhi presiden tersebut untuk memulai Proyek Manhattan. Einstein sendiri tidak terlibat dalam proyek ini.

Keluasan perhatian Einstein terlihat betul dalam kutipan dari ucapan, pidato, surat pribadi, maupun tulisan-tulisan Einstein di luar urusan fisika yang dihimpun Alice Calaprice. Hasil kerja tekun Calaprice membuahkan buku The Ultimate Quotable Einstein (terbit 2011) yang memuat sekitar 1.600 kutipan yang mencakup beragam isu, mulai dari perdamaian, Tuhan, pendidikan, teman-teman, anak-anaknya hingga soal musik.

» baca selengkapnya

Ketika mendengar kabar bahwa Eastman Kodak Co. mengajukan permohonan perlindungan kepailitan pekan lalu, saya teringat pada satu buku menarik yang ditulis oleh Jagdish N. Sheth. Buku ini ditulis oleh guru besar kompetisi global di Goizueta Business School at Emory University, AS, tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan seorang eksekutif perusahaan kepadanya. Pertanyaan yang membuat Sheth penasaran untuk mencari tahu jawabannya itu berbunyi seperti ini: “Mengapa perusahaan bagus bisa gagal?”

7-tanda-kehancuran-bisnis-suksesKarya yang berjudul The Self Destructive Habits of Good Companies (edisi Indonesianya: 7 Tanda Kehancuran Bisnis Sukses, Gramedia, 2008) ini memaparkan kebiasaan-kebiasaan buruk perusahaan sukses yang menyeret mereka ke dasar jurang. Banyak di antara 62 perusahaan yang dipuji-puji Tom Peters dan Robert Waterman dalam buku laris mereka, In Search of Excellence (1982), ternyata mengalami kesulitan serius dalam dua dekade terakhir, termasuk ikon bisnis AS seperti AT&T, Xerox, dan Kodak.

Sebagian di antara perusahaan itu mampu bangkit kembali. Ada yang tengah berusaha keras memulihkan diri ketika buku ini ditulis pada 2007. Lainnya kemungkinan besar bangkrut. Apa saja kebiasaan buruk yang membuat perusahaan sukes ini merosot tajam?

» baca selengkapnya

, ,

Tatkala banyak media mengangkat karya kreatif yang dibuat sejumlah SMK, disusul rame-rame lagi soal ‘mobil nasional’, saya lantas teringat sebuah buku yang diterbitkan oleh Prasetiya Mulya Publishing. Buku ini merupakan himpunan tulisan sejumlah akademisi di lingkungan Prasetiya Mulya. Buku berjudul Prasetiya Mulya on INNOVATION ini menarik lantaran meneropong isu inovasi dari berbagai sudut.

inovasi-prasetya-mulyaInovasi memang kerap dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam memenangi persaingan bisnis. Sejumlah survey tingkat global yang menyertakan responden pimpinan perusahaan menyebut bahwa inovasi merupakan jalan keluar untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

Dalam kenyataannya, inovasi lebih sering jadi wacana saja. Banyak pelaku bisnis yang lebih memilih jalan aman untuk mendapatkan profit, alih-alih memikirkan inovasi atas produk atau jasa yang ditawarkannya. “Jika dengan cara yang gampang saja bisnis sudah menguntungkan, mengapa mesti memikirkan inovasi?” begitulah jalan pikiran pelaku bisnis yang memikirkan keuntungan jangka pendek semata.

» baca selengkapnya

,

Bagi banyak karyawan maupun manajer, kesalahan terasa terus menguntit kemanapun ia pergi. Kesalahan membuat sebagian karyawan takut mengambil keputusan, ragu-ragu untuk bertindak, dan gelisah memikirkan kesalahan terus-menerus. Apakah setiap kesalahan itu sama, dalam arti salah ya salah, tidak ada manfaat apapun yang dapat diambil darinya, bagi pribadi si karyawan maupun bagi perusahaan?

brilliant-mistakes-2“Banyak hal yang kelihatan bodoh di saat ini, tapi akan terbukti brilian di masa depan,” ujar Paul Schoemaker. Bagi para manajer, kata direktur riset Mack Center for Technological Innovation ini, tantangannya ialah bagaimana mengenali hal itu. Dan ini hanya bisa terjadi bila para pemimpin (organisasi, perusahaan) menciptakan ruang yang cukup bagi terjadinya apa yang disebut Schoemaker sebagai ‘kesalahan produktif’.

Dalam buku barunya yang menarik, Brilliant Mistakes: Finding Success on the Far Side of Failure (Wharton Digital Press, 2011), Schoemaker menyebutkan bahwa banyak penemuan yang lahir dari kesalahan. Contohnya, mesin ATM, makanan organik, dan sigaret bebas tembakau. Gagasan tentang brilliant mistake memang terkesan paradoksal. Namun Schoemaker menunjukkan bahwa tidak setiap kesalahan itu sama. Dalam buku ini, Schoemaker mendefinisikan kesalahan sebagai keputusan, tindakan, atau penilaian yang kurang optimal dibandingkan apa yang diketahui mungkin untuk dilakukan saat itu.

» baca selengkapnya

, ,

Banyak sekali buku yang terbit di Indonesia tahun ini. Jumlah judul buku terjemahan kemungkinan masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah judul buku asli berbahasa Indonesia. Saya katakan mungkin, karena perkiraan ini hanya berdasarkan penglihatan selintas di rak-rak toko buku.

blog-tembok-besarDi antara judul-judul itu, banyak yang menarik untuk dibaca karena memang bagus dari segi isi, desain sampulnya, tata letak isinya, cara menyajikannya, bahasa ungkapnya, maupun isi materinya. Banyak pula yang layak untuk memperoleh perhatian karena kebaruan temanya.

Sebagian naskah asli ada yang digarap serius, seperti buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya, tapi banyak pula buku yang digarap dengan gaya ‘kejar tayang’ seperti di dunia sinetron. Buku-buku seperti ini ditulis cepat karena “mengejar” momen tertentu.

Anda mungkin menemukan buku-buku terbitan 2011 yang menarik dan layak dibaca. Entah itu non-fiksi ataupun fiksi. Naskah Indonesia asli ataupun terjemahan. Nah, berikut ini beberapa buku non-fiksi yang menurut hemat saya menarik dan layak dibaca. Anda mungkin punya judul-judul lain yang tak kalah menarik.

» baca selengkapnya

selanjutnya »