<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pelajaran dari Kasus Prita Mulyasari</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 21:49:58 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: new world investor</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-2/#comment-167657</link>
		<dc:creator>new world investor</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 05:24:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-167657</guid>
		<description>wah,,kasian skali mbak prita ya,,,
smoga mbk prita diberikan kesabaran n ktabahan hati dalam menjalani smuanya... 
yg benar pst akan slalu menang,,,cukup tinggal tunggu waktu saja,,,smangat mbak
dan ini juga jd pelajaran buat kita smua untuk slalu berhati2 dalam bertindak ataupun berbicara...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,,kasian skali mbak prita ya,,,<br />
smoga mbk prita diberikan kesabaran n ktabahan hati dalam menjalani smuanya&#8230;<br />
yg benar pst akan slalu menang,,,cukup tinggal tunggu waktu saja,,,smangat mbak<br />
dan ini juga jd pelajaran buat kita smua untuk slalu berhati2 dalam bertindak ataupun berbicara&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jabon</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-85081</link>
		<dc:creator>jabon</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 07:39:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-85081</guid>
		<description>tapi jangan kritik-kritikkan terus,, kapan membangunya??? hihe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi jangan kritik-kritikkan terus,, kapan membangunya??? hihe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jabon</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-72483</link>
		<dc:creator>jabon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 12:38:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-72483</guid>
		<description>yach gak apa-apa donk mengkritik, asal itu bener-bener membangun!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yach gak apa-apa donk mengkritik, asal itu bener-bener membangun!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhia</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-69567</link>
		<dc:creator>dhia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 11:53:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-69567</guid>
		<description>betul, kita harus berhati hati dalam mengkritik tapi, setidaknya rs omni juga pelajar dari situ bahwa pelanggan nya mengeluh dan menerima keluhan pelanggan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul, kita harus berhati hati dalam mengkritik tapi, setidaknya rs omni juga pelajar dari situ bahwa pelanggan nya mengeluh dan menerima keluhan pelanggan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rozak</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-47554</link>
		<dc:creator>Rozak</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 04:11:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-47554</guid>
		<description>kita bangsa indonesia baru dapat materi kedewasaan berdemokrasi yang telah ternodai.satu dari ratusan kasus muncul didepan kita.harapan saya semoga khalayak bisa menilai dengan jujur dan bisa merasakan derita yang di alami bu prita,jika kita yang mengalami hal yang sama,belum tentu bisa setegar bu prita.salut untuk bu prita.untuk RS OMNI semoga tidak terjadi lagi kasus yang memalukan, dan memilukan .berbesar hatilah terhadap kritik,hanya bagaimana saja kita menghadapinya sehingga bisa sebagai acuan untuk lebih baik kedepan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita bangsa indonesia baru dapat materi kedewasaan berdemokrasi yang telah ternodai.satu dari ratusan kasus muncul didepan kita.harapan saya semoga khalayak bisa menilai dengan jujur dan bisa merasakan derita yang di alami bu prita,jika kita yang mengalami hal yang sama,belum tentu bisa setegar bu prita.salut untuk bu prita.untuk RS OMNI semoga tidak terjadi lagi kasus yang memalukan, dan memilukan .berbesar hatilah terhadap kritik,hanya bagaimana saja kita menghadapinya sehingga bisa sebagai acuan untuk lebih baik kedepan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kasus Prita Mulyasari &#171; Pasukan Cacat Mental</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-47383</link>
		<dc:creator>Kasus Prita Mulyasari &#171; Pasukan Cacat Mental</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 00:19:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-47383</guid>
		<description>[...] 2009 &#124; Wicaksono &#124; Blog Komentar [43] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 2009 | Wicaksono | Blog Komentar [43] [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hishamuddin Rais</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-47356</link>
		<dc:creator>Hishamuddin Rais</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 18:20:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-47356</guid>
		<description>Sistem dua parti ilusi kaum pemodal
	Hishamuddin Rais

Pada tahun ini, wacana politik dalam negara kita cuba menyebarkan berita tentang kemungkinan terwujudnya sistem dua parti – BN dan Pakatan Rakyat.

Malah huha huha tentang sistem dua parti ini telah tersebar lama. Ada yang tersenyum gembira seperti malam pertama berdua-duaan di bilik bersama kekasih sewaktu mendengar kemungkinan ini.

Sistem dua parti ini satu penipuan - satu ilusi yang dirancang oleh kaum pemodal; satu pemesongan projek demokrasi yang amat terancang untuk mengaburi mata orang ramai agar gagal melihat intipati politik dan makna hakiki demokrasi.

Lalu saya bertanya, siapa yang dapat membezakan Pepsi dengan Coke? Siapa yang dapat membezakan Adidas dengan Puma? Hakikatnya, pemilik saham Pepsi juga pemilik saham Coke.

Hakikatnya, Puma dan Adidas dua beradik yang membuka peniagaan yang sama – satu kedai di kiri jalan dan sebuah lagi di kanan jalan. Kedua-duanya mengamalkan sistem kapitalis yang berlandaskan keuntungan. Perbezaannya, hanya ejaan yang bermula dengan A dan P.

Kita wajib sedar bahawa kaum pemodal akan terus merancang untuk memastikan kepentingan ekonomi mereka selamat. Apa yang mereka pertahankan bukan seekar kebun getah atau sebuah Kancil.

Yang mereka pertahankan, sistem ekonomi kapitalis yang selama 150 tahun ini telah mengembungkan saku dan dompet mereka. Sistem ini telah menjadikan mereka senang- lenang dan kaya-raya dengan harta berbilion-bilion dolar dan ringgit.

Kuasa yang mengancam dan menyusahkan kehidupan umat manusia di dunia hari ini sebenarnya kuasa kaum pemodal. Kaum pemodal inilah yang merancang untuk memastikan parti apa yang naik dan parti apa yang turun.

Siapa dapat jadi menteri dan siapa yang akan dipencenkan. Para politikus dalam sistem kapitalis ini hanyalah Mat Heboh yang diupah berlabun di Parlimen untuk menggubal undang-undang dan memastikan kepentingan kaum pemodal dijaga rapi.

Perhatikan bagaimana undang-undang yang diluluskan di Parlimen TIDAK akan dan TIDAK pernah menyebelahi kepentingan kaum buruh atau kaum pekerja. Perhatikan, cukai yang dikenakan. Pemotongan cukai untuk kaum pemodal akan diutamakan.

Dalam masa yang sama, mereka yang miskin akan berselirat dengan cukai. Kalau tidak percaya, sila tunggu cukai baru: cukai barang dan khidmat. Akan terlondeh seluar dalam Mak Minah dan akan tergadai kapcai Pak Ali apabila cukai ini sampai.

Jika masih belum yakin biar saya nyatakan satu lagi contoh terbaik. Lihat apa yang terjadi kepada dasar kerajaan Pakatan di Selangor yang melarang bangunan didirikan di lereng bukit.

Dasar ini cita-cita Pakatan Rakyat ketika berkempen untuk membawa kebaikan dan keselamatan kepada warga. Lihat pula apa yang berlaku di belakang tabir. Kaum pemodal – pemaju dan para kontraktor telah – melobi dan akhirnya larangan ini ditarik kembali. Kenduri menarah bukit diteruskan semula.

Lihat pula apa yang terjadi apabila berlaku runtuhan di Bukit Antarabangsa. Laporan yang ingin diumumkan oleh kerajaan Pakatan Rakyat Selangor gagal kerana laporan ini diikat oleh Akta Rahsia Rasmi (OSA).

Akta seperti ini semuanya diwujudkan untuk memastikan kaum pemodal – syarikat pemaju , kontraktor dan syarikat bekalan air – terselamat dan keuntungan mereka terjamin. Yang mati terkambus telah selamat ditalkinkan, jangan buat bising lagi, biarkan badan mereka dimakan cacing!

Kenyataan ini bukanlah tohmahan, propaganda atau berita putar yang saya ajukan kerana saya muflis dan tidak memiliki harta kekayaan. Ia adalah hakikat di hadapan mata kita. Buka mata dan dengar. Buka telinga dan lihat.

Klik komputer dan baca. Jangan menjadi Mat Malas. Ketuk kepala lutut dan goncangkan kepala untuk berfikir. Nilai dan fahami mana tohmahan, mana pula yang putar alam dan apa itu kebenaran

Kaum pemodal dan para kapitalis bergerak dengan licik. Ketika ini kaum pemodal di Malaysia melihat dan membaca tanda-tanda politik yang sedang berlaku di dalam negara ini.

Mereka menyedari bahawa gaya dan politik lama yang selama ini membawa keuntungan yang amat lumayan tidak mungkin akan berterusan.

Apa yang terjadi pada 8 Mac 2008 mengajar mereka untuk memahami bahawa warga dalam negara ini mahukan perubahan dan sedang menuntut hak demokrasi mereka.

Dengan arif dan dengan wang ringgit, kaum pemodal merancang untuk melahirkan apa yang dipanggil “sistem dua parti”. Contoh sistem dua parti ini sedang kita lihat berjalan dengan lancar di United Kingdom dan Amerika Syarikat.

Di UK. ada Parti Konservatif dan Parti Buruh, di Amerika ada Parti Republikan dan Parti Demokrat.

Parti-parti ini bertukar ganti untuk menjalankan pentabiran. Thatcher dari Parti Konservatif akhirnya diganti oleh Tony Blair dari Parti Buruh. George Bush Sr dari Republikan diganti oleh Bill Clinton dari Demokrat. Kemudian Clinton diganti oleh George Bush Jr yang kemudiannya digantikan pula oleh Barack Obama dari Parti Demokrat.

Parti politik dan susuk yang memimpin pentabiran kelihatan bertukar berganti. Tetapi hakikatnya sistem ekonomi kapitalis tidak berubah. Beginilah silap mata Pepsi Cola dan Coca Cola yang selama ini telah berjaya menipu.

Kapitalisme tidak berganjak. Kaum pemodal tidak hilang keuntungan walau parti mana pun yang naik atau turun.

Justeru, perubahan antara Demokrat kepada Republikan atau Konservatif kepada Buruh hanyalah satu ilusi untuk menipu orang ramai. Tidak ada apa-apa perubahan hakiki yang telah berlaku.

Tuan punya bank masih kaya-raya. Tuan punya kilang masih memerah tenaga buruh murah. Para kontraktor masih membalon orang ramai. Cukai masih di tahap yang sama. Kaum pemodal terus melipatkangandakan keuntungan.

Orang ramai dan para pengundi digula-gulakan dengan perubahan daripada parti ini kepada parti itu; daripada presiden yang ini kepada presiden yang itu. Beginilah helah kaum pemodal agar orang ramai tidak akan menuntut perubahan sistem yang sedia ada.

Dalam kempen-kempen pilihan raya, kita akan mendengar labon dari Mat Heboh yang ingin menjadi YB. Teliti dengan rapi: mereka semuanya berjanji untuk menubuhkan sebuah kerajaan yang lebih baik daripada yang sedia ada.

Apa sebenarnya janji-janji para Mat Heboh bakal YB ini? Mereka berjanji akan menjalankan pentabiran dengan lebih cekap, lebih amanah dan lebih bersih. Ertinya mereka berjanji akan menjadi Mat Heboh yang lebih cekap, lebih amanah dan lebih bersih kepada kaum pemodal.

Merekalah Mat Heboh yang terbaik untuk mengendalikan sistem ekonomi kapitalis ini.

Tidak pernah kita mendengar bahawa yang haprak dan yang membawa kemudaratan terhadap umat manusia hari ini ialah sistem ekonomi kapitalis yang mengajukan rukun imannya: keuntungan maksimum.

Rukun iman inilah yang sedang membawa porak-peranda kepada kita semua hari ini. Keuntungan maksimum yang dijadikan rukun iman ini akan membolehkan apa sahaja dilakukan asalkan ia membawa untung.

Balak dikeluarkan kerana ia membawa untung. Pelacur datang dari China kerana ia membawa untung. Hospital diswastakan kerana ia membawa untung. Dadah diniagakan kerana ia membawa untung.

Jika kita menyedari hakikat ini, maka kita tahu bahawa sistem dua parti ini hanyalah kong kalikong. Tidak ada apa-apa perubahan hakiki yang akan berlaku jika yang diajukan untuk dipilih hanyalah “siapa yang lebih cekap” mentabir sistem kapitalis.

Adakah BN lebih baik untuk keuntungan kapitalis atau Pakatan Rakyat yang akan mentabir dengan baik sistem kapitalis ini? Jika inilah persoalannya, maka saya jamin kita semua kena tipu oleh kaum pemodal dengan sistem dua parti yang sedang mereka rancangkan.

Apa yang seharusnya kita tuntut bukan sistem dua parti; bukan siapa yang lebih cekap dan lebih amanah mentabir sistem kapitalis. Yang wajib menjadi rukun iman kita, menghancurkan sistem ekonomi yang berasaskan keuntungan maksimum.

Yang menjadi rukun iman, kita berjuang untuk melahirkan sistem ekonomi yang berasaskan kebajikan untuk umat manusia.

Sistem dua parti atau dua ratus buah parti ini tidak memiliki apa-apa makna yang hakiki jika kita masih lagi dalam sistem ekonomi yang berimankan keuntungan maksimum. Apa yang wajib kita sokong bukan mereka yang berijazah, berdatuk, bertun atau berserban - ini semua tidak penting.

Yang penting, mereka yang bangun berjuang untuk melahirkan satu sistem ekonomi yang berimankan kebajikan untuk manusia.

Kita jangan ditipu untuk diberi pilihan sama ada untuk membeli kasut Adidas atau kasut Puma. Kita mahukan kasut kulit yang baru. Kita jangan ditipu untuk memilih Coca Cola atau Pepsi Cola. Kita tidak mahu minuman itu; kita kita mahu air buah avocado yang sihat untuk umat manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem dua parti ilusi kaum pemodal<br />
	Hishamuddin Rais</p>
<p>Pada tahun ini, wacana politik dalam negara kita cuba menyebarkan berita tentang kemungkinan terwujudnya sistem dua parti – BN dan Pakatan Rakyat.</p>
<p>Malah huha huha tentang sistem dua parti ini telah tersebar lama. Ada yang tersenyum gembira seperti malam pertama berdua-duaan di bilik bersama kekasih sewaktu mendengar kemungkinan ini.</p>
<p>Sistem dua parti ini satu penipuan - satu ilusi yang dirancang oleh kaum pemodal; satu pemesongan projek demokrasi yang amat terancang untuk mengaburi mata orang ramai agar gagal melihat intipati politik dan makna hakiki demokrasi.</p>
<p>Lalu saya bertanya, siapa yang dapat membezakan Pepsi dengan Coke? Siapa yang dapat membezakan Adidas dengan Puma? Hakikatnya, pemilik saham Pepsi juga pemilik saham Coke.</p>
<p>Hakikatnya, Puma dan Adidas dua beradik yang membuka peniagaan yang sama – satu kedai di kiri jalan dan sebuah lagi di kanan jalan. Kedua-duanya mengamalkan sistem kapitalis yang berlandaskan keuntungan. Perbezaannya, hanya ejaan yang bermula dengan A dan P.</p>
<p>Kita wajib sedar bahawa kaum pemodal akan terus merancang untuk memastikan kepentingan ekonomi mereka selamat. Apa yang mereka pertahankan bukan seekar kebun getah atau sebuah Kancil.</p>
<p>Yang mereka pertahankan, sistem ekonomi kapitalis yang selama 150 tahun ini telah mengembungkan saku dan dompet mereka. Sistem ini telah menjadikan mereka senang- lenang dan kaya-raya dengan harta berbilion-bilion dolar dan ringgit.</p>
<p>Kuasa yang mengancam dan menyusahkan kehidupan umat manusia di dunia hari ini sebenarnya kuasa kaum pemodal. Kaum pemodal inilah yang merancang untuk memastikan parti apa yang naik dan parti apa yang turun.</p>
<p>Siapa dapat jadi menteri dan siapa yang akan dipencenkan. Para politikus dalam sistem kapitalis ini hanyalah Mat Heboh yang diupah berlabun di Parlimen untuk menggubal undang-undang dan memastikan kepentingan kaum pemodal dijaga rapi.</p>
<p>Perhatikan bagaimana undang-undang yang diluluskan di Parlimen TIDAK akan dan TIDAK pernah menyebelahi kepentingan kaum buruh atau kaum pekerja. Perhatikan, cukai yang dikenakan. Pemotongan cukai untuk kaum pemodal akan diutamakan.</p>
<p>Dalam masa yang sama, mereka yang miskin akan berselirat dengan cukai. Kalau tidak percaya, sila tunggu cukai baru: cukai barang dan khidmat. Akan terlondeh seluar dalam Mak Minah dan akan tergadai kapcai Pak Ali apabila cukai ini sampai.</p>
<p>Jika masih belum yakin biar saya nyatakan satu lagi contoh terbaik. Lihat apa yang terjadi kepada dasar kerajaan Pakatan di Selangor yang melarang bangunan didirikan di lereng bukit.</p>
<p>Dasar ini cita-cita Pakatan Rakyat ketika berkempen untuk membawa kebaikan dan keselamatan kepada warga. Lihat pula apa yang berlaku di belakang tabir. Kaum pemodal – pemaju dan para kontraktor telah – melobi dan akhirnya larangan ini ditarik kembali. Kenduri menarah bukit diteruskan semula.</p>
<p>Lihat pula apa yang terjadi apabila berlaku runtuhan di Bukit Antarabangsa. Laporan yang ingin diumumkan oleh kerajaan Pakatan Rakyat Selangor gagal kerana laporan ini diikat oleh Akta Rahsia Rasmi (OSA).</p>
<p>Akta seperti ini semuanya diwujudkan untuk memastikan kaum pemodal – syarikat pemaju , kontraktor dan syarikat bekalan air – terselamat dan keuntungan mereka terjamin. Yang mati terkambus telah selamat ditalkinkan, jangan buat bising lagi, biarkan badan mereka dimakan cacing!</p>
<p>Kenyataan ini bukanlah tohmahan, propaganda atau berita putar yang saya ajukan kerana saya muflis dan tidak memiliki harta kekayaan. Ia adalah hakikat di hadapan mata kita. Buka mata dan dengar. Buka telinga dan lihat.</p>
<p>Klik komputer dan baca. Jangan menjadi Mat Malas. Ketuk kepala lutut dan goncangkan kepala untuk berfikir. Nilai dan fahami mana tohmahan, mana pula yang putar alam dan apa itu kebenaran</p>
<p>Kaum pemodal dan para kapitalis bergerak dengan licik. Ketika ini kaum pemodal di Malaysia melihat dan membaca tanda-tanda politik yang sedang berlaku di dalam negara ini.</p>
<p>Mereka menyedari bahawa gaya dan politik lama yang selama ini membawa keuntungan yang amat lumayan tidak mungkin akan berterusan.</p>
<p>Apa yang terjadi pada 8 Mac 2008 mengajar mereka untuk memahami bahawa warga dalam negara ini mahukan perubahan dan sedang menuntut hak demokrasi mereka.</p>
<p>Dengan arif dan dengan wang ringgit, kaum pemodal merancang untuk melahirkan apa yang dipanggil “sistem dua parti”. Contoh sistem dua parti ini sedang kita lihat berjalan dengan lancar di United Kingdom dan Amerika Syarikat.</p>
<p>Di UK. ada Parti Konservatif dan Parti Buruh, di Amerika ada Parti Republikan dan Parti Demokrat.</p>
<p>Parti-parti ini bertukar ganti untuk menjalankan pentabiran. Thatcher dari Parti Konservatif akhirnya diganti oleh Tony Blair dari Parti Buruh. George Bush Sr dari Republikan diganti oleh Bill Clinton dari Demokrat. Kemudian Clinton diganti oleh George Bush Jr yang kemudiannya digantikan pula oleh Barack Obama dari Parti Demokrat.</p>
<p>Parti politik dan susuk yang memimpin pentabiran kelihatan bertukar berganti. Tetapi hakikatnya sistem ekonomi kapitalis tidak berubah. Beginilah silap mata Pepsi Cola dan Coca Cola yang selama ini telah berjaya menipu.</p>
<p>Kapitalisme tidak berganjak. Kaum pemodal tidak hilang keuntungan walau parti mana pun yang naik atau turun.</p>
<p>Justeru, perubahan antara Demokrat kepada Republikan atau Konservatif kepada Buruh hanyalah satu ilusi untuk menipu orang ramai. Tidak ada apa-apa perubahan hakiki yang telah berlaku.</p>
<p>Tuan punya bank masih kaya-raya. Tuan punya kilang masih memerah tenaga buruh murah. Para kontraktor masih membalon orang ramai. Cukai masih di tahap yang sama. Kaum pemodal terus melipatkangandakan keuntungan.</p>
<p>Orang ramai dan para pengundi digula-gulakan dengan perubahan daripada parti ini kepada parti itu; daripada presiden yang ini kepada presiden yang itu. Beginilah helah kaum pemodal agar orang ramai tidak akan menuntut perubahan sistem yang sedia ada.</p>
<p>Dalam kempen-kempen pilihan raya, kita akan mendengar labon dari Mat Heboh yang ingin menjadi YB. Teliti dengan rapi: mereka semuanya berjanji untuk menubuhkan sebuah kerajaan yang lebih baik daripada yang sedia ada.</p>
<p>Apa sebenarnya janji-janji para Mat Heboh bakal YB ini? Mereka berjanji akan menjalankan pentabiran dengan lebih cekap, lebih amanah dan lebih bersih. Ertinya mereka berjanji akan menjadi Mat Heboh yang lebih cekap, lebih amanah dan lebih bersih kepada kaum pemodal.</p>
<p>Merekalah Mat Heboh yang terbaik untuk mengendalikan sistem ekonomi kapitalis ini.</p>
<p>Tidak pernah kita mendengar bahawa yang haprak dan yang membawa kemudaratan terhadap umat manusia hari ini ialah sistem ekonomi kapitalis yang mengajukan rukun imannya: keuntungan maksimum.</p>
<p>Rukun iman inilah yang sedang membawa porak-peranda kepada kita semua hari ini. Keuntungan maksimum yang dijadikan rukun iman ini akan membolehkan apa sahaja dilakukan asalkan ia membawa untung.</p>
<p>Balak dikeluarkan kerana ia membawa untung. Pelacur datang dari China kerana ia membawa untung. Hospital diswastakan kerana ia membawa untung. Dadah diniagakan kerana ia membawa untung.</p>
<p>Jika kita menyedari hakikat ini, maka kita tahu bahawa sistem dua parti ini hanyalah kong kalikong. Tidak ada apa-apa perubahan hakiki yang akan berlaku jika yang diajukan untuk dipilih hanyalah “siapa yang lebih cekap” mentabir sistem kapitalis.</p>
<p>Adakah BN lebih baik untuk keuntungan kapitalis atau Pakatan Rakyat yang akan mentabir dengan baik sistem kapitalis ini? Jika inilah persoalannya, maka saya jamin kita semua kena tipu oleh kaum pemodal dengan sistem dua parti yang sedang mereka rancangkan.</p>
<p>Apa yang seharusnya kita tuntut bukan sistem dua parti; bukan siapa yang lebih cekap dan lebih amanah mentabir sistem kapitalis. Yang wajib menjadi rukun iman kita, menghancurkan sistem ekonomi yang berasaskan keuntungan maksimum.</p>
<p>Yang menjadi rukun iman, kita berjuang untuk melahirkan sistem ekonomi yang berasaskan kebajikan untuk umat manusia.</p>
<p>Sistem dua parti atau dua ratus buah parti ini tidak memiliki apa-apa makna yang hakiki jika kita masih lagi dalam sistem ekonomi yang berimankan keuntungan maksimum. Apa yang wajib kita sokong bukan mereka yang berijazah, berdatuk, bertun atau berserban - ini semua tidak penting.</p>
<p>Yang penting, mereka yang bangun berjuang untuk melahirkan satu sistem ekonomi yang berimankan kebajikan untuk manusia.</p>
<p>Kita jangan ditipu untuk diberi pilihan sama ada untuk membeli kasut Adidas atau kasut Puma. Kita mahukan kasut kulit yang baru. Kita jangan ditipu untuk memilih Coca Cola atau Pepsi Cola. Kita tidak mahu minuman itu; kita kita mahu air buah avocado yang sihat untuk umat manusia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: phenphen</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-47345</link>
		<dc:creator>phenphen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 17:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-47345</guid>
		<description>Emang tuh Bajingan RS. Omni Batavia, Udah salah masih nuntut Juga, Gw Doain Supaya Bangrut dah tuh rumah sakit, Bajingan RS. Omni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang tuh Bajingan RS. Omni Batavia, Udah salah masih nuntut Juga, Gw Doain Supaya Bangrut dah tuh rumah sakit, Bajingan RS. Omni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ervin</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-44870</link>
		<dc:creator>Ervin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 08:08:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-44870</guid>
		<description>Beginilah kisah Indonesiaku… :-(
Salurkan opini anda ke forum seruu untuk menambah dukungan dari dunia maya buat kasus yang dialami Ibu Prita…</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beginilah kisah Indonesiaku… <img src='http://blog.tempointeraktif.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /><br />
Salurkan opini anda ke forum seruu untuk menambah dukungan dari dunia maya buat kasus yang dialami Ibu Prita…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mR. fighter</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/pelajaran-dari-kasus-prita-mulyasari/comment-page-1/#comment-42897</link>
		<dc:creator>mR. fighter</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:05:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=658#comment-42897</guid>
		<description>beuh..menurut saya klo ada apa2 masalah nya ditujukan pada SBY lagi..gmn mu beres..

kita tau sapa pak SBY,pemimpin yg dipimpin oleh rakyat..yang memilih kan rakyat..maaf menurut sy comment yg pjg itu ttg SBY terlalu frontal digaris besarkan tidak setuju dgn SBY,wah itu terlalu politisir sekali..dan jauh dari tema diskusi publik ttg Prita vs OMNI..

tambahan buat kasus ini lihat coba dalam pasal 310 ayat 3 disitu terdapat perlindungan loh sebenernya buat prita..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beuh..menurut saya klo ada apa2 masalah nya ditujukan pada SBY lagi..gmn mu beres..</p>
<p>kita tau sapa pak SBY,pemimpin yg dipimpin oleh rakyat..yang memilih kan rakyat..maaf menurut sy comment yg pjg itu ttg SBY terlalu frontal digaris besarkan tidak setuju dgn SBY,wah itu terlalu politisir sekali..dan jauh dari tema diskusi publik ttg Prita vs OMNI..</p>
<p>tambahan buat kasus ini lihat coba dalam pasal 310 ayat 3 disitu terdapat perlindungan loh sebenernya buat prita..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

