<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa Merek Terkenal Menggandeng Narablog</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 21:44:08 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Kang Adhie</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/comment-page-1/#comment-201586</link>
		<dc:creator>Kang Adhie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 15:14:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=917#comment-201586</guid>
		<description>Setuju mas, tulisan seorang blogger kadang trlihat seperti karya seorang kolumnis ngetop.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju mas, tulisan seorang blogger kadang trlihat seperti karya seorang kolumnis ngetop.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moh Arif Widarto</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/comment-page-1/#comment-49046</link>
		<dc:creator>Moh Arif Widarto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:25:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=917#comment-49046</guid>
		<description>Ternyata fenomena itu sudah mulai menggejala di Indonesia ya.

Untuk para narablog, semakin tinggi tingkat kunjungan ke blog Anda, saya yakin "advertiser" akan semakin suka kepada Anda. Saya sebut sebagai advertiser karena saya yakin mereka mengharapkan tulisan dari kita mengenai produk/jasa mereka.

@Ahmad Sulfikar: Untuk PTR, menurut saya tidak masalah karena ada advertiser yang dalam menawarkan order ada yang meminta kritik penuh. Ada yang memang meminta untuk mengedepankan keunggulan-keunggulan produk/jasanya, ada pula yang membebaskan narablog untuk menulis apa pun tentang produk/jasa mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata fenomena itu sudah mulai menggejala di Indonesia ya.</p>
<p>Untuk para narablog, semakin tinggi tingkat kunjungan ke blog Anda, saya yakin &#8220;advertiser&#8221; akan semakin suka kepada Anda. Saya sebut sebagai advertiser karena saya yakin mereka mengharapkan tulisan dari kita mengenai produk/jasa mereka.</p>
<p>@Ahmad Sulfikar: Untuk PTR, menurut saya tidak masalah karena ada advertiser yang dalam menawarkan order ada yang meminta kritik penuh. Ada yang memang meminta untuk mengedepankan keunggulan-keunggulan produk/jasanya, ada pula yang membebaskan narablog untuk menulis apa pun tentang produk/jasa mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman RH</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/comment-page-1/#comment-48870</link>
		<dc:creator>Herman RH</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 00:12:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=917#comment-48870</guid>
		<description>Setuju!
Tapi ya itu kelemahannya, sangat subjektif. Produsen harus selektif pilih blogger untuk jadi "marketer" produknya.

@sulfikar: menurut saya pribadi ga masalah. blogger dibayar, perusahaan dapat SEO, pembaca/konsumen dapat informasi. Jadi pembaca/konsumen juga harus kritis, gali informasi lebih dalam lagi, jangan cuma mau disuapin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju!<br />
Tapi ya itu kelemahannya, sangat subjektif. Produsen harus selektif pilih blogger untuk jadi &#8220;marketer&#8221; produknya.</p>
<p>@sulfikar: menurut saya pribadi ga masalah. blogger dibayar, perusahaan dapat SEO, pembaca/konsumen dapat informasi. Jadi pembaca/konsumen juga harus kritis, gali informasi lebih dalam lagi, jangan cuma mau disuapin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: achmad sulfikar</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/mengapa-merek-terkenal-menggandeng-narablog/comment-page-1/#comment-48842</link>
		<dc:creator>achmad sulfikar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 14:37:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=917#comment-48842</guid>
		<description>menurut mas Wijaksono, bagaimana halnya dengan Blogger yang maennya Paid Review? Apakah blogger tersebut masih jujur dalam ngeblog? Trims'</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut mas Wijaksono, bagaimana halnya dengan Blogger yang maennya Paid Review? Apakah blogger tersebut masih jujur dalam ngeblog? Trims&#8217;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

