Nov
16
Pengelola dagdigdug dilanda gundah. Belakangan ini, layanannya disesaki oleh narablog yang berlomba-lomba mengikuti kontes SEO (search engine optimization).
Blog-blog peserta kontes itu umumnya berisi tulisan hasil copy and paste dari blog lain, tak mengindahkan etika dan tata krama. Sebagian lagi melulu berisi iklan promosi yang diduga bohong. Tapi rata-rata blog itu mengandung kata kunci tertentu yang bisa memancing kunjungan dan menaikkan statistik.
Pengelola dagdigdug sebenarnya tak menentang ataupun memusuhi SEO karena SEO termasuk alat bagi narablog (dan pengelola web secara umum) untuk memperkenalkan blognya. Mereka juga tak menentang kontes-kontes SEO yang diadakan oleh siapa pun. Hanya, dia menyayangkan kemunculan blog yang sebagian maupun keseluruhan isinya dibuat semata demi kontes SEO dengan ekses mengabaikan kualitas isi dan kepentingan pembaca.
Kenapa pengelola dagdigdug begitu khawatir oleh maraknya blog peserta kontes SEO, Mas?
Mereka khawatir, bila praktek menghalalkan segala cara demi meraih lonjakan traffic itu dibiarkan, calon atau narablog baru mendapatkan petunjuk yang salah, misalnya “ngeblog itu untuk menghasilkan uang, apa pun caranya, yang penting hasilnya cepat didapat” –suatu hal yang dalam asumsi teman pengelola berseberangan dengan cita-cita para penggiat SEO sejati, yang tetap peduli pada kualitas isi.
Membuat tulisan yang berkualitas dan menarik pengunjung itu gampang-gampang susah. Gampang karena bisa dipelajari. Yang penting tahu kiatnya. Terasa susah kalau segan mempelajarinya. Nah, apa saja kiat itu?
Yang pertama: judul. Ini bagian terpenting dari tulisan di blog. Sampean harus mampu membetot perhatian pembaca di Internet dengan judul itu dan membuat mereka tertarik untuk membaca lebih lanjut. Judul yang mencuri perhatian pembaca biasanya juga membuat sampean tertarik. Jadi carilah sendiri apa saja yang menarik buat sampean.
Bayangkan sampean adalah pengunjung blog. Apa yang membuat sampean betah di sebuah blog? Judul atau topik apa saja yang membuat sampean bertahan lama memelototi layar. Jika sampean menemukan jawabannya, praktekkanlah. Buatlah tulisan dengan judul atau topik yang sejenis.
Selanjutnya, enyahkan segala macam iklan dan materi komersial. Blog yang berjualan melulu pasti akan ditinggal pembaca. Mereka datang untuk mencari informasi, bukan produk atau jasa. Mereka mencari produk atau jasa di situs komersial, bukan jurnal personal. Sajikan tulisan yang bermanfaat buat pengunjung. Itu membuat mereka betah dan mereka bakal datang lagi.
Monitor komputer gampang membuat pedih mata dan membikin pening kepala. Janganlah menambah penderitaan pembaca blog dengan kalimat panjang yang melingkar-lingkar. Menulislah dengan kalimat sederhana dan jernih. Sampaikan gagasan atau pendapat secara lugas dan tuntas.
Usahakan menulis tentang sesuatu yang sedang menjadi buah bibir. Setidaknya, gunakan topik hangat itu sebagai pemancing untuk masuk ke topik utama yang sebenarnya hendak sampean tulisan. Contohnya, sampean bisa memulai kalimat dengan sesuatu yang berhubungan dengan cicak dan buaya–karena tema ini sedang hangat–baru setelah itu, berceritalah, misalnya, tentang tren mode tas kulit buaya.
Berikutnya, jangan berpanjang kata dan bertele-tele. Meskipun mempunyai bahan berlembar-lembar, sampean tak perlu mempublikasikan semuanya. Pilih saja satu topik bahasan dan simpan sisanya untuk tulisan berikutnya. Sebuah tulisan di blog biasanya berkisar 400-500 kata. Maksimal 1.000 kata. Lebih dari itu, pembaca akan pindah ke blog orang lain, kecuali tulisan sampean memang benar-benar memikat dan penting.
“Jadi tak perlu SEO-SEO-an, ya?”
“Ah, itu kesimpulan sampean lo.”
Aneh itu para pencari duit, padahal Google sekarang udah ga pake praktek tag & keyword untuk menjaring indeks.
ah biarin aja mas…
toh kita semua sebagai pengguna internet yg masih “TK” masih perlu belajar…
weleh2, ndoro bahas SEO lagi.
ya itulah kontes SEO, backlink, keyword, content. TEMPO bikin kontes SEO jugalah, tapi kontes SEO santun. tidak asal nge-junk, asal bikin link, content, deelel…
Saya dari awal ngeblog tidak tertarik dengan namanya kontes-kontes SEO begituan. Apalagi ada yang sampai berusaha mendatangkan traffic dengan menerapkan cara-cara Black Hat SEO, nyepam sana- sini. Wah, bikin jengah aja.
kadang yang nyebelin satu artikel isinya keyword semua LOL
memasukkan kata-kata cicak dan buaya di tulisan in trik SEO juga ya?
SEO adalah teknik dan seni,
tinggal user-nya saja gmn menggunakanny: sekadar banyak trafik tapi miskin kualitas (mirip tabloid ecek-ecek) atau sebaliknya
Sekarang ini yang muncul di halaman depan hasil pencarian google kadang2 tidak seperti yang diinginkan. karena itu adalah web orang yang jago SEO, bukan web yang kita cari hehe…
hmm.. blog nasriza termasuk dalam SEO gak yak?? he..
Sepakat dengan pendapat itu. Pake2 SEO-SEO nan itu membuat blog yang dikelola serius jadi ndak payuuu.
yg juga _paling_ menyebalkan adalah.. berkunjung ke url satu blog (personal) dan melihat status koneksi browser kita ‘berkelana’ ke puluhan address lain yg tidak kita kehendaki.
kalau cuma satu atau dua link iklan, masih bisa dimaklumi. tapi ini isi page-nya gak muncul2 sementara traffic jalan terus ketempat lain yg gak mutu. huh.. selanjutnya gak akan lagi berkunjung ke url blogger ybs.
Mengapa website2 yg berisi artikel berkualitas tdk muncul di halaman pertama Google?
Memang terkadang terasa risih ketika melihat sebuah blog lebih mengutamakan optimalisasi SEO daripada content yang dimuatnya…, terlebih bila sebagian besar content hanya berisi hal-hal yang tak penting. Tapi biar bagaimanapun, cara ini (sempat) menjadi sumber rejeki bagi sebagian orang.
Saya setuju dengan pendapat IIP bahwa SEO adalah seni. Ngeblog tanpa teknik SEO juga seni. Ah, muter. Padahal, maksud saya sederhana, narablog seharusnya bertanggungjawab pada pembacanya.
sambil menyelam minum air…bagus sih tp kl gak tenggelam
hehehe
[...] Ditambah lagi dari blog tempo interaktif yang menganggap bahaya teknik SEO. [...]
SEO emang mantap, mantap bikin pusingnya. kadang mau download aja pake bikin muter2 sampe ujungnya gak dapet apa2.cari duit sih oke tp bikin pusingnya gak oke.
benar! SEO memang kadang bisa meresahkan atau bahkan membantu blog lainnya. Contohnya dalam hal memberikan comment dan meninggalkan jejak yg merupakan SEO juga. Meresahkan jika isinya kurang bermutu dan bersifat spam saja. Membantu blog tersebut jk isinya bermutu dan membuat blog tersebut semakin dikunjungi. Banyaknya commen yang masuk menunjukkan artikelnya menarik untuk dikomentari. salam Sukses!
Ilmu SEO itu tetap penting bagi pengelola blog. Biarlebih terkenal dan lebih terkesan elite karena muncul di Google halaman pertama. Kalo munculnya di halaman terakhir kan gak ada yang baca, padahal apa yang kita tulis itu penting untuk diketahui masyarakat.Asalkan isi blognya bermutu saya rasa itu tidak masalah.
scara gk sadar blog asal-asalan jg klw dianalisa strukturnya pasti pake seo,
lalu knapa ketika kita mencari di google yg muncul di top 10 bukan url seperti yg kita kehendaki ada kemungkinan gk pke trik “BOOLEAN LOGIC”
seoan deh. yg namanya nulis pasti ada keywordnya…kalau nggak ada ya hanya coretan dan bukan nulis ar-tikel nm-nye
Kok bisa? kan SEO bikin ngeblog jadi lebih hidup?..ada-ada aja.
sory bang…tulisan abang bgus tapi nga ini contoh buat yang paling atas di om google…
akan tetapi kenapa juga abang nga belajar seo biar jadi yang no. atu di mbah google….
kesimpulan jago nulis juga jago SEO…itu bang yang bener…..
atau kerja sama antara sipenulis denqan siperangking
kalo dikerjain be-2 lebih baik kenapa harus sendiri….
jadi kualitas dan kuantitas jangan di pisahkan…ya bang
‘OK LAH KALO BEGITU’
wah tu mah GOBLOG-GOBLOG-y blogger tu ndiri (maap agak esmosi).
blogger yg kaya entu yg ngrusak citra netter.
tapi gak apa, kayak di film2 jagoan pasti kalah duluan ya gak.
nyepam coy