<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dongeng Digital Antara Tangerang-Jakarta</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 21:25:06 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Presiden Pemain Sinetron</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-165074</link>
		<dc:creator>Presiden Pemain Sinetron</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 02:11:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-165074</guid>
		<description>Jangan Cuma Nazar, Buron Koruptor Lain harus Ditangkap! 
JAKARTA - Keberhasilan aparat penegak hukum menangkap Muhammad Nazaruddin di Cartagena, Kolombia dinilai belum cukup. Pemerintah termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bekerja ekstra untuk menangkap buronan perkara korupsi lainnya.
"Masih ada 44 buronan lagi yang buron di luar negeri, ini yang harus ditangkap, secara moral, ini adalah kewajiban polisi untuk menghadirkan mereka," kata Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, kepada okezone, Senin (8/8/2011) malam.
Menurut Ray, aparat penegak hukum dibantu pemerintah harusnya bisa dengan mudah menangkap buronan kakap lainnya seperti Nunun Nurbaetie yang menjadi tersangka suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.
"Polisi bisa mengetahui Nunun, namun kita patut menduga polisi tidak bisa memulangkannya karena pemerintah tidak punya kemauan,"
Ray berpendapat, penangkapan buron ataupun pengungkapan kasus korupsi selama ini terkesan hanya karena kemauan politik semata. "Jangan ada lagi anggapan bahwa polisi dapat menangkap jika ada perintah dari SBY saja," harapnya.
Seperti diketahui, hingga saat ini buronan perkara korupsi yang ditangani KPK, Polri maupun Kejaksaan Agung masih melenggang bebas di luar negeri. Selain Nunun, sebut saja Anggoro Widjojo, buronan KPK yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.
Ada Bambang Soetrisno, Adrian Kiki Ariawan, terpidana seumur hidup kasus BLBI Rp 1,5 triliun. Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun yang diduga kabur ke Belanda. Kemudian Djoko Tjandra yang kabur ke Singapura sebelum putusan vonis dua tahun penjara oleh MA terkait kasus pencairan klaim Bank Bali dibacakan. 
SBY Juga harus Perintahkan Polri Tangkap Nunun
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi perintah kepada Polri membantu penangkapan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nunun Nurbaetie.
Ray mengingatkan agar pemerintah termasuk aparat penegak hukum juga memprioritaskan pemburuan sejumlah koruptor termasuk Nunun yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.
"SBY harus segera mengintruksikan untuk menangkap Nunun," kata Ray Rangkuti kepada okezone, Senin (8/8/2011) malam.
Menurut Ray, Nunun mestinya mudah ditangkap sama seperti penangkapan buronan KPK Muhammad Nazaruddin di Cartagena, Kolombia pada hari Minggu (7/8/2011) malam.
"Nazaruddin saja dikejar habis-habisan ke luar negeri, kenapa Nunun dibiarkan? Apakah ini karena SBY tidak menyebut nama lainnya," kritiknya
Pemerintah, sambung Ray harus memberi keadilan dalam proses hukum kepada semua koruptor terlebih yang sudah berstatus buronan. Publik, kata Ray menunggu kepastian hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi, baik Nazaruddin, Nunun ataupun lainnya. "Kita bisa melihat ini ada ketidakpastian hukum yang tidak sejajar antara keduanya, Nazar dan Nunun," pungkasnya.
KPK mencegah Nunun ke luar negeri pada 24 Maret 2010 sehari sebelum Ditjen Imigrasi mengeluarkan surat cekal terhadap istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini.
Nunun pernah sekali menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi, awal Oktober 2010 namun setelah itu dia selalu mangkir dengan alasan sakit lupa berat dan tengah menjalani pengobatan di Singapura.
Status Nunun naik menjadi tersangka pada Februari lalu, namun Ketua KPK Busyro Muqoddas baru mengumumkan status tersangka ini pada rapat kerja bersama Komisi III DPR tanggal 23 Mei 2011.
Sampai saat ini lokasi keberadaan Nunun belum diketahui. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pernah menyebut Nunun singgah ke Thailand termasuk ke Pnom Penh, Kamboja akhir Maret lalu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan Cuma Nazar, Buron Koruptor Lain harus Ditangkap!<br />
JAKARTA - Keberhasilan aparat penegak hukum menangkap Muhammad Nazaruddin di Cartagena, Kolombia dinilai belum cukup. Pemerintah termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bekerja ekstra untuk menangkap buronan perkara korupsi lainnya.<br />
&#8220;Masih ada 44 buronan lagi yang buron di luar negeri, ini yang harus ditangkap, secara moral, ini adalah kewajiban polisi untuk menghadirkan mereka,&#8221; kata Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, kepada okezone, Senin (8/8/2011) malam.<br />
Menurut Ray, aparat penegak hukum dibantu pemerintah harusnya bisa dengan mudah menangkap buronan kakap lainnya seperti Nunun Nurbaetie yang menjadi tersangka suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.<br />
&#8220;Polisi bisa mengetahui Nunun, namun kita patut menduga polisi tidak bisa memulangkannya karena pemerintah tidak punya kemauan,&#8221;<br />
Ray berpendapat, penangkapan buron ataupun pengungkapan kasus korupsi selama ini terkesan hanya karena kemauan politik semata. &#8220;Jangan ada lagi anggapan bahwa polisi dapat menangkap jika ada perintah dari SBY saja,&#8221; harapnya.<br />
Seperti diketahui, hingga saat ini buronan perkara korupsi yang ditangani KPK, Polri maupun Kejaksaan Agung masih melenggang bebas di luar negeri. Selain Nunun, sebut saja Anggoro Widjojo, buronan KPK yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.<br />
Ada Bambang Soetrisno, Adrian Kiki Ariawan, terpidana seumur hidup kasus BLBI Rp 1,5 triliun. Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun yang diduga kabur ke Belanda. Kemudian Djoko Tjandra yang kabur ke Singapura sebelum putusan vonis dua tahun penjara oleh MA terkait kasus pencairan klaim Bank Bali dibacakan.<br />
SBY Juga harus Perintahkan Polri Tangkap Nunun<br />
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi perintah kepada Polri membantu penangkapan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nunun Nurbaetie.<br />
Ray mengingatkan agar pemerintah termasuk aparat penegak hukum juga memprioritaskan pemburuan sejumlah koruptor termasuk Nunun yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.<br />
&#8220;SBY harus segera mengintruksikan untuk menangkap Nunun,&#8221; kata Ray Rangkuti kepada okezone, Senin (8/8/2011) malam.<br />
Menurut Ray, Nunun mestinya mudah ditangkap sama seperti penangkapan buronan KPK Muhammad Nazaruddin di Cartagena, Kolombia pada hari Minggu (7/8/2011) malam.<br />
&#8220;Nazaruddin saja dikejar habis-habisan ke luar negeri, kenapa Nunun dibiarkan? Apakah ini karena SBY tidak menyebut nama lainnya,&#8221; kritiknya<br />
Pemerintah, sambung Ray harus memberi keadilan dalam proses hukum kepada semua koruptor terlebih yang sudah berstatus buronan. Publik, kata Ray menunggu kepastian hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi, baik Nazaruddin, Nunun ataupun lainnya. &#8220;Kita bisa melihat ini ada ketidakpastian hukum yang tidak sejajar antara keduanya, Nazar dan Nunun,&#8221; pungkasnya.<br />
KPK mencegah Nunun ke luar negeri pada 24 Maret 2010 sehari sebelum Ditjen Imigrasi mengeluarkan surat cekal terhadap istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini.<br />
Nunun pernah sekali menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi, awal Oktober 2010 namun setelah itu dia selalu mangkir dengan alasan sakit lupa berat dan tengah menjalani pengobatan di Singapura.<br />
Status Nunun naik menjadi tersangka pada Februari lalu, namun Ketua KPK Busyro Muqoddas baru mengumumkan status tersangka ini pada rapat kerja bersama Komisi III DPR tanggal 23 Mei 2011.<br />
Sampai saat ini lokasi keberadaan Nunun belum diketahui. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pernah menyebut Nunun singgah ke Thailand termasuk ke Pnom Penh, Kamboja akhir Maret lalu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: world wide web</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-165043</link>
		<dc:creator>world wide web</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 23:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-165043</guid>
		<description>As a world wide web resource for businesses and technologies enthusiasts to comply with the latest and biggest breakthroughs in Unified Communications, IP Telephony,  Hosted Communications and VoIP.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>As a world wide web resource for businesses and technologies enthusiasts to comply with the latest and biggest breakthroughs in Unified Communications, IP Telephony,  Hosted Communications and VoIP.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: the gar</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-88591</link>
		<dc:creator>the gar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 02:02:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-88591</guid>
		<description>dari pada ngomong  yang g paham mending pake istilah yang  membumi  aja, toh jejaring sosial di lingkungan tetangga lebih  baik  di banding jejaring sosial di  dunia maya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari pada ngomong  yang g paham mending pake istilah yang  membumi  aja, toh jejaring sosial di lingkungan tetangga lebih  baik  di banding jejaring sosial di  dunia maya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vien</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-88261</link>
		<dc:creator>vien</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 05:10:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-88261</guid>
		<description>aq pun sama tinggal di jkt tapi memang belum semuanya sdh melek dng internet</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq pun sama tinggal di jkt tapi memang belum semuanya sdh melek dng internet</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: via</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86723</link>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 08:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86723</guid>
		<description>apa tdk bs pakai bahasa Indonesia sesuai EYD?  chekin, badge, fouthsquar.
kesimpulan : dari TK sampai Sarjana pelajaran pelajaran bahasa indonesia ada tapi akhirnya . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa tdk bs pakai bahasa Indonesia sesuai EYD?  chekin, badge, fouthsquar.<br />
kesimpulan : dari TK sampai Sarjana pelajaran pelajaran bahasa indonesia ada tapi akhirnya . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: foursquare</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86641</link>
		<dc:creator>foursquare</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 12:29:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86641</guid>
		<description>Saya juga baru tahu apa itu Foursquare</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga baru tahu apa itu Foursquare</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: penjernih air</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86569</link>
		<dc:creator>penjernih air</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86569</guid>
		<description>internet blm merata, masih banyak yg blm ngerti tentang internet mas..:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>internet blm merata, masih banyak yg blm ngerti tentang internet mas..:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haha</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86560</link>
		<dc:creator>haha</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 05:59:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86560</guid>
		<description>hahaha.... lucu dan ironis. mau bersosialisasi dg tetangga kok malah mainan internet... ck ck. Bukannya merasa tidak pada tempatnya eh malah merasa tetangganya gaptek. 
wanna call me Ndeso?.. so be it.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230;. lucu dan ironis. mau bersosialisasi dg tetangga kok malah mainan internet&#8230; ck ck. Bukannya merasa tidak pada tempatnya eh malah merasa tetangganya gaptek.<br />
wanna call me Ndeso?.. so be it.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AntAnt</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86441</link>
		<dc:creator>AntAnt</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:41:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86441</guid>
		<description>kalau internet = facebook &#38; jejaring sosial maya lainnya itu merugikan.. dengan internet kita dilatih untuk mencari/seleksi informasi.. bukan menelan informasi dari media seperti tv, radio, dll..
selain itu semuanya mudah dicari dengan internet, ibaratnya kita bisa merangkul dunia.. sayang masih ada rakyat kita yang membenci internet padahal gara2 dia tidak mengetahui dan malas mengetahui apa internet itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau internet = facebook &amp; jejaring sosial maya lainnya itu merugikan.. dengan internet kita dilatih untuk mencari/seleksi informasi.. bukan menelan informasi dari media seperti tv, radio, dll..<br />
selain itu semuanya mudah dicari dengan internet, ibaratnya kita bisa merangkul dunia.. sayang masih ada rakyat kita yang membenci internet padahal gara2 dia tidak mengetahui dan malas mengetahui apa internet itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ocep</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/blog/dongeng-digital-antara-tangerang-jakarta/comment-page-1/#comment-86165</link>
		<dc:creator>ocep</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 07:48:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=1198#comment-86165</guid>
		<description>semua itu pilihan .., saya memilih untuk tidak bergabung dalam jejaring sosial dunia maya karena memang tidak begitu tertarik setelah friendster..,  banyak saya temukan pada lingkup sosial saya yang memilih seperti saya di jakarta.., jadi bukan berarti  ketinggalan zaman ataupun 'ndeso'..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua itu pilihan .., saya memilih untuk tidak bergabung dalam jejaring sosial dunia maya karena memang tidak begitu tertarik setelah friendster..,  banyak saya temukan pada lingkup sosial saya yang memilih seperti saya di jakarta.., jadi bukan berarti  ketinggalan zaman ataupun &#8216;ndeso&#8217;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

