Enak di Blog dan Perlu

Tentang blog, apa lagi yang masih menarik untuk dibahas? Ketika jumlah blog yang berlokasi serta berbahasa Indonesia melewati angka 8 juta (menurut Blogspot saja) dan terus bergerak naik, masih adakah yang belum tahu cara membuat blog? Berapa orangkah yang ingin terus belajar mengutak-atik desain blog? Mempercantik tampilannya? Adakah narablog yang masih setia menyebarkan ilmu ngeblog?

Mat Bloger bertubi-tubi menanyakan masalah itu semua pada sebuah siang yang basah oleh gerimis. Saya sedang menulis posting tentang smartphone terbaru keluaran produsen telepon seluler terkemuka dan pura-pura tak mendengar pertanyaan Mat Bloger, yang duduk di samping saya.

“Contohnya, ya, sampean ini, Mas. Rasanya sudah lama sampean tak pernah membahas lagi pernak-pernik blog. Tulisan-tulisan di blog sampean pun belakangan ini justru membahas urusan yang tak ada hubungannya dengan masalah blog itu sendiri. Diajak ngobrol soal blog pun malah cuek. Huh!”

Karena lama-lama tak tahan mendengar ocehan Mat Bloger yang berdenging di kuping, saya pun menghentikan kesibukan menulis, lalu menyandarkan punggung ke kursi. Saya tatap mata Mat Bloger lekat-lekat. Saya melihat keletihan di sana.

“Ada masalah apa, Mat? Mau minta naik gaji?” tanya saya setengah bercanda.

“Halah, gaji. Memangnya saya butuh uang? Sori, Mas. Gaji saya tiga bulan lalu masih utuh di bank tuh, belum saya ambil serupiah pun.”

Ha-ha-ha… saya ngakak mendengar jawaban itu.

Kalau dipikir-pikir, pertanyaan Mat Bloger ada benarnya. Belakangan ini saya merasakan hal yang sama. Makin sedikit narablog yang mengulas ilmu tentang blog. Dari pengamatan sekilas saya di blog-blog baru, rata-rata isinya jauh dari masalah blog.

Contohnya di Wordpress.com. Kategori tulisan terpopuler di sana ditandai oleh kata kunci, antara lain, berita, Islam, pendidikan, komputer, renungan, puisi, dan kesehatan. Di blog hosting lokal, seperti Dagdigdug.com, sama saja. Banyak blog yang mengulas fotografi, puisi, Islam, pendidikan, budaya, fashion, dan politik.

Pengamatan saya mungkin meleset. Tapi kalau sampean sempat, cobalah tengok blog-blog zaman sekarang. Dan buktikan sendiri.

Adakah yang salah? Tentu saja tidak. Ini bukan tentang salah dan benar. Saya justru melihat bahwa edukasi tentang cara membuat blog sudah tak terlalu populer, meski bukan berarti tak diperlukan lagi. Masa pengenalan blog sudah lewat.

Sekarang saatnya orang mencari peluang-peluang baru dari sebuah blog. Orang mulai memikirkan bagaimana cara memanfaatkan blog untuk keperluan tertentu, misalnya bisnis, pendidikan, dan menyebarkan kabar/berita. Narablog berlomba-lomba memproduksi konten yang bervariasi.

Kalaupun masih ada yang sedikit membahas ilmu blog, biasanya berkaitan dengan kiat menulis di ranah daring (online). Seperti yang saya lakukan Selasa lalu bersama Tempo Institute di Universitas Paramadina, Jakarta. Pemahaman tentang menulis untuk ranah daring itu penting, terutama bagi mereka yang selama ini terbiasa melakukannya di media cetak.

Mengapa? Sebab, perilaku pembaca media cetak dan daring itu berbeda. Di ranah daring, semuanya serba cepat. Orang tak biasa berlama-lama di sebuah situs web/blog, apalagi menikmati tulisan di sebuah situs web/blog. Mereka memindai, bukan membaca. Mereka menyapu teks, foto, grafik dalam tempo singkat, rata-rata sekitar tiga menit di sebuah halaman. Setelah itu, mereka berpindah ke halaman lain dengan sekali klik. Diperlukan kiat khusus untuk menarik perhatian orang daring agar sudi menikmati tulisan kita.

Apa saja kiatnya? Tunggu pekan depan.

Komentar [7]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

7 Komentar untuk “Kiat Menulis Daring”

  1. ananta | 5 April, 2010 19:31

    ini baru rujukan paten buat para blogger. apalagi yang junior seperti saya.

  2. David | 7 April, 2010 07:13

    Pertama melihat judul posting ini, saya sangat bersemangat. Saya pun membaca dari paragraf awal hingga akhir dan menunggu bagian “kiat menulis”nya. Tapi kok nggak ada ya? Tiwas saya menteleng dengan serius.

  3. Sony E. Setyawan | 7 April, 2010 11:20

    tak tunggu tenan lo Mas, kelanjutannya….

  4. Warsidi | 8 April, 2010 03:44

    Ini dia kiatnya, jangan nulis sampe tuntas

  5. atho' | 9 April, 2010 09:20

    salut buat, abang. Jarang2 ada tlisan yg nggak cuma ‘ngokos’.

  6. hahn | 12 April, 2010 09:53

    wew. ternyata minggu depan. saya tunggu ndoro

  7. Tokoh, Seks, dan Misteri di Dunia Online : Blog Tempo Interaktif | 12 April, 2010 18:02

    [...] lalu, saya berjanji berbagi kiat menulis di ranah daring (online). Tulisan berikut ini merupakan penunaian janji [...]

Silakan berkomentar, kawan!