Enak di Blog dan Perlu

Mardiyah Chamim

Kali ini saya akan membahas lagu First of May yang ditulis oleh Bee Gees pada 1968. Ini salah satu lagu favorit saya. Terdengar indah, apalagi jika yang melantunkan adalah Mbak Sarah Brightman yang cantik bersuara bidadari. Waduh. So beautiful and sublime.

Di sela musik yang tidak hingar-bingar, lagu ini dengan ajaib merembes ke hati. Betapa tidak, dia bercerita tentang sesuatu yang berharga yang kita miliki (christmas tree, bisa bermakna cinta atau apa pun yang luar biasa bagi kehidupan seseorang), yang begitu kita hargai di masa muda.

Namun, begitu kita beranjak menua, kita tak lagi menghargai apa yang kita miliki (now we are tall, and christmas tree are small). Bahkan, keindahan yang sengaja ditumbuhkan Tuhan untuk kita, sengaja pula kita abaikan (the apple trees, that grew for you and me, i watched the apples falling one by one).

Bagian yang paling menyentuh dari syair lagu ini adalah : “As i recalled, te moment of them all, the day i kiss you cheek and you were gone”.

Melalui browsing di internet, saya tahu bahwa Bee Gees menciptakan lagu ini sebagai gambaran tentang hilangnya sebuah kesempatan. Tentang sebuah titik balik, lantaran kita mengabaikan sesuatu yang berharga (the moment of them all) yang ditunjukkan lewat afeksi (the day i kiss you cheek), hilangnya kesempatan (akan sebuah cinta) telah hilang (you were gone).

Aduhai. Sungguh lagu ini sebuah langkah indah untuk memulai hari dan membuat saya belajar menghargai karunia Tuhan.

First of May

When I was small, and Christmas trees were tall,
we used to love while others used to play.
Don’t ask me why, but time has passed us by,
someone else moved in from far away.
Now we are tall, and Christmas trees are small,
and you don’t ask the time of day.
But you and I, our love will never die,
but guess who’ll cry come first of May.
The apple tree that grew for you and me,
I watched the apples falling one by one.
And as I recall the moment of them all,
the day I kissed your cheek and you were gone.
Now we are tall, and Christmas trees are small,
and you don’t ask the time of day.
But you and I, our love will never die,
but guess who’ll cry come first of May.
When I was small, and Christmas trees were tall,
do do do do do do do do do …
Don’t ask me why, but time has passed us by,
someone else moved in from far away

Komentar [23]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

23 Komentar untuk “First of May”

  1. Blog Strategi + Manajemen | 5 November, 2007 17:19

    Romantis dan menyentuh…..:). Bagaimana Diyah kabarmu? Ini Erik, teman lamamu…..go to my blog kalau ada waktu….

  2. Patrick | 5 November, 2007 18:38

    Aku tinggal di pulau Bangka, sebuah pulau yang kira-kira berjarak 400 km dari Jakarta. Tepatnya aku tinggal di kota Pangkalpinang, ibukota Propinsi Bangka Belitung. Dengan jumlah penduduk sekitar 1 (satu) juta jiwa, propinsi ini jauh dari terkenal. Tapi aku “beruntung” , hidup di daerah tertinggal, dimana setiap orang mantenan atau ada pesta, hiburan yang disajikan umumnya pakai organ tunggal atau karo-koe :-))

    Saat aku masih kecil, di rumah sering ku dengar lagu-lagu, yang diputar ayah dari piringan hitam. Salah satu lagu yang cukup “merembes” ke dalam hati adalah lagu First Of May. Terutama bagian:

    “dooo dooo dooo dooo
    dooo dooo dooo dooo dooo
    (tanpa musik)
    don’t ask me why
    the time has passed us by
    someone else moved in from far away

    Menurutku, menyanyikan bait ini, ada sikap pasrah, penyerahan diri.

    Saat ke cafe2 atau kondangan, aku sering naik ke panggung dan menyanyikan lagu ini.
    Umumnya orang bertepuk tangan. Aku tau diri, suaraku pas-pasan. Mereka bertepuk tangan bukan karena suaraku, tapi karena indah dan damainya lagu ini. Alangkah bahagia hatiku, ketika tahu masih banyak warga biasa(rerata pendidikannya tidak tinggi)yang masih bisa tersentuh dan terharu oleh “keindahan”.

    Tentunya yang menulis blog ini juga amat peka dan mencintai keindahan. Bukankah begitu, adik Diyah ?

  3. Zan's | 6 November, 2007 21:28

    Bagi saya belum bisa merasakan Mardiyah Chamim, karena saya belum pernah mendengarnya.

  4. mardiyah | 7 November, 2007 06:39

    Erik, hai apa kabar? Jadi benar memang dirimu yang dapet penghargaan dalam pertemuan blogger beberapa pekan lalu. aku liat wajahmu di tv, tapi kurang yakin. oke, i’ll visit your blog.

    Buat Patrick, terimakasih. Sungguh sebuah pujian yang menyenangkan, juga sebuah kebahagiaan bisa berbagi keindahan :-)

  5. CakBowo | 7 November, 2007 09:21

    Lagu ini memang gak ada matinya.
    Cocok untuk segala masa.

  6. Piet Mambang | 7 November, 2007 11:00

    Sy juga penggemar lagu Bee Gees, termasuk first of may. Tapi saya heran, kalau bicara 1 mei, ingatan saya malah ke “May Day”, hari Buruh yang berbau komunis.
    Apalagi kalau mengingat nasib buruh (baik yang lokal maupun yang migrant).
    Gak ada indah-indahnya (buat saya).

  7. aang | 19 November, 2007 22:04

    wah menyentuh bgt emg.awlny sy tdk suka sarah brighman.tp tmn saya terus mencekcoki saya dengan menyetel dvd konser dia tiap saya berkunjung.alhasil,lg time to say goodbye menjadi the most lovely song.tapi tetap christina aguilera.speaking of sarah brightman,jd ingat gita gutawa.kayakny klo gita di menej dengan baik.bakalan bisa mendunia.

  8. atmo | 4 October, 2008 20:20

    Lagu2 BeeGees memang rata2 liriknya sangat puitis dan isinya “mentes”. Tidak seperti lagu2 pop masa kini yg begitu2 aja. Bandingannya di NKRI ini barangkali lagu2 BIMBO, yang juga tak lekang dimakan usia.

  9. didit | 7 November, 2008 14:25

    Semua berubah, tak usah bertanya pada siapapun.
    Pohon yang dulu nampak besar, sekarang nampak kecil karena kita menjadi besar.
    Kekawanan yang dulu sangat menakjubkan, sekarang bertukar dengan nilai rupiah..
    Sesuatu terjadi dan begitu saja kita biarkan berlalu.
    Hati kita di masa kanak-kanak yang diajari dengan bahasa cinta kasih dari ayah dan bunda, sekarang tak beda dengan kalkulator yang hanya bisa menghitung uang.
    Ada sesuatu yang memang sudah pergi, tapi tak semua, masih ada yang tersisa. Masih tersisa harapan untuk mengajari diri sendiri bahasa kasih seperti masa kecil kita….

  10. didit | 7 November, 2008 14:38

    koq jadi aneh nih… klik blog saya larinya ke bible.. Maaf, saya kira ada sesuatu yang salah di sini.

  11. Robert | 27 November, 2008 23:12

    Ya,lagunya bee gees yg dibuat sebelum 1975 emang bagus.ngalahin lagu masa kini. Yang lebih menakjubkan,kok ya bisa abadi sampai puluhan tahun.cocok digambarin dngn First of May,walaupun sgala sesuatu berubah tapi cinta tak akan pernah mati.

  12. chandrafizanta ardjanggi | 20 December, 2008 10:13

    .
    “First of May”, lagu masa kecilku yang Sejati dan Indah
    .
    Dan Yang pantas menyanyikan yah memang ROBIN GIBB (alm.) sendiri (bersama kakak-2 nya di Bee Gees)
    Dengan kejujuran dan suasana jiwa yang asli !
    ~chf.

  13. Binchoutan | 3 May, 2009 20:36

    wah wah… sekarang saja jadi lebih memahami apa makna dari lagu ini.. benar2 menyentuh..
    mungkin karena dulu sewaktu jamanya Bee Gees saya blum lahir jadi baru dengar lagu ini ketika di nyanyikan lagi oleh Olivia Ong.. weww suaranya bening menyanyikan lagu ini

  14. Arief Y | 19 May, 2009 06:33

    Iya Asyik juga, gimana rasanya mendengarkan sang pelantun kolaborasi bersama….

  15. raden | 9 October, 2009 07:58

    menyentuh bangets….

  16. anggi | 1 June, 2010 10:12

    God save The Beegees!

  17. egi | 7 October, 2010 18:33

    di peringkat ke 35 lagu terbaik sepanjang masa nomer satunya a whiter shade of pale dari procol harum

  18. pramanahadi | 9 November, 2010 14:11

    @ saudaraku egi: dapet darimana itu pemeringkatan, kasih tahu dong. terima kasih.

  19. darius hutagalung | 8 December, 2010 17:16

    cara mis Mardiyah menulis first of may, salut. Mis Mardiyah intelek. mengingatkan banyak orang untuk menyeimbangkan hidupnya. tetap ingat pada karunia Tuhan. God bless you Mis Mardiyah.

  20. Robertus Galih | 10 December, 2010 01:03

    Lagu ini mirip dengan lagu Indonesia tapi judulnya lupa, pas refrainnya kalo d ganti lirik daku ingin jiwa raga ini la la la la la la….. coba d ingat2 dehh. Thanks

  21. Phentermine. | 13 March, 2011 19:00

    Phentermine….

    Phentermine….

  22. Levothyroxine photo. | 4 April, 2011 04:24

    Levothyroxine….

    Synthetic thyroid hormones levothyroxine. Levothyroxine weight loss. Buy levothyroxine. Levothyroxine….

  23. Andika | 4 April, 2011 19:55

    Agak mirip sama lagunya Gombloh yang “Bendera”

Silakan berkomentar, kawan!