May
31
PEKAN lalu saya diundang untuk memberikan ceramah mengenai media sosial di depan para guru anggota Ikatan Guru Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari acara itu, saya mendapat banyak pengetahuan berharga dan insight langsung dari para guru. Beberapa insight menarik itu saya dapat dari pertanyaan yang mereka ajukan.
Seorang guru perempuan, misalnya, bertanya apa manfaat media sosial bagi pendidikan? Bagaimana pula cara memanfaatkannya. “Kami ingin contoh yang nyata dan bisa diterapkan, Pak,” kata ibu guru itu.
Pertanyaan ini tak saja sangat mendasar, tapi juga menunjukkan betapa jauh perbedaan pengetahuan antara guru-guru di Jawa dan luar Jawa. Ibu guru itu seperti mengingatkan saya tentang belum meratanya penetrasi Internet di Indonesia.
Dibandingkan dengan rekan-rekannya di Jawa, guru-guru di Balikpapan tampaknya belum banyak yang mengenal media sosial. Kalaupun ada yang mengenal, baru sebatas blog dan Facebook.
Pada pertemuan yang hangat siang itu, saya pun berbagi pengetahuan dari A sampai Z tentang media sosial. Dimulai dari apa itu media sosial, jenis-jenisnya, persamaan dan perbedaannya, juga sejarah perkembangannya.
Saya jelaskan pula apa itu blog serta Facebook dan Twitter, yang jumlah penggunanya terus melejit di Indonesia. Sampai kemudian saya beberkan contoh-contoh manfaat dari masing-masing media sosial.
Media sosial pada dasarnya adalah sebuah media daring (online) di mana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan memproduksi isi. Jenis media sosial antara lain blog, jejaring sosial, wiki, dan forum. Blog, mikroblog semacam Twitter, jejaring sosial seperti Facebook, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh pengguna masyarakat di seluruh dunia.
Banyak contoh yang bisa dilakukan oleh para guru untuk memanfaatkan media sosial. Misalnya, mengunggah materi ajar dalam bentuk video ke blog pribadinya atau situs-situs web penampung video semacam YouTube. Seorang guru fisika, umpamanya, bisa saja menjelaskan tentang hukum gravitasi dalam bentuk infografik atau video.
Dengan cara semacam itu, bukan hanya murid sekolahnya yang bisa memanfaatkan, tapi juga anak-anak sekolah lain. Bagi siswa yang belum sempat membuka hari ini, materi pelajaran tersebut dapat dilihat besok, kelak, atau sesempatnya. Anak-anak yang belum memahami secara jelas bisa menanyakan langsung melalui kolom komentar di bawah tulisan. Lalu guru menjawab di bawahnya. Terjadi diskusi terbuka.
Seorang guru bahasa Inggris, misalnya, bisa membuka ruang konsultasi bahasa di blognya. Para siswa dapat mengajukan pertanyaan di blog tersebut atau mengirim pertanyaan melalui Twitter. Tanya-jawab, misalnya tentang ejaan dan tata bahasa dalam pelajaran bahasa Inggris, tentu bermanfaat bagi para siswa di mana pun mereka berada. Selama bisa mengakses Internet, siapa pun dapat ikut nimbrung dalam percakapan itu.
Guru-guru bahkan dapat mengajak murid-muridnya memakai Twitter untuk berdiskusi. Seorang murid yang baru saja jalan-jalan di kebun raya dan menemukan sebatang pohon yang belum dikenal namanya bisa saja memotret pohon itu. Fotonya lalu dikirim via Twitter kepada gurunya di rumah untuk dilihat.
Sang guru kemudian akan membuka Twitter, melihat foto itu, dan membalas pesan berisi penjelasan tentang nama pohon itu. Dengan demikian, proses belajar dan mengajar terus berjalan, bahkan diperluas ke luar kelas.
Guru-guru perlu menggeluti media sosial karena murid-murid di zaman sekarang sudah banyak yang menggunakannya. Mereka telah terbiasa memakai media baru, seperti blog, Facebook, dan Twitter. Dengan menggunakan media yang sama, sesuatu yang sudah diakrabi oleh anak didik, proses belajar-mengajar tentu akan menjadi lebih santai dan akrab. Anak-anak merasa lebih bebas bertanya maupun berdiskusi.
Mengapa Anda, para guru, tak memulainya dari sekarang?
Internet menyediakan banyak hal yg dibutuhkan untuk mendukung pengajaran. Mari para guru, jangan ketinggalan dengan anak2 jaman sekarang
Ayo para guru belajar menggunakan social media, efeknya bukan hanya dirasakan bagi para murid disekolah saja, tetapi lebih besar lagi untuk meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia. Salut untuk Bapak Wicaksono
berikan juga kami guru kesempatn u belajar mengaplikasikn nya pak!!terutama guru yang agak lanjut, kurang faham apa itu media, bagaimana mereka bisa memanfaatkan, sementara mrk tak tau menggunakan
Mudah-mudahan dunia pendidikan Indonesia mau aktif merengkuh media yang lintas-fisik dan lintas-waktu ini. Teknologi (Internet) adalah enable factor utk berbagai inovasi pendidikan yang sebelumnya tak memungkinkan dilakukan.
UNTUK APA MEPRIORITASKAN BANTUAN KE GAZA, RAKYAT KITA SENDIRI BANYAK YANG SUSAH. INILAH BANGSA LUGU DAN BODOH. PENDIDIKAN AKAL SEHAT DONG, TAK PERLU BANTU ORANG2 ARAB YANG PELIT ITU! DAN DISINI HANYA DIMANFAATKAN PKS AGAR DEKAT2 DENGAN PRESIDEN KITA SBY!
Akan lebih baik kalau Kemendiknas segera mewujudkan progran “SAGU SATOP” yang pernah disampaikan oleh P. Bambang Sudibyo.bagaimana siswa akan bermutu/meguasai TIK, sedangkan gurunya belum tahu apa itu TIK/Laptop
Dengan berkembangnya IPTEK, dapat mengoperasikan IT merupakan salah satu indikator guru yang profesional, sebaiknya agar dalam srtifikasi/PLPG, IT menjadi materi wajib sebagai pembinaan kepada peserta sertifikasi
[...] kira-kira ide tulisan di Blog Tempo Interaktif beberapa hari yang [...]
SAGU SATOP harus direalisasikan. Jangan hanya jadi wacana saja dan tak perlu dana untuk tak mendesak dan tidak efektif apapun alasannya.
Buat para petinggi negeri ini: sudah saatnya untuk tidak korupsi dengan alasan apapun. Ingat ajaran agama masing2 dan sumpah jabatan! Rakyat sangat butuh perhatian termasuk di dalamnya guru di mana pun berada.
[...] Manfaat Media Sosial Untuk Pengajaran : Blog Tempo Interaktif [...]
bagus artikelnya mas
cara bikin website game mafiawars
thanks infonya visit : akhmad06.student.ipb.ac.id
saya setuju dengan pemanfaatan media sosial untuk pengajaran ini. memang media internet ini sanagt memudahkan kita dalam mencari dan mengakses apapun yang dibutuhkan untuk akademik, seperti mencari literatur untuk tugas.
jika hal ini diterapka juga disekolah, hal ini mungkin bisa jd pemicu semangat anak-anak dalm belajar. anak-anak jadi tidak monoton hanya membaca buku saja. tetapi di jg bisa mencari tambahan informasi dari luar.
Sukses yaaa….
F.TEKHNOLOGI INDUSTRI
setuju banget tuh..
kl ada wktu mampir ya http:/www.hafidz.bursa-gokil.com
seharusnya pemeintah jga mmbuat ini buat yg didaerah terpencil,, biar smua’a samaa gt..
hanya dkota ajha yg tahu sama internet nd el.. el desa jga donk,, mereka juga bag dri masyarakat