Dec
1
Aksi blokir kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah blog berisi kartun Nabi Muhammad. Pemblokiran berawal dari surat bertanggal 19 November yang diteken oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.
Isinya permintaan kepada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia untuk memblokir blog ini. Blog tersebut dianggap melanggar SARA, merendahkan agama, dan memuat gambaran mengenai ajaran Islam yang salah.
Karena dikeluarkan oleh seorang menteri yang berwenang mengurus masalah komunikasi dan informatika, surat itu kontan direspons secara cepat oleh beberapa perusahaan penyelenggara jasa Internet, seperti Fastnet, CBN, Smart, dan Mobi Mobile.
Seperti kerbau dicucuk hidungnya, perusahaan-perusahaan itu langsung melakukan pemblokiran. Tapi rupanya ada miskomunikasi. Penutupan itu ternyata tak hanya berlaku pada satu blog, melainkan seluruh akses ke Blogspot. Akibatnya, blog-blog lain juga kena imbas. Para pengguna Internet, khususnya para narablog, pun melontarkan protes.
“Saya heran, hari gini masih musim blokir-blokiran, ya, Mas. Berlebihan sekali, kan? Lagi pula pemblokiran itu terkesan diskriminatif. Buktinya, masih banyak situs yang juga melecehkan agama lain tapi dibiarkan saja,” kata Mat Bloger, kawan saya yang blognya di Blogspot ikut tertutup aksesnya.
Saya memaklumi kekesalan hati Mat Bloger kawan saya itu. Hanya gara-gara seekor tikus, satu lumbung dibakar. Padahal memang begitulah kehidupan di ranah Internet. Jejaring raksasa ini bukan wilayah atau benda suci. Ia bisa tercemar oleh tikus dan buaya pengganggu. Lalu ada kelompok yang tersinggung dan marah. Tapi, menurut saya, kita sebaiknya lebih arif dan bijaksana menghadapi tukang bikin onar itu.
Blog bisa berpengaruh sekali. Isi blog yang tersebar bisa menghasut. Pendapat khalayak ramai bisa terbentuk. Dan seseorang atau sekelompok orang dirugikan. Tapi marilah kita renungkan sejenak. Perlukah kita cemas bila yang dihadapi hanya satu atau dua blog dengan jumlah pengunjung harian beberapa puluh atau ratus orang saja, sementara kita hidup di negeri yang penduduknya, katakanlah, 230 juta?
Mungkin perlu. Tapi itu berarti kita mungkin sudah tak bisa lagi membedakan antara subyektivitas dan obyektivitas. Sebuah tulisan atau komik yang menyakitkan hati belum tentu berarti sesuatu yang mengacau negeri. Demokrasi, konsep yang menjadi landasan ranah blog, memang riuh dan rumit, tapi masih perlu dipertahankan. Saya malah khawatir, jika kita terlalu berlebihan bereaksi dan merespons blog sontoloyo itu, akibatnya bisa berabe. Kehidupan berdemokrasi yang menghargai perbedaan pendapat jadi terancam.
“Nah, itu dia yang saya juga cemaskan, Mas. Sampean tentu masih ingat kasus film Fitna!, yang membuat pemerintah memblokir YouTube dan beberapa situs lain tempo hari. Siapa yang rugi? Kita semua, kan?” kata Mat Bloger.
“Mestinya kita tak perlu berlebihan seperti itu. Saya merasa para narablog juga tak senang dan mengecam tindakan blog yang memuat kartun Nabi Muhammad itu. Para narablog toh bukan komunitas pengacau. Mereka itu kelompok yang melihat blog sebagai alat — yang terkadang dilupakan — untuk memperbaiki kualitas dan mengembangkan pilihan-pilihan baru dalam bacaan.
Di ranah blog, ada yang namanya kearifan khalayak. Kearifan khalayak inilah yang menjadi penjaga nilai-nilai dan etika kehidupan di ranah blog. Kalau ada yang menyeleweng, khalayak bereaksi. Minimal mengabaikan blog pengacau itu.”
“Apakah karena menterinya masih baru ya, Mas?”
“Mungkin. Yang penting Pak Menteri sudah mengoreksi keputusannya dan sekarang akses ke Blogspot sudah dibuka kembali. Saya berharap, kelak, kasus semacam ini tak terulang lagi.”
Saya juga ngeblog di blogspot. Tapi saya ko’ gak ngrasakan pemblokiran itu yah?
setahu saya, belum ada orang medan yang takabur membakar rumah hanya karena benci tikus di dapur.
sejak kemarin, aku sudah bisa ngakses blogspot (via fastnet).
repot juga kalau ada tikus di kantor menkominfo, apa juga dibakar kantornya? gak zaman ah main sensor, kalau ada blog sesat ya ndak usah dikunjungi semakin dikunjungi dan diblokir malah makin menarik traffic
Betul juga perkiraan Thomas R. Friedman dalam bukunya “The World is Flat”. Masih banyak negara yang ketakutan menghadapi gelombang tsunami informasi dan menyikapinya dengan perilaku burung unta yang cuma bisa membenamkan kepala ke dalam tanah ketika persoalan datang menerpa. Tidak canggih.
sialan
Coba dong “ngaca” dikit, kunjungi website2 islam dan lihat di sana apakah mengajarkan kebencian kepada umat lain? Apakah di sana tidak menjelekkan umat lain? Kenapa ngga di-block juga tuh? Lagu lama, cuma bisanya “nunjuk” tanpa pernah “bercermin”…
Menurut saya, situs seperti itu tidak perlu diblokir. Kita hack saja
Tuhan….Ampunilah dosa-dosa kami…(-_-)
wah jadi penasaran emang ada apa dengan kartun nabi Muhammad ? sampe di blokir lagi …. searching ahhh……
…juga bukan jamannya lagi semua hal dibiarkan.
Judulnya SALAH, yg bener, DIBLOKIR GARA-GARA BLOGER SABLENG, Monggo Pak Menteri hajar teruuuuuuuusssssss!!!!!
Welcome taliban era
gunakan vidalia dan tor untuk memanfaatkan jaringan terenkripsi untuk mengakses situs yang diblokir
AH…Untung dia gak jadi wapres..
Bginilh klo mentriny dpt jtah dri partai…klo mw gnti dngan kang ono w purbo atw roy suryo…ha..2
biar bersih+peduli, bersihkn smw sara yg laen jg bro,. biar profesional,menkominfo coba buat kolom saran. biar bro2q dsini gk “cuat cuit”,biar bs lgsg Face2Face. Biar mslh CLEAR! (gk d yg bruk sgka dn yg slh bs ngaca) gk ad gep rakyt vs pmrnth/tkohny.
Gak ada asap tanpa ada api…gak kebalik kan?
Bebas sih..bebas mas, tp jangn kelewatan.
Baru tau to antum semua kalau mentri ini kuper (kurang pergaulan)
pak menteri harus byk belajar, mana yg prioritas dari tupoksi sebuah departemen kominfo..
Btw… sdh bukan jamannya lagi memposting hal2 yg bersifat SARA.. karena kita sdh berada pd “masyarakat” maya…
Pak Menteri ini salah tempat dan namanya akan tercemar habis karena mau jadi menterinya rezim SBY. Dia tidak sadar atau mau duitnya saja.
Dia harusnya di luar dan lantang di DPR. Bukankah kita sudah komitmen punya:
A l a s a n p e r l u n y a SBY d i l e n g s e r k a n s e g e r a .
SBY justru meningkatkan dan membiarkan korupsi menjadi-jadi tanpa kita sadari. Apa menggunakan duit negara dengan masif oleh seluruh kepolisian di seluruh Indonesia dengan alasan pengamanan demo anti korupsi hari ini 9 Desember itu tidak korupsi masif? Ini korupsi masif !
hal tersebut hanya satu contoh sebuah korupsi terselubung. SBY jelas dalam hal ini membiarkan dan meningkatkan korupsi seperti itu. Negeri ini juga tidak bakalan membaik kalau hanya dipimpin SBY, seorang presiden yang hanya bido omdo, bicara doang omong doang dan tidak berbuat, tidak bertindak, apalagi tegas dan konkrit.
Bayangkan untuk memberantas korupsi misalnya, SBY hanya pidato bido omdo dan tidak bertindak. mau dibawa kemana bangsa dan negara ini? Akan berlangsung 10 tahun seperti ini? Inilah hal penting sebuah alasan perlunya SBY dilengserkan segera.
Untuk itu dibutuhkan tekat dalam, komitmen besar dan upaya keras kita semua, terutama kawan-kawan sesama mahasiswa seluruh Indonesia. Bekas jenderal-jenderal dan tokoh-tokoh masyarakat di luar kekuasaan harus mendukung dalam arti luas dan juga harus punya tekat sama apakah mereka memang masih punya hati nurani melihat banyak rakyat sudah bunuh diri, anak-anak busung lapar dimana-mana, ketidakadilan menjadi-jadi, dan sebagainya, dan sebagainya sejak Indonesia di bawah SBY.
Banyak koruptor dipenjarakan oleh SBY? Memang tapi hanya sekadar gimik dan untuk konsumsi media. Buktinya, justru Antasari pendekar anti korupsi dijebak dan dipenjarakan setelah besan SBY terjerat korupsi saat KPK dipimpin Antasari. Yang tersisa tinggal Bibit dan Chandra yang lemah tidak seperti Antasari. Memang Bibit Chandra dibebaskan ttapi Antasari tetap dipenjarakan. Target SBY adalah memenjarakan Antasari bukan Bibit Chandra. Antasari dalam keadilan harusnya tidak bisa dipenjarakan sebab dia melakukan tindak pidana karena dijebak. Sekarang koruptor-koruptor kakap baik di birokrasi maupun di luar girang. SBY terbukti tebang pilih dan pidato memberantas korupsi dan lainnya hanya sekadar gimik dan untuk konsumsi pers. Tapi mengapa presiden yang dipilih dengan politik uang yang canggih melalui KPU, LSI dan sebagainya itu etap dibiarkan melenggang sampai 2014? Sudah bodohkan semua manusia bangsa kita ini? Semua luput dari logika, mata dan hati kita semua.
Aku setuju kali. Dia tak baik kita biarkan hingga 2014? Tuhan mengutuk SBY, banjir besar di desa-des kami di Sumut dan di tempat lainnya akibat SBY yang tidak disukai Tuhan. Dia berbohong. Saya ngliat ini dari tatapan mata dan gerakan tangannya. Ddalam Alkitab kita dan juga di Al qur’an, sudah nyata negeri akan rusak kalau dipimpin orang yang bukan ahli. Hentikan SBY cepat. Terkutuk dia SBY. Dia munafik dan tukang bohong besar. Antara mulut dan hatinya bagai langit dan bumi, terpisah jauh. Hentikan dia sebelum kita semua bergerak membakar-bakar.
Sedikit koreksi ejaan dan sedikit update dari opini ku kemarin malam tapi substansi tetap substantif, bangset:
Gerakan 9 Desember hari ini dan dalam kesempatan-kesempatan ke depan berikutnya harus beragendakan pelengseran SBY. Jelas. Jangan biarkan korupsi apapun bentuknya dibiarkan dan direstui, tahu sama tahu, oleh SBY, setuju banget.
Juga poster-poster harus dibuat berbahasa Indonesia dan Inggri, masif, dan komunikatif: LENGSERKAN SBY! SBY STEP DOWN! dan sebagainya. Kalau sekadar demo damai basa-basi anti korupsi justru akan menguntungkan SBY yang tidak akan membawa negeri ini baik.
Sudah enak dia 5 tahun, jangan ditambah berkuasa 5 tahun lagi sampai 2014. Kita semua sudah mengenali watak tidak jelas itu ada pada SBY. Watak tidak mungkin berubah. Kalau selalu ragu dan tidak jelas, Indonesia tidak akan mampu bangkit. Menjatuhkan SBY untuk situasi saat ini justru sejalan, seirama dan sesuasi UUD 1945. Lihat, tidak ada satu saja kebijakan SBY yang sesuai dengan UUD 1945. SBY kapitalis tidak, sosialis tidak, agama tidak. Kebijakan ekonomi dan politik SBY justru bersifat makelar dan koruptif masif.
SBY tidak akan membawa perubahan signifikan dan sengaja membiarkan semuanya liar. SBY membiarkan semakin banyak ketidakadilan hukum dan ekonomi. Karakter tidak mungkin berubah. SBY berkarakter ragu, penakut, pengecut, namun selalu saja mencoba menyusun kata-kata berbunga-bunga, di saat menghadapi berbagai dilema yang harusnya dia pecahkan dengan memuaskan rakyat.
SBY terinfeksi berbagai sindrom dan penyakit. Sindrom penakut, penyakit menular miskin wawasan kenegaraan dan miskin pengawasan dan pelaksanaan dalam kebijakan pemerintahan. Yang dia kenal, tahu sama tahu. Pejabat atau menteri melaksanakan program sekadar menuruti tren omongan orang tanpa wawasan pembangunan kenegaraan yang benar dan tanpa target manfaat rakyat. Seluruh dana aman dikorupsi bersama, inilah tahu sama tahu.
Pemimpin negara yang terinfeksi sindrom dan penyakit menular tersebut tidak mungkin membangun negara. Ini sebab SBY nyaman dan menantang terus dengan semakin banyak menyusun kata-kata pidato bohong, menonjolkan pribadi seolah-olah negara miliknya.
Di facebook dan yang lain, ini tentu saja normal, SBY dibilang l-e-m-o-t, lemah otak. Tetapi SBY tidak menyadari dan malah pura-pura tidak tahu dan tetap merangkai kata-kata pidato mencoba merayu rakyat, dan bersikap defensif.
5 tahun itu berlalu rakyat tidak mendapat manfaat dari SBYdan 5 tahun lagi mungkin akan berlalu sama. Lambat dan tidak ada tindakan substantif kecuali pembohongan-pembohongan, pembodohan-pembodohan, cara-cara lama yang terus dipakai SBY. Dia tidak menyadari zaman sudah berubah, dan rakyat sangat cerdas. Pasti SBY akan diturunkan di tengah jalan dan tidak lama lagi kalau terus begini.
Mencermati wataknya selama ini jelas SBY tidak akan berbuat banyak untuk rakyat. SBY bukan tipe pemimpin dan apalagi bapak pembangunan seperti Suharto.
Kepandaian menutupi borok-boroknya adalah khususnya karena abang kita yang pandai bicara dan menutupi kelemahannya, abang Andi Malarangeng, yang maaf ketularan oportunis dan licik. SBY dan abang Andi hanya jenis manusia saleman kata-kata.
Tentu saja kalau ada di audit komprehensif maka semua proyek periode 2004-2009 bocor banyak, dikorupsi tidak nampak, atas nama proyek-proyek yang tidak ada manfaat untuk rakyat kecuali disunat sana sini. Maka SBY terpilih lagi. Korupsi menjadi-jadi karena banyak orang ambil manfaat dari pembiarannya. Korupsi merajalela justru karena SBY tidak ditakuti.
SBY mengartikan reformasi sekadar slogan untuk dimanfaatkan di pidato, bukan memahami makna sejatinya dan luasnya, dan tidak dilaksanakan maksimal. Ini juga kesalahan sistem, negara ini tidak punya MPR dalam arti sebagai majelis tertinggi yang bisa “menggantung” presiden buruk, dan tidak ada GBHN.
SBY parah kalau dibandingkan Suharto. SBY mengatakan tidak hutang tapi tetap hutang. SBY pinjam dari ADB dan World Bank, tentu bukan dari IMF. Agar uangnya tetap bertambah, IMF sekarang menawarkan hutang baru dengan syarat longgar.
SBY benar kalau dibilang lemot. Suharto memang pinjam ke IMF dan World Bank tetapi benar-benar untuk pembangunan masif dan tidak banyak bocor. Suharto punya pengawasan dobel tripel. Suharto tegas dan memecat siapa saja yang tidak beres. Dalam kabinet SBY, dana-dana menguap habis. Konon juga untuk mengongkosi kampanye 2009 antara lain dengan pelanjutan program BLT. Pemerintahnya konon juga terlibat skandal talangan tak perlu atas Bank Century, yang duitnya konon masuk ke putranya sendiri dan pembantu-pembantunya termasuk ke orang-orang KPU. Penuduh-penuduh bisa salah bisa benar. Mereka mengaitkan itu karena Budiono jadi wapres dan Mulyani kembali ditunjuk.
SBY tidak mampu apalagi secepat dan setingkat Suharto. Suharto membangun mendirikan industri dan bisnis Batam, yang sayangnya sekarang sudah memudar. Suharto membangun jalan-jalan raya dan yang lain bukan sekadar sebelum kampanye, dalam merayu rakyat. SBY tidak mampu melanjutkan pembangunan proyek jalan layang dan tol signifikan yang terhenti setelah sekian lama sejak Suharto lengser.
Di masa Suharto, semua jalan tol, layang dan jalan raya dibangun bagus dan awet karena dana tidak banyak bocor, bukti konkrit Suharto. Dia mengawasi dan memecat pejabat teras yang tidak beres. Suharto tidak kata berbunga tetapi tindakan.
Tetapi SBY lebih suka kata-kata berbunga. Suharto bernasionalisme dengan bukti konkrit tersebut. Kalau saja dahulu Suharto tidak dilengserkan pasti Indonesia sekarang sudah sama dengan Malaysia atau sedikit dibawah Singapura. Betapa tidak berartinya SBY saat ini dan dia selalu menutupi malunya bukan dengan lengser, tetapi dengan membuat kata-kata berbunga dalam setiap kesempatan pidato, ini samasekali tak lucu. Lihat jalan layang Kalimalang itu yang sampai sekarang tetap tidak selesai dibangun, bahkan sekian lama setelah Suharto lengser dan sudah meninggal. SBY membuktikan tidak mampu meneruskan pembangunan manapun.
Justru presiden boneka seperti SBY yang harus dilengserkan, bukan Suharto yang kita sadari ternyata lebih cinta dan perduli rakyat.
Bangsa ini memang tidak mampu mengenali pemimpin dan negarawan sejati atau bohongan. Suharto cinta pembangunan, Sukarno cinta rakyat, dilengserkan. Sementara, SBY boneka imperialis dan pembohong, dibiarkan, tidak dilengserkan. Kita selalu dibodohi memaksa lengser presiden adalah makar dan melanggar Konstitusi UUD 1945 adalah kata-kata pertahanan penguasa. Justru menjatuhkan presiden macam SBY yang tidak perform dan tidak menjalankan amanat UUD 1945 adalah menegakkan UUD 1945. Lihat, tidak ada kebijakan SBY yang sejalan dengan UUD 1945.
Suharto dalam beberapa tahun terakhir berkuasa berhasil membangun masif untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Tetapi SBY bahkan sampai 2014 sekalipun juga tidak akan mampu. SBY asyik dengan pidato kata-kata. SBY tidak diberi pelajaran oleh kita yang bersikeras menuntut dia lengser.
Sebagai mahasiswa kita malu punya negara dengan presiden seperti ini yang tidak hanya boneka imperialis tapi juga miskin wawasan bernegara untuk kepentingan rakyat.
Di facebook dan tv-tv, bahkan SBY dibilang, dan ini wajar saja, l-e-m-o-t. SBY sebenarnya pandai mengambil keuntungan pribadi dan dia telah menganggap dirinya pemilik Indonesia, sebuah sindrom yang lain. Beberapa kawan kita telah membuat analisa psikologis sifat dan watak SBY melalui pidato-pidato SBY.
SBY menegakkan HAM hanya sebatas kebebasan berekspresi dan inipun sangat lemah karena membiarkan tim hakim di sebuah pengadilan negeri menggangsir kebebasan tersebut, renungakan kasus Prita. SBY tidak minta hakim ketua tersebut dipecat, hanya untuk menunjukkan dia tidak boleh campur tangan, kepura-puraan dan pembodohan. Padahal jaksa agung dan ketua MA sekalipun diangkat oleh Presiden. Presiden boleh memberhentikan mereka sekalipun. Ini pembodohan nyata pada rakyat. Hal separah ini tidak mungkin terjadi di masa Suharto.
SBY bukan menegakkan HAM secara komprehensif dan substantif. Buktinya siapa pembunuh Munir tidak terungkap dan kasus ini lenyap di telan lupa. SBY tidak substantif, karena jutaan rakyat dibiarkan tidak berubah nadib mereka, inikah penegakan HAM? Ini justru pelanggaran HAM berat dan masif.
SBY juga membiarkan merajalela korupsi berjamaah dengan memarkup dan menyunat dana-dana proyek pemerintahannya sendiri. Sedangkan ketidakadilan hukum dan ekonomi menjadi-jadi, karena SBY dilihat tidak tegas, dilecehkan. Banyak pejabat dan menteri menjalankan proyek dengan dalih memperbaiki taraf hidup masyarakat, namun yang ada di kepala mereka sesungguhnya hanya bagaimana caranya mendapat jalan sukses berkorupsi yang tidak kelihatan, dan SBY tahu ini, tahu sama tahu. SBY aman tidak dilengserkan. Indonesia dunia terbalik.
Hasil pemilu 2009 sesungguhnya tidak sah karena hasilnya bukan mencerminkan kebenaran. Kemenangan itu sesungguhnya juga karena politik duit antara lain dengan gimik-gimik suap seperti BLT dan sebagainya. Inilah yang merusak sistem demokrasi. Demokrasi menjadi tidak disukai karena selalu diselewengkan SBY.
Di Iran hari ini kita menyaksikan demo masif yang digerakkan pemimpin oposisi yang kalah pemilu saat melawan Ahamdinejad. Demo tersebut persis sama sebelum pelengseran Suharto. Gerakan di Iran kali ini didanai CIA dan bertujuan menjatuhkan Ahmadinejad, yang bersikeras memperkaya uranium ke kadar senjata nuklir dan tidak mau menghentikan program tersebut.
Di Indonesia esok 9 Desember dan dalam waktu dekat ke depan gerakan mahasiswa mungkin tidak akan mampu melengserkan SBY, karena tidak ada negara dan lembaga kuat dari luar yang berkepentingan. Amerika belum diyakinkan oleh Tokoh-tokoh penting negeri tampaknya keok dan tidak mampu meyakinkan pemerintah Amerika bahwa Amerika akan lebih nyaman kalau bukan dengan SBY. Dengan SBY, Amerika tetap bisa mangangkuti berton-ton emas dari Papua dan migas dari daerah-daerah lain di Indonesia, membantu mengatasi ekonominya yang hancur lebur akibat krisis finansial. Harus ada yang meyakinkan tanpa SBY kepentingan Amerika lebih aman. Kita menunggu tokoh-tokoh seperti pak gus Dur dan pak Amien cs., mengapa SBY dibiarkan sampai 2014, apa dia tidak sudah lama melanggar UUD 1945?
Menunggu Tuhan jangan. Yang pasti kalau seluruh umat beragama di Indonesia berjuang keras, bangun dan sadar, bahwa negerinya di bawah rezim boneka dan tidak becus, rakyatnya menjadi sengsara, walaupun Indonesia merdeka sejak tahun 1945.
Dan yang pasti SBY bisa, bisa dilengserkan atas nama UUD 1945 dan cara lain apa saja kalau mantan jenderal-jenderal terbuang tidak takut. Seluruh rakyat menunggu. Kalau mereka mau bersama-sama jaringan mahasiswa dalam arti luas dan kalau mau juga mengajak seluruh tokoh masyarakat penting seperti pak Amien Rais dan pak Gus Dur serta tokoh-tokoh pendemo masa lalu, bersama-sama turun ke jalan, tetapi dengan poster-poster jelas, berbagai bahasa, komunikatif, dengan agenda pelengseran SBY.
Pak gus Dur dan pak Amien punya basis massa masif dan signifikan. Bersama kita mahasiswa seluruh Indonesia dan kalau didukung perwira-perwira TNI dan polisi terbuang dan juga yang aktif, atas nama berbagai pelanggaran dan penyelewengan, kita bisa melengserkan SBY. Mereka juga harus meyakinkan CIA dan Amerika, bicara jelas jangan mendua, saat ditanya agen-agen CIA. Mereka juga harus rajin mengirim email ke lembaga-lembaga internasional. Mereka juga harus aktif berkomunikasi bisa lewat email ke CIA dan bertemu dengan agen-agen CIA di Bangkok dan Singapura bahwa SBY bukan harapan rakyat dan rakyat bisa marah masif dan kepentingan Amerika tidak dijamin aman. Amerika tidak mau kepentingan industri pertambangan masifnya di Indonesia terganggu akibat pemimpin yang membuat marah rakyat. Pak gus Dur dan pak Amien tidak boleh sekadar bicara tetapi buktikan turun ke jalan dan teriakkan lengserkan SBY. Jangan biarkan rakyat itu menderita terus-menerus. Ayooo, maju terus, sampai SBY benar-benar mundur. Setuju yang mengatakan bahwa pangkal masalahnya adalah SBY. Ayoo kita lengserkan SBY. Lebih cepat lebih baik.
internet diblok dan disensor membuktikan bahwa diktator gaya baru telah lahir di indonesia berbekal UU ITE
betul, kawan-kawan kita sudah sewa sniper dan AK 47 dan ada juga M16, untuk menembak SBY dari atas jembatan jalan tol pada saat meuncur pulang ke Cikeas. tenang saja. Tapi tolong temanean segera handle Sutan batoegana dan diniel saringga, yang ngomongnya semakin ngacau dan kurang ajar di tv one, gembosi mobil mereka, atau pasang bom di mobil mereka, tabrak mereka ! si bencong daniel sparingga menciumi pantat SBY, kayak Andi Malarangeng.
Agitator murahan…gak lakuuuu…
Wajar mas, yang jadi menkominfo juga manusia, punya rasa, yang ingin disanjung misalnya. Kalau semua terblokir, ya, itu biar heboh gitu lho. Biar ada rasa sensasi. Ini kan cuma meniru-niru trik-trik para seleb yang pamornya mulai terkubur, agar bersinar kembali, gitu kan pak Sembiring?
Silahkan nge-blog,tp jgn mghina Nabi kami.Tk hrus dbiarkn.Klian lbh tw dunia maya,bndgkn spa yg pling pghina agama.Jgn asal mnylahkn.
Wujudkan Internet sehat!!!
Mungkin sebaiknya 5 tahun lagi mesti ada menteri blogger di Indonesia ya
TAIKLAH KALIAN SEMUA NGOMONG AJA TAUNYA…
Ngapain Repot, Kalau kalian gak senang gak usaha main internetan,,
gimana mau maju kalau rakyat udah ga percaya pemimpinnya.. yah beginilah rakyat kita.. rewel, hidup berkelompok, kelaparan, basa-basi, pemimpi, suka ber opini, belajar dari surat kabar, pemuja sejarah, pikiran kerdil
hiduplah di luar negeri dan tanyakan bagaimana kinerja pemerintahan SBY sekarang ini
korupsi!!!!!!!!mana bisa dibrantas udah mengakar dari lurah.contoh lurah Roa Malaka bapak N dalam pemilihan Rw 02 kec Tambora jak bar melakukan intervensi .pemilihan yg diadakan oleh masa tidak disahkan tapi mantan Rw tanpa ada pemilihan lansung diangkat oleh camat dan disahkan alasannya tanya ketua forum yg nota bone orang Rw juga .dan juga lurah menerima tiap bulan 2jt dari RW dari keterangan ketua RT006 Ibu ase yg aku rekam