<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa RPM Konten Harus Ditolak</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 21:44:54 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Zulfi Ifani</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/comment-page-1/#comment-56782</link>
		<dc:creator>Zulfi Ifani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:34:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1000#comment-56782</guid>
		<description>Gitu kok masih ada grup dukung RPM ini di FB..
Curiga jgn2 kader partai Pak Tifatul yg mbela mati2an...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gitu kok masih ada grup dukung RPM ini di FB..<br />
Curiga jgn2 kader partai Pak Tifatul yg mbela mati2an&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mirza Sharz</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/comment-page-1/#comment-56773</link>
		<dc:creator>Mirza Sharz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 01:46:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1000#comment-56773</guid>
		<description>Yang gak kalah lucu adalah cara yang ditempuh dalam pembuatan RPM tsb. Ini kutipan yang dimuat pada Wartawarga pada 19 Feb 2010: "...sebelum di sahkannya RPM ini Kominfo memberikan batas waktu untuk memberikan komentar, kritik dan saran sampai akhir tanggal 19 Februari 2010 melalui alamat email gatot_b@postel.go.id. Jadi pertanyaan kenapa kritik dan saran harus di kirim ke email, apakah begini cara pemerintah sekarang dalam membuat undang-undang?" Capek deh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang gak kalah lucu adalah cara yang ditempuh dalam pembuatan RPM tsb. Ini kutipan yang dimuat pada Wartawarga pada 19 Feb 2010: &#8220;&#8230;sebelum di sahkannya RPM ini Kominfo memberikan batas waktu untuk memberikan komentar, kritik dan saran sampai akhir tanggal 19 Februari 2010 melalui alamat email <a href="mailto:gatot_b@postel.go.id">gatot_b@postel.go.id</a>. Jadi pertanyaan kenapa kritik dan saran harus di kirim ke email, apakah begini cara pemerintah sekarang dalam membuat undang-undang?&#8221; Capek deh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Peter</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/comment-page-1/#comment-55681</link>
		<dc:creator>Peter</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:36:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1000#comment-55681</guid>
		<description>pak menteri jangan urus rpm konten, urus dulu penipuan provider internet 3G. masyarakat bayar layanan tapi pelayanan amburadul, kalo berani buat survei mengenai kualitas layanan internet indonesia di website menkominfo. nggak usah jauh2, cukup survei dulu di ibukota. pemerintah diwakili oleh menkominfo bisa menekan provider internet tanah air untuk menaikkan kualitasnya. jangan sampai masyarakat dikadali terus oleh provider.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak menteri jangan urus rpm konten, urus dulu penipuan provider internet 3G. masyarakat bayar layanan tapi pelayanan amburadul, kalo berani buat survei mengenai kualitas layanan internet indonesia di website menkominfo. nggak usah jauh2, cukup survei dulu di ibukota. pemerintah diwakili oleh menkominfo bisa menekan provider internet tanah air untuk menaikkan kualitasnya. jangan sampai masyarakat dikadali terus oleh provider.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman RH</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-rpm-konten-harus-ditolak/comment-page-1/#comment-55497</link>
		<dc:creator>Herman RH</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:13:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1000#comment-55497</guid>
		<description>BETUL!! Tolak RPM konten
sekian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BETUL!! Tolak RPM konten<br />
sekian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

