Enak di Blog dan Perlu

Indonesia terjangkit demam Obama. Gara-garanya, Presiden Amerika Serikat itu berencana melawat ke sini Sabtu pekan depan. Banyak kalangan seperti tersengat lebah dan bersiap-siap menyambutnya. Bukan hanya jajaran petinggi pemerintahan yang repot, orang biasa pun dibuat ikut sibuk.

Guru-guru dan murid SD Asisi di Menteng Dalam–tempat Presiden Amerika Serikat itu pernah bersekolah — misalnya, sudah sejak jauh hari membersihkan dan mengecat gedung sekolah. Mereka juga berlatih khusus untuk sebuah acara penyambutan. Daerah-daerah yang akan dikunjungi Obama, seperti Yogyakarta dan Bali, pun ikut beres-beres. Jalanan yang rusak diperbaiki. Semuanya dibikin rapi dan bersih agar sedap dipandang jika Obama nanti benar-benar jadi berkunjung.

Barack Obama memang bagaikan magnet. Semua gerak-gerik sang Presiden selalu menjadi berita dan menyedot perhatian orang. Itu sebabnya, media massa pun berlomba menurunkan liputan khusus menyambut lawatan pertama Obama ke Indonesia setelah dilantik jadi presiden. Media membuat tulisan feature tentang masa kecilnya di Jakarta, persiapan SD Asisi, wawancara dengan teman-teman dan tetangga di masa kecil dulu, dan seterusnya. Ada juga tulisan-tulisan ringan mengenai profil dan masa lalu Obama selama di Menteng.

Media dan jejaring sosial tak kalah seru menyambut kedatangan Obama. Di Facebook, misalnya, sejak Ahad lalu muncul pengumuman dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta tentang halaman khusus untuk menyambut kedatangan Obama. Halaman ini katanya akan menjadi sumber informasi pertama dan tepercaya tentang kunjungan Obama, bahkan sebelum media tradisional mengendusnya.

Yang menarik, di halaman khusus itu pengunjung diminta ikut memilih makanan yang perlu dicicipi Obama selama di Jakarta, apakah rendang, bakso, durian, atau nasi goreng. Pengunjung juga bisa mengusulkan warna batik yang sebaiknya dikenakan Obama nanti, apakah biru, cokelat, merah, atau kuning.

Kemunculan halaman khusus Obama itu menyedot perhatian beberapa narablog. Mereka lalu membuat ulasan khusus di blog masing-masing. Chika Nadya, contohnya, menulis di blog, begini, “Menurut saya, duren is a must buat Pakde Obama. Beliau harus mencoba nikmatnya bau dan rasa duren.”

Demam Obama juga mulai terlihat di Twitter. Para pengguna Twitter ‘berkicau’ tentang halaman khusus Obama itu dan menyiarkan usulannya. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, yang memakai nama identitas @usembassyjkt di Twitter, aktif mengabarkan informasi terbaru tentang bosnya. Beberapa pengguna Twitter pun sudah bertanya-tanya kapan persisnya Obama akan mendarat, ke mana saja dia akan berkunjung, apa agenda selama di Indonesia, dan sebagainya.

Inilah untuk pertama kalinya berita tentang lawatan seorang kepala negara asing marak di media sosial. Kebetulan yang datang memang tamu agung dari Amerika, negara asal sebagian besar layanan media sosial terkemuka. Di tengah gemuruh popularitas media sosial yang sedang lari kencang di Indonesia, kedatangan Obama pun seperti mendapat wahana yang pas.

Sungguh tepat strategi membuat halaman Obama di Facebook dan berbagi kabar di Twitter. Kedua media sosial ini memancing partisipasi dan interaksi publik. “Sharing” adalah kata kunci di media sosial. Twitter merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berbagi apa saja, informasi, kabar, video, foto, dan sebagainya. Dengan berbagi, seseorang sekaligus mempromosikan dirinya sendiri. Publik mayantara akan mengenalnya sebagai figur yang suka berbagi tentang sesuatu, keahlian atau spesialisasi tertentu. Para pemasar menyebutnya aktivitas personal branding.

Obama sudah melakukannya. Kapan giliran sampean?

Komentar [30]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

30 Komentar untuk “Demam Obama di Media Sosial”

  1. sofda | 17 March, 2010 05:56

    penilaian sebagian besar, kita terlalu over menyambut orang no.1 USA itu sampai-sampai ‘menyembunyikan kemiskinan untuk menunjukkan kekayaan’ bangsa ini

  2. Dering | 17 March, 2010 06:30

    Sofda gak usah menyambut Obama, menyambut menteri yg mengunjungi satu daerah aja biasanya pemda berusaha memoles sedemikian rupa supaya keliatan kinclong hehehe… Baru tau ya kalo Indonesia ini munafik…

  3. aisyah muna | 17 March, 2010 12:57

    banyak yg berkoar-koar jalan pada bolong-bolong, tapi tak ada yg mendengar, pas obama dateng baru di perbaiki..Tuhan..
    duh…
    -_-

  4. MantraSakti | 17 March, 2010 16:16

    Obama memang hebat,dia mempunya aura yg mampu menarik sesiapa saja,termasuk umat Islam diseluruh dunia.Keseronokan umat Islam menyambut kemenangan beliau dalam pemilihan Presiden yg lalu,seolah2 seperti kemenangan Obama itu adalah kemenangan Islam.Begitu juga diIndo’sia,NU pertubuhan Islam terbesar diIndo’sia yg dikatakan keanggotaannya mencecah 40 juta orang itu juga seolah2 telah termakan gula2 Presiden AS itu.Persoalannya,mengapakah beliau begitu disokong umat Islam?Adakah ia sekadar kebencian kita terhadap mereka yang berkulit putih,menyebabkan kita bergembira diatas kemenangan mereka yang tidak berkulit putih?Atau adakah kerana beliau menjanjikan “Change” seperti slogan dalam kempennya itu,atau kita menerima siapa sahaja asal tidak dari kroni Bush,yg telah banyak mengguris hati umat Islam itu?Atau adakah kerana Obama itu pernah tinggal diIndo’sia,atau adakah kerana middlename nya Hussein

    Adalah amat malang bagi umat Islam diIndo’sia khasnya,dan umat Islam didunia amnya,apabila kita begitu mudah termakan ‘roti dajal’ ini.Sebenarnya Obama juga sama seperti Presiden2 As yg lalu,tidak ada bezanya.Cuma dia lebih bijak berdiplomasi dan tidak mudah menunjukkan kebodohannya seperti apa yg pernah dilakukan olih Bush.Tugasnya seperti yg termaktub dalam sumpah ikrar jawatannya adalah membawa AS kemercu kejayaan,biar dgn apa cara sekali pun,dan yg pasti dia tidak akan membiarkan apa saja yg akan menjadi penghalang cita2nya itu

    Obama adalah personifikasi suara dan tindak-tanduk AS,dan perlu diingat AS dengan suara dan tindak-tanduknya jelas memusuhi Islam.Bau busuk kejahatan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam seperti diAfghanistan,Iraq dan terkini Iran tidak akan dapat ditutup dan disembunyikan lagi oleh mereka.Apakah kita masih mengharapkan sinar kebaikan dari AS,sedangkan disaat ini kita dapat menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri kerakusan dan kebiadaban mereka yg secara berterusan mempergiatkan serangannya kepada negara2 Islam.Apakah para kiai NU yg rata2 janggut mereka panjang2 belaka itu,tidak memahami bahawa AS adalah negara kapitalis yang sinonim dengan penjajahan dan kezaliman? Kita harus sedar,bahawa Obama itu adalah AS dan AS itu adalah Obama

    Kita perlu ingat,politik adalah satu seni yang telah lahir sejak beribu tahun dahulu (It is an art of deception which has been perfected over the years),Jadi seharusnya kita jangan mudah tertipu.Sewajarnya,didalam menilai sesuatu perkara,kita perlu mengkaji sejarah dan kronologinya,supaya kita dapat melihat lebih lanjut mengenai “perjuangan” atau “peribadi” seseorang itu.Untuk itu,mari kita tinjau sedikit ucapan2 beliau nan lalu.Pada 15 Februari 2007,Obama pernah mengeluarkan kenyataan kepada akhbar utama Israel,Haaretz yang berbunyi,”My view is that the United States’ special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace,while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction” Ketika berucap disebuah gabungan Yahudi yang berpengaruh, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) diChicago pada 2 Mac 2007 pula beliau berpidato,”Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region.Our job is to do more than lay out another road map.That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel:Our strongest ally in the region and its only established democracy.That will always be my starting point.” Adakah kenyataan2 ini sedap untuk didengar?sama2lah kita fikir2kan.Mengenai akhlak beliau pula,mari kita sorot kenyataan beliau yang pernah menggunakan perumpamaan kepada calon lawannya,yg menyifatkan McCain dan Palin sebagai saekor babi,yang jika dipakaikan lipstick, tetap juga saekor babi

    Sebenarnya sistem AS memang memungkinkan siapa sahaja untuk menjadi Presiden sekiranya berkelayakan,dan penduduk kulit berwarna sememangnya berhak berasa bangga dengan perlantikan Obama itu.Ini adalah pertama kali seorang campuran Negro + Asia + Kaukasian + Eurosian menjadi presiden sebuah negara kuasa besar. Namun anehnya,Indo’sia sabuah negara Islam terbesar didunia juga turut teruja dengan Obama sehinggakan timbulnya idea mengumpul dana lalu menghasilkan patung Obama ‘Little Barry’ itu.Jadi jelaslah pembinaan patung daripada gangsa ini sebagai manifestasi rasa bangga sebahagian rakyat Indo’sia terhadap perlantikan presiden baru AS Barack Hussein Obama sebagai Presiden AS yang ke-44 itu

    Namun mujurlah sekitar kira2 57,000 pengunjung laman sosial Facebook sempat membantah patung Obama yg diletakkan ditaman awam Menteng Jakarta itu,lalu dialehkan keSekolah Rendah Menteng 1 baru2 ini.Itu pun upacara mengalehkan patung itu terpaksa dilakukan pada waktu malam,kononnya supaya tidak mahu mengganggu jadual pembelajaran pelajar2.Sebenarnya lawatan Obama keIndo’sia hanyalah sebagai lawatan nostalgia,yg mana beliau pernah bersekolah rendah di Indo’sia ketika berumur 10 tahun dan pernah menghadiri kelas dengan memakai seluar pendek seperti yg digambarkan dipatungnya itu.Disamping itu,yg jelasnya,beliau juga mahu mengambil kesempatan bagi menunjukkan kepada dunia bahawa beliau tidak memusuhi Islam,itu sahaja.Olih itu,warga Indo’sia harus sedar bahawa tidak banyak yg dapat diharapkan dari Obama.Mereka sendirilah lah yg harus berusaha membangun negara mereka sendiri,dan berhentilah dari berangan2 bahawa Obama akan melakukan keajaiban buat Indo’sia

    Walau pun warga Indo’sia memang terkenal patriotiknya,ramai lagi wira2 Indo’sia sendiri yg layak dihormati,apa lagi untuk ditempatkan ditugu Pegawai Taman Menteng itu,dari membina patung Obama yg sebenarnya,adalah lambang duri dalam daging bagi umat Islam sedunia.Indo’sia sejak dulu memang hebat,mempunyai banyak arca,patung dan tugu pemimpin pejuang kemerdekaan dan arca2 ini dibina di simpang2 jalan bagi meningkatkan semangat patriotik dikalangan rakyat.Biar pun secara umumnya ulama tersohor Indo’sia tidak membantah pembinaan tugu dan arca ini,contohnya tugu Bung Hatta dan pahlawan Imam Bonjol dll,biarlah ia dilakukan secara kena pada tempatnya,karena Indo’sia memang terkenal dgn assobiahnya

  5. sudirman | 18 March, 2010 12:30

    wajah mas Obam kan tak bule-bule amat tuh. kenapa televisi nggak bikin acara lomba mirip Mas Obam aja? acara ini pasti lebih seru dari sekadar yang lain. saya rasa ratingnya pun tinggi. menarik sekali.
    Obam, Obam. umpama dia mau makan siang di rumah, saya mau kasih dia menu tempe goreng, sambal belacan, terong rebus campur mangga mentah plus sayur asem. dijamin berkeringat

  6. dajal | 18 March, 2010 16:45

    yes. salah satu budak ku jadi presd. AS. dan anjing2 ku menyambutnya dengan gembira di indonesia.

  7. Jontelindo | 18 March, 2010 18:14

    aku mau kasi tau nih agar orang indonesia terutama bagi para pemimpin - pemimpin negeri ini jangan terlalu percaya and berharap banget ama obama nih, awas itu freport jangan sampai di telan ama Amerika kasiankan ama orang Irian? masih banyak yang miskin didaerah - daerah terpencil yg sangat memprihatinkan.

  8. Jontelindo | 18 March, 2010 18:28

    Sedari dulu kate orang2 yang sering komentar di Televisi kite mesti ambil yg positif2 nya dari presiden Amerika baik yg dahulu maupun sekarang. Tetapi nyatenya ampe saat ini positip nye banyak dinikmati oleh segelintir orang aje. Aku mau bilangin ye,, kami kaum buruh sangat terpojok saat ini karena banyak berbau kapitalisme nye

  9. M. 'Arief B. | 18 March, 2010 18:35

    Kupinge obama mbenginging terus, banyak yang ngrasani.

  10. husein | 18 March, 2010 23:09

    buka mata, bukan telinga, buka fikiran. lihat semua fakta apa yang telah dilakukan obama, jangan hanya menilai dengan perasaan belaka dan jangan berangan-angan kosong. telah jelas apa yang telah dilakukan AS dan OBAMA.
    apakah ada yang tidak tahu bahwa AS menginvasi Irak sampai sekarang dan apa alasannya?
    apakah anda tidak tahu bahwa AS juga menginvasi afganistas, mengirimkan pesawan tanpa awak ke perbatasan pakistan, melakukan standar ganda atas nuklir iran, israel dan nuklirnya sendiri, menutup mata atas invasi isrel ke palestina, menjajah indonesia secara politik, militer, ekonomi dsb, bahkan sampai sekarang AS masih mengembargo indonesia secara militer. APAKAH SEMUA ITU BELUM JELAS?
    dialog sudah dilakukan berkali-kali, ada PBB, ada OKI, ada Non Blok, indonesia punya duta besar, menlu, dsb, tapi apa hasilnya? ketika masyarakat diminta berfikir positif, menunjukkan sikap ketimuran, maka pada saat yang sama, AS selalu senantiasa menggunakan bahasa kekerasan, perang, senjata, embargo, dan penekanan. lalu sampai kapan kita akan terus dibodohi oleh AS?

  11. MantraSakti | 19 March, 2010 13:54

    Ucapan Obama dipersidangan AIPAC pada Jun lalu:
    “….I want you to know that today I’ll be speaking from my heart and as a true friend of Israel.”
    “Those who threaten Israel threaten us… I will bring to the White House an unshakable commitment to Israel’s security.”
    “I will insure that Israel can defend itself from any threat from Gaza to Tehran. Defense cooperation, defense cooperation between the United States and Israel is a model of success and it must be deepened.”
    “We should work – we should work with Israel, increasing scientific collaboration and join research and development. The surest way to increase our leverage in the long-term is to stop bankrolling the Iranian regime.”

  12. MantraSakti | 19 March, 2010 17:02

    Harapan umat Islam bahawa akan ada perubahan dalam polisi luar AS iaitu kearah menjadikannya lebih akrab kepada dunia Islam hanyalah angan2 kosong.Kita telah pun melihat bagaimana pendirian Obama yang saling tak tumpah sepert Bush dalam mempertahankan Isreal dan juga dalam menangani war on terror (war on Islam).Malah Israel kini lebih berani sehingga askar2nya mampu masuk kedalam Masjidil Aksa semasa umat Islam sedang beribadah,atas nama memerangi keganasan.Obama juga tidak berbuat apa2 bila Israel kini kembali membuka perkampungan2 baru diwilayah2 Palestin dan setiap hari jugalah warga palestin terbunuh atau tercedera olih askar2 Israel ini dalam menentang penjajahan Yahudi ini.Selepas ini,kita akan terus melihat Obama bertindak sebagai ‘orang terkuat dunia’ apabila mengutarakan idea2nya yg indah khabar dari rupa,namun lunak didengar olig umat Islam yang alpa

    Kita semua tahu bahawa polisi luar AS sejak selepas perang dunia kedua adalah penjajahan, yakni colonialism adalah polisi yang tak akan diubah oleh AS,biar pun siapa Presidennya. Apa yang berubah adalah pendekatan yang berbeza yang mungkin diambil oleh Obama, yakni Obama mungkin memilih pendekatan multilateral berbeza dengan Bush yang mempunyai pendekatan unilateral.AS dibina melalui suatu sistem yang cekap dan aktif,yang merangka suatu sistem pemerintahan demokratik yang berakar umbikan kepada kefahaman undang2 untuk manusia dan dilaksanakan oleh manusia.Mereka tidak merangka pemerintahan yang sesuai secara logik tetapi secara praktik dan realistik dan ini dapat dilihat melalui cara pemilihan Presiden dan kuasa yang diberikan kepadanya serta peranannya dalam merangka kuasa memerintah dunia.Selepas Perang Dunia Kedua,AS mula mengorak langkah dan mencorakkan politik dunia dengan mengehadkan kuasa2 negara lain di dunia ini.AS sepertimana negara Kapitalis yang lain adalah dikuasai oleh pemilik2 modal yang besar dan ahli perniagaan yang kaya raya dan mereka mempunyai kesan terhadap polisi AS.Oleh kerana setiap orang mempunyai hak menjadi rakyat AS dan mempunyai kesan terhadap pemerintahan,sama ada melalui pilihan raya atau kritikan,sistem pemerintahan di AS kelihatan seolah2 sistem pemerintahan yang dihasilkan oleh setiap orang individu rakyat AS dan ini adalah menjangkau melebihi mana2 negara Kapitalis lain didunia.Disebabkan oleh kekayaan yang banyak,modal insan yang ramai dan ahli pemikir yang ramai,dan diiringi oleh suasana kebebasan yang aktif,kekuatan AS adalah kekuatan yang benar dan bukan khayalan atau imaginasi

    Polisi luar AS adalah polisi golongan kaya raya yang mempunyai monopoli dalam perindustrian dan sektor kewangan,yakni polisi luar adalah polisi penjajahan yang tidak mempunyai nilai2 luhur dan mulia.Mereka berupaya untuk membawakan perubahan secara cepat dan berupaya menyelesaikan masalah dengan cekap.Kemungkinan dengan adanya keperluan untuk menjajah,taraf pendidikan yang tinggi dan kepintaran telah mempengaruhi aktiviti politik mereka.Mereka melihat dunia luar sebagai suatu ladang yang besar yang dimiliki oleh mereka dan melihat negara2 yang tidak mempunyai sebarang pengaruh sepatutnya akur kepada AS yang merupakan negara terkuat dan berpengaruh.Ini adalah realiti AS sebagai negara penjajah dan mestilah dilayan sebagai penjajah.Walau bagaimanapun kita mestilah sentiasa awas bahawa AS mempunyai kekuatan sebagai sebuah negara,bangsa dan mempunyai pengaruh yang kuat.Langkah untuk berhadapan dengan AS adalah melakukan pendedahan tentang sikap penjajahan AS dan memaksanya supaya tunduk kepada dunia Islam,seperti apa yang dilakukan Iran sekarang.Senjata,ideologi dan juga senjata politik adalah berguna untuk tujuan tersebut.Juga adalah bermakna sekiranya mempengaruhi idea mereka secara dalaman disamping menghalang tindak-tanduk politik dan polisi luar mereka,disamping usah mudah digula2kan olih mereka

  13. blontankpoer | 22 March, 2010 04:50

    wah, MantraSakti lagi bikin paper… mau ngajar kuliyyatul mu’alimin/at di Indon, ya? asli Malaysia atau pura-pura Malaysia?

    bingung ni, Pak Cik…

  14. heriyanto | 22 March, 2010 13:29

    Temanmu yang sebenarnya adalah mereka yang sekalipun kamu benci tapi mereka tetap membantumu dan menghargaimu, musuhmu sebenarnya adalah mereka yang mengaku-ngaku teman dekatmu, yang mengaku membelamu, tapi dia menelikung dan membunuhmu, yang menebarkan permusuhan kepada semua orang karena dia memang benci dan jahat, pilihan ada padamu…

  15. aniga sondari | 22 March, 2010 13:29

    ngemeng-ngemeng bang obama baca nggak yaa komen-komen kita ini kalo nggaaak, capee deeh

  16. Rumah Dijual | 23 March, 2010 11:35

    he3x moga2 dpat golden tiket ke amrik and ketemu obama asiiik)

  17. MantraSakti | 23 March, 2010 12:54

    Indo’sia harus bangun sebagai pendesak Amerik dalam kapisitinya sebagai negara Islam terbesar didunia. @blontankpoer, sy asli M’sia, namun sudah tentu ada hubungannya dengan Indo’sia. Biasanya kalau orang masih suka mamper diblog kita, itu tandanya orang masih suka, kalau sebaleknya, udah lama orang angkat kaki deh

  18. dablek | 24 March, 2010 00:35

    Wah, banyak provokator nih, dengan menggunakan tameng agama menebarkan kebencian terhadap orang lain. Bahasanya menggunakan logat Melayu, sehingga mungkin dikira orang Malaysia, yang juga suka menyiksa TKI kita. Mudah-mudahan bukan, yang jelas, menggunakan agama sebagai alat penebar kebencian dan permusuhan terhadap sesama itu juga dosa. Apapun agama yang anda anut! Apalagi hasilnya seperti bom bali dan Marriot, yang mati dan tidak tahu apa-apa serta tidak berdosa juga muslim dan Indonesia. So, urus saja diri anda sendiri, berbuat baik ketimbang ngomporin ngga karu-karuan. Masih banyak hal yang bisa dilakukan ketimbang ngomporin orang untuk membenci orang lain yaaa…

  19. radikal | 24 March, 2010 07:55

    obama adalah seorang yg genius dalam politik. Namun hipokrit, tidak jujur, arogan. Itu sudah terbukti dengan lolosnya RUU kesehatan menjadi UU. Sebagian rakyat amrik bukannya bahagia, malahan sedih dan kecewa karena mereka telah kehilangan kebebasan mereka dengan lolosnya RUU itu. Kunjungan obama,saya tidak melihatnya dari aspek ras, agama atau bangsa. Kepemimpinannya yg dilihat dari respon rakyat yg dipimpinnya. Ia tidak mau perduli dengan suara yg menentang RUU itu, pokoknya ia akan melakukan dengan cara apapun untuk menggolkan tujuannya. Jadi kunjungannya ke Indo , bagi saya tidak ada pengaruhnya. Mau datang kek atau tidak , tidak ada manfaatnya secara langsung bagi rakyat Indonesia, yg jelas obama dan keluarganya bisa liburan gratis dengan fasilitas negaranya.

  20. Kadir | 25 March, 2010 09:35

    MR. BARACK OBAMA, SEJENAK DENGARKAN AKU!

    (Surat untuk “Anak Menteng” yang jadi Presiden AS)

    Oleh: Syamsudin Kadir

    Kaderisasi KAMMI Periode 2008-2010

    “Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya”
    (Qs. al-Kahfi: 103–104)

    Mr. Obama,
    Sebagai awalan, sangat elegan bagiku untuk mengenalkan diri kepadamu. Namaku Syamsudin Kadir. Dulu aku kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jawa Barat, masuk 2003. Kini aku beraktivitas sebagai Editor di penerbitan Muda Cendekia, di Bandung Jawa Barat, Indonesia. Aku aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), sebuah organisasi mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus di seluruh Indonesia bahkan memiliki jaringan sampai ke luar negeri. Aku berani menulis surat untukmu, karena aku sadar dan benar-benar sadar bahwa cara terbaik berdialog denganmu adalah dengan cara-cara cerdas, mekanisme intelektual.
    Aku melakukan itu semua karena terinspirasi dengan kisah Musa ketika menaklukkan Fir’aun. Ceritanya begini. Tongkat itu seketika menjelma jadi ular raksasa. Para penyihir Fir’aun terperangah. Fir’aun dan rakyat Mesir yang menyaksikan pertarungan itu terkesiap. Tapi semua hanya berlangsung sesaat. Karena ular-ular mereka seketika ditelan habis oleh ular raksasa Musa. Dan panggungpun jadi gaduh. Para penyihir itu takluk. Lalu bersujud dan menyatakan ikrar iman kepada Tuhan yang disembah Musa. Namun pertarungan tak selesai di situ.
    Fir’aun terus mengejar Musa. Kisah itu pun berkembang menjadi sebuah drama paling kolosal sepanjang sejarah manusia. Puncaknya adalah pengejaran Musa bersama seluruh pengikutnya. Dalam situasi terpojok seperti itu seharusnya Musa berlari ke gunung seperti yang kita baca dalam ilmu strategi perang. Tapi Musa justru berlari ke tepi laut. Berita itu membuat Fir’aun tersenyum penuh kemenangan. Seperti yakin bahwa riwayat Musa seakan berakhir di situ. Namun justru riwayat Fir’aunlah yang berakhir di situ.
    Sebab tongkat Musa sekali lagi bekerja dengan cara lain. Tongkat itu membelah laut merah yang kemudian memberi jalan bagi mereka berlari dari kejaran tentara Fir’aun. Dan Fir’aun juga tidak menyadari kalau itu adalah jebakan terakhir yang menutup riwayat keangkuhan dan kerajaannya. Begitulah Fir’aun menyeberangi laut yang seketika tertutup kembali setelah sebelumnya dibelah oleh tongkat Musa.
    Tongkat Musa bukanlah simbol pengetahuan. Itu adalah simbol dari apa yang oleh para ahli strategi sekarang disebut sebagai hard power. Itu merupakan tools yang digunakan untuk mengajar, bukan terutama untuk menghancurkan. Karena nabi-nabi itu seluruhnya diturunkan untuk satu misi: mengajar manusia. Cara manusia belajarlah yang membedakan tools yang tepat yang digunakan untuk mengajar mereka.
    Dalam situsasi Fir’aun dan zamannya, hanya hard power yang bisa menundukkan dan menaklukkan mereka, serta menyadarkan mereka bahwa di atas kebesaran mereka ada yang jauh lebih Maha Besar. Itu cara belajar yang primitif karena sepenuhnya bertumpuh pada dimensi visual, dan relatif mengabaikan semua dimensi penalaran. Di sini nasehat tidak terpengaruh. Kebenaran berpengaruh hanya ketika ia menang dalam pertarungan fisik.
    Hard power itu, di zaman kita, adalah kuasa teknologi yang sebagiannya menjelma pada mesin perang modern. Jika tongkat Musa adalah simbol hard power, maka keunggulan itu berasal dari mukjizat Allah yang diwahyukan kepada Musa. Itu pengetahuan di atas pengetahuan zamannya, persis seperti Nuh yang diwahyukan membuat perahu untuk mengantisipasi banjir.
    Coba perhatikan penjelasan Allah dalam al-Qur’an dalam surat Yunus ayat 90-91,

    “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

    “Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”

    Bush mungkin senyum ceria ketika terjadi pembantaian yang dia restui di berbagai negara-negara muslim. Ketahuilah, “laut” yang menutup kepongahan itu akan segera datang. Kalau Mr. Barack Obama masih mengikuti jejak Bush, maka kisah di atas ada relevansinya. “Tongkat-tongkat” baru akan muncul membelah laut yang “Barat” arungi. Bentuknya ada banyak. Bisa ilmu, bisa alat-alat perang, bahkan bisa berbentuk surat. Surat ini adalah semacam “tongkat” bagi kepongahan Amerika Serikat yang selama ini “tuli” dan “dungu” terhadap perdamaian dunia. Mr. Obama, kalau kau sadar dan tidak mengikuti jejak pendahulumu, Bush, maka surat ini tidak akan menjadi “Tongkat” atau “Perahu”, justru sebaliknya akan menjadi titik terang bagi apa yang kau sebut sebagai perdamaian dan pencitraan baru dunia.
    Lebih lanjut, aku melakukan semua ini, bukan karena kebencianku padamu wahai Mr. Barack Obama. Agamaku bahkan keluhuran bangsaku tidak menghendaki itu. Sebaliknya, agama dan keluhuran bangsaku mengajarkan untuk menghormati tamu atau delegasi negara lain. Karena itu, bagiku, menulis surat untukmu adalah penghargaan terhadap tamu negara. Walaupun aku tetap pada prinsip bahwa apa yang kau yakini adalah keyakinanmu, dan apa yang aku yakini adalah keyakinanku. Ini adalah kesungguhan untuk membangun tatanan dunia yang semakin damai dan berkeadilan.

    Mr. Obama,
    Aku, publik bangsa Indonesia bahkan masyarakat dunia masih ingat dengan kunjungan luar negeri Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Hillary Rodam Clinton ke berbagai negara tahun lalu. Dalam agenda lawatan politik tersebut bahkan Hillary Menlu negaramu itu tak segan ke Jakarta, sebuah ibu kota negara representasi negera muslim terbesar dunia. Indonesia, sebuah negara di mana aku, SBY dan kebanyakan umat Islam tinggal. Bagiku, kunjungan Menlumu itu merupakan bukti bahwa Pemerintahan AS di bawah kendalimu ingin membuka hubungan yang lebih erat dengan Indonesia. Selain itu, dirimu melalui Hillary ingin mencoba mengulang kembali kemesraan dengan dunia Islam, seperti Indonesia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Bill Clinton (suami Hillary Menlumu) ketika menjadi presiden AS.

    Mr. Obama,
    Kini kau berniat berkunjung. Kunjunganmu–sebagaimana Hillary Menlumu setahun lalu–di satu sisi merupakan bukti bahwa Pemerintahan AS di bawah kendalimu ingin membuka hubungan yang lebih erat dengan Indonesia. Karena bagaimanapun, dirimu pernah tinggal di Jakarta. Oleh sebab itulah, Indonesia menjadi negara yang harus kau kunjungi dalam lawatanmu ke Asia. Di sisi lain, menurutku dirimu ingin mencoba mengulang kembali kemesraan dengan dunia Islam, minimal dengan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar dunia; sebuah negara di mana aku dan ratusan juta penduduk Indonesia tinggal.

    Mr. Obama.
    Lalu, mengapa dirimu mesti ke Indonesia? Mengapa harus Indonesia? Banyak pengamat yang memberikan jawaban dan analisa, tentu dengan berbagai argumentasinya. Namun, dirimu lebih tahu apa alasan utama mengapa dirimu ke Indonesia. Yang jelas, menurutku bagi AS (negaramu), Indonesia (negaraku) memiliki peran yang sangat penting karena banyak faktor, di antaranya adalah: Pertama, Indonesia (negaraku) merupakan negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Sebagaimana yang pernah kau sampaikan pada saat pidato pelantikanmu sebagai presiden AS pada tanggal 20 Januari 2009 bahwa kau akan mencari pola pendekatan baru dengan pihak Muslim dalam prinsip saling menghormati dan menghargai kepentingan masing-masing pihak.
    Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa, Indonesia (negaraku) merupakan aset berharga bagimu dalam mewujudkan upaya harmonisasi hubungan Amerika dengan dunia Islam. Kegagalan fungsi mediasi yang diperankan oleh Amerika (negaramu) selama pemerintahan Bush (pendahulumu) menyebabkan Amerika harus memiliki pola pendekatan baru dengan pihak Muslim. Selama ini, Indonesia dapat memainkan peran politik internasionalnya secara relatif cantik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan dunia Muslim, antara lain terlihat dalam keterlibatan Indonesia dalam penyelesaian konflik Muslim Pattani di Thailand Selatan, Pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar, konflik Palestina-Israel, dan konflik Sunni-Syiah di Irak.
    Kedua, Indonesia bukan merupakan sekutu, juga bukan merupakan musuh Amerika Serikat (negaramu). Yang aku tahu dari berbagai macam sumber, hubungan Indonesia-AS memiliki pasang surut, kadang cinta kadang juga benci. Di masa pemerintahan Soekarno, Indonesia relatif lebih dekat dengan Uni Soviet dan Cina yang lebih dikenal sebagai poros Jakarta Moskow-Peking.
    Keberpihakan Indonesia dalam poros tersebut menyebabkan Indonesia memiliki posisi tawar dengan AS dalam era perang dingin tersebut. Kemunculan Soeharto pada masa Orde Baru mendapat dukungan penuh AS, tidak heran jika kemudian AS mendapatkan imbalan berupa sejumlah megaproyek, terutama yang terkait dengan pertambangan dan eksplorasi migas. Orde Baru merupakan masa bulan madu hubungan AS-Indonesia. Memasuki masa reformasi, Indonesia relatif memiliki hubungan yang lebih rasional berdasarkan pertimbangan untung rugi bagi kepentingan bangsa dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Hal ini tidak terlepas dari peran kontrol segenap masyarakat terhadap tata penyelanggaraan pemerintahan yang bersih, benar, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Contoh paling mutakhir adalah protes keras masyarakat Indonesia terhadap agresi Israel ke Gaza yang mendapat dukungan penuh AS.
    Ketiga, Secara ekonomis Indonesia merupakan salah satu ‘tambang emas’ bagi negaramu. Hal ini mengingat begitu banyaknya potensi sumber daya alam yang bisa dikelola oleh perusahaan-perusahaan negaramu maupun banyaknya penduduk negarku sebagai potensi pasar bagi produk-produk buatan negaramu. Atau kau punya alasan dan agenda lain yang tersembunyi? Kalau ada lebih bijak kalau kau bicara terbuka saja. Bersahabat itu kan tak harus saling membohongi. Jujur saja, bicara apa maumu dan apa adanya. Okelah kalau dirimu tak bisa bertemu denganku secara langsung, karena memang cukup Presiden Indonesia (SBY) saja yang mewakili aku dan teman-temanku sebagai tuan rumah. Asal kau bicara dengan jujur. Lebih dari itu, jangan sekali-kali merusak kedaulatan negaraku dengan membawa pasukan serba-serbi. Bukankah dirimu ke Indonesia sebagai bukti cintamu kepada negaraku yang dulu sempat menjadi negaramu juga? Lalu, mengapa bawa pasukan segala?

    Mr. Obama,
    Okelah, itu urusanmu. Lebih lanjut, aku ingin bertanya, “ke mana arah baru politik global dunia ke depan?” Sebelum kau jawab, aku ingin bercerita dulu. Yang aku tahu dari Kompas (19/4/2009) dalam KTT Organisasi Negara-negara Amerika di Port of Spain, Trinidad-Tobago, Presiden Venezuela Hugo Chavez mendatangi dan menyalamimu. Menurut teman-temanku dalam berbagai diskusi dan perbincangan ringan, adegan ini ditengarai akan menjadi awal perbaikan dalam hubungan AS dengan Venezuela, berikut negara-negara yang tergabung dalam ”poros sosialisme” di Amerika Latin. Sebelum itu, untuk pertama kali dalam 30 tahun, Pemerintah AS telah mencabut larangan bagi warganya berkunjung dan mengirimkan uang ke Kuba. Apakah ini benar-benar terjadi? Kalau benar-benar terjadi dan itu dilandasi oleh kemauan yang kuat untuk membangum iklim politik baru bagi negaramu, baguslah. Tapi jangan sesama negara kawasan Amerika saja. Lakukan hal yang sama terhadap negara-negara muslim yang telah dan sedang pasukanmu koyak-koyak. Ini serius lho. Kan kasihan kalau manusia yang satu membunuh manusia yang lain.

    Mr. Obama,
    Aku ingin berpendapat seperti ini tentang fenomena arah baru politik AS tersebut. Di bawah kepemimpinanmu, kebijakan luar negeri AS yang mengedepankan persuasi dan menjauhi konfrontasi telah dan akan mendapat sambutan positif dari beragam kalangan dalam masyarakat internasional. Lalu, apa makna pendekatan baru AS ini dan tantangan-tantangan apa yang harus kau dihadapi dalam kiprah internasional pada masa kini dan mendatang? Dirimu yang lebih tahu tentang itu semua. Yang jelas aku pernah membaca artikel Syamsul Hadi (30/4/2009) mengenai politik internasional. Dalam artikel tersebut Syamsul Hadi mengutip sebagian sebuah artikel yang menuangkan secara komprehensif visi dan misimu dalam politik internasional yang dikutip dari ”Renewing American Leadership”, Foreign Affairs (Juli/Agustus 2007). Menurut Syamsul Hadi, kau pernah menyatakan bahwa untuk memperbarui kepemimpinan AS di dunia internasional diperlukan pembangunan kembali aliansi, kemitraan (partnerships), dan kelembagaan yang dibutuhkan untuk menghadapi beragam tantangan. Menurutmu waktu itu, pembaruan kepemimpinan itu tidak dapat dicapai dengan cara menggertak dan mengancam pihak lain, tetapi dengan meyakinkan pemerintah dan masyarakat internasional tentang manfaat positif suatu kemitraan yang efektif.
    Okelah kalau begitu, aku percaya itu. Walau belum seberapa, hal itu kau telah buktikan, minimal kemauan. Kau mengawali kepemimpinanmu dengan rencana menutup penjara Guantanamo, simbol pengabaian hak asasi manusia dalam perang antiterorisme yang digerakkan Bush, pendahulumu yang “tuli” itu. Langkah ini menjadi awal yang positif untuk mengembalikan kepercayaan dunia Islam, aku sendiri dan bahkan SBY kepada AS. Terus, aku juga masih ingat, saat berkunjung ke Turki awal April 2009, kau juga menyampaikan pesan kepada dunia Islam bahwa AS tidak akan dan tidak pernah akan berperang dengan umat Islam.

    Mr. Obama,
    Dalam pembicaraan dengan Raja Abdullah di sela-sela KTT G-20, kau kembali menyampaikan dukunganmu atas gagasan Arab Saudi menyangkut negosiasi perdamaian Arab-Israel yang sedang mengalami kebuntuan. Kau juga telah merangkul Suriah, yang pada masa Bush diisolasi karena dukungannya terhadap rakyat Palestina yang dikomandoi Hamas dalam konflik Timur Tengah. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga telah menyatakan kesediaan memulai dialog dengan AS, Uni Eropa, dan Rusia dalam masalah nuklir. Kepercayaan kepadamu juga dicerminkan dalam pernyataan tokoh ulama Syiah Lebanon, Ayatollah Husein Fadlallah, yang menyampaikan keyakinannya bahwa AS di bawah kepemimpinanmu akan bisa bekerja sama dengan Iran (Kompas, 16/4/2009).
    Dalam kaitan dengan krisis global, kau menunjukkan sikap kooperatif dan reformis dengan menyetujui usulan Uni Eropa bagi pengaturan yang lebih ketat atas perusahaan-perusahaan hedge fund di pasar finansial. Dalam aspek kelembagaan internasional, AS telah memberikan ruang lebih luas bagi aktualisasi peran China, yang sebelum KTT G-20 menyuarakan gagasan pentingnya sebuah alat tukar internasional sebagai alternatif terhadap dollar AS. Dengan kesediaan China membeli surat-surat berharga Dana Moneter Internasional (IMF) dalam rangka memperbesar dana lembaga keuangan internasional tersebut, porsi China tentu akan diperbesar dalam proses pengambilan keputusan di dalamnya.
    Guna merespons kritik menyangkut kegagalan IMF di Asia, Rusia, dan Amerika Latin, program bantuan IMF pada masa depan tidak lagi dikaitkan dengan persyaratan-persyaratan yang justru telah memperparah krisis di negara-negara yang dibantunya. Ini dipastikan akan mengurangi antipati negara-negara berkembang terhadap IMF yang selama ini identik dengan arogansi AS dalam memaksakan rumus-rumus neoliberal dalam pembangunan di negara lain.
    Sikap kooperatif pemerintahanmu juga ditunjukkan dalam kunjungan Hillary Clinton, Menlumu ke Asia Timur, di mana ia mengumumkan kesediaan negaramu untuk segera menandatangani Treaty of Amity and Cooperation dalam rangka akses yang lebih besar bagi keterlibatan AS dalam proses-proses regional di ASEAN dan Asia Timur. Fakta tentang kebangkitan China, isu nuklir Korea Utara, serta dinamika regionalisme yang melibatkan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan memerlukan kehadiran AS sebagai faktor penyeimbang di kawasan ini.

    Mr. Obama,
    Aku tak bermaksud menyanjungmu. Itu hanya sedikit berita yang beredar di berbagai media masa yang aku baca. Bagiku, semua itu adalah sebuah jalan baru bagi perubahan peradaban dunia. Namun, perlu aku ingatkan padamu, bahwa dulu Bush juga pernah berjanji seperti itu. Namun, janji tetaplah janji, ingkari janjipun sudah biasa. Bagiku, kalau dirimu jujur dan menepati janji berarti kau telah membuktikan kalau kau memang benar-benar “Anak Menteng” yang cerdas dan menghargai jasa dan keberadaan bangsa dan negara lain. Dan itu adalah salah satu bukti penghargaanmu terhadap Indonesia, sebuah negara di mana dirimu pernah menuntut ilmu. Ingat, kalau kau belajar “nakal” seperti ingkar janji, maka akan kutitip pesan ke SBY agar kau dikasih hukuman: putus sebagai sahabat. Persahabatan kita diakhiri sampai di sini.

    Mr. Obama,
    Karena itu jugalah melalui surat ini, aku tak lupa mengingatkan temanmu SBY agar berperan secara aktif. Aku mau mengusulkan agar SBY menunaikan politik yang aku sebut dengan Politik “Interaktif” Luar Negeri SBY. Bagiku, SBY adalah “Panglima” yang mesti menjadi juru bicara negaraku ketika bertemu denganmu. Walau Sejak terpilihnya sebagai Presiden negaraku–sejak tahun 2004 untuk periode 2004-2009 dan terpilih lagi tahun 2009 untuk periode 2009-2014–Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan dan problematika, SBY adalah delegasiku dan delegasi negaraku untuk berbicara langsung denganmu. Walau banyak tantangan yang dihadapi, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri; baik berupa bencana gempa, kirsuh sosial maupun kegentingan politik, semuanya adalah kondisi faktual yang pernah terjadi di negaraku. Dan tak mengapa bagimu untuk mengetahui itu. Bahkan mungkin dirimu lebih tahu tentang itu semua. Sebab menurut yang aku dengar, dirimu juga sudah tahu di mana keberadaan kekayaan alam Indonesia (berupa tambang); sampai di dasar laut pun kau sudah tahu. Makanya, jujur saja, aku sempat berpikiran kalau kau datang ke Indonesia bukan sekedar untuk bertemu SBY, tapi untuk melihat lebih dekat kekyaan yang boleh jadi sejak sekarang kau ”incar”. Kalau tidak benar, ya aku mohon maaf. Tapi kalau benar seperti itu, yah persahabatan bisa berakhir di sini. Dan jangan berharap teman-temanku yang lain tinggal diam, mereka bahkan diriku bisa melakukan perlawanan besar-besaran.

    Mr. Obama,
    Mungkin dirimu bertanya, lalu, bagaimana posisi dan peran Indonesia di masa kini dan di masa depan? Mengapa Indonesia dan bahkan publik dunia menitipkan semuanya kepada AS? Begini Mr. Obama, ini bukan menitip tanggungan. Yang aku sampaikan ini adalah pesan politik. Bahwa dulu Bush, pendahulumu itu banyak janji juga, namun ia ingkari semuanya dengan berbagai macam pelanggaran. Irak, Afganistan, Palestina dan berbagai negara di belahan bumi adalah bukti nyata. Aku tak mau bercerita banyak, karena kau lebih tahu tentang semua itu.
    Lebih dari itu, aku ingin mengajakmu untuk melihat fakta sosial-politik Indonesia. Kini Indonesia dinahkodai oleh pemimpin baru, pasangan SBY-Boediono (2009-2014). Dalam kontek percaturan politik global yang terus kompetitif dan dinamis seperti sekarang ini, Indonesia memiliki hak untuk memformulasi agenda politiknya secara bijak. Dunia dengan karakteristik globalnya membawa Indonesia ke ruang terbuka politik global; baik yang berkonotasi positif maupun negatif secara politik. Artinya, integrasi dunia makin ketat dan kaitan antara satu negara dengan negara lain makin erat. Peristiwa di satu negara yang jauh, katakanlah di Afrika atau Amerika Latin, gemanya akan sampai ke Indonesia. Krisis ekonomi di Meksiko dan Argentina telah menjadi ancaman bagi banyak negara. Bahkan, krisis moneter di Thailand tahun 1997 membawa bencana bagi hampir semua negara di Asia Timur. Dan yang terakhir, serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat (AS) menggema kuat ke Indonesia. Nama Osama bin Laden telah akrab di telinga masyarakat.
    Karakter global dunia kini, penekanannya tidak saja pada aspek ideologi atau militer, tetapi juga pada ancaman integrasi dan dampak ekonomi-politik. Bila pada pasca Perang Dunia II, ancaman global terlihat dari benturan ideologi komunis dan liberal, maka kemudian karakter globalnya terlihat dari penguasaan teritorial masing-masing kekuatan ideologi yang berhadapan. Pada abad ke-21 ini, ancaman keutuhan sebuah bangsa dan negara menjadi bahan pertaruhan.
    Kini ekonomi kapitalis menjadi kekuatan yang tidak ada pengimbangnya. Tetapi akibat kekuatan ekonomi kapitalis dengan gagasan globalisasi, seperti halnya globalisasi ideologi komunis versus kapitalis, maka hampir semua negara memeluk kapitalis sebagai ide utama pembangunan negaranya. Akibatnya, industrialisasi menjadi tujuan hampir semua negara untuk memacu ekspornya ke pasar luar negeri, meski harus mengeruk kekayaan alamnya seperti di Indonesia.

    Mr. Obama,
    Dalam situasi di mana isu globalisasi mendapat tandingan dari kekuatan anti-globalisasi dan anti-kapitalisme, maka politik luar negeri Indonesia sebenarnya mendapatkan lingkungan internasional yang relatif baru namun strategis. Mengapa? Selain dengan orientasi politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga bisa menegaskan dirinya sebagai sebuah bangsa besar yang mampu berdiri tegak di antara kelumpuhan sistem dan ideologi yang diayuh oleh Kapitalisme yang kau agungkan itu; bahkan Sosialisme yang diagungkan oleh negara-negara yang konon menjadi musuh negaramu itu. Indonesia dengan kekhasannya bisa menjadi alternatif bagi warna baru dinamika politik global tersebut. Nilai-nilai luhur mayoritas masyarakat negeri layak dijadikan sebagai mercesuar yang mengharuskan SBY sebagai “panglimaku” angkat bicara. Kalau SBY belum menemukan pernyataan yang tepat, aku harapkan agar SBY menyampaikan sesuatu kepadamu dengan pernyataan sebagai berikut:

    “Hai Obama, hai Amerika! Kepemimpinan itu dipergilirkan, namun menjajah itu bukan kebijaksanaan. Perlu dirimu tahu ya Obama, kau pernah belajar di Menteng. Artinya, dirimu sangat tahu kalau dirimu menjadi presiden belajar dari Indonesia. Dan kini aku sudah terpilih menjadi presiden Indonesia yang kedua kalinya. Presiden sebuah negara di mana kau belajar dulu. Adalah wajar bagiku untuk mengajakmu berkelakar tentang perdamaian dan kebangkitan global. Lebih dari itu, aku ingin mengajakmu untuk makan bersama di Menteng dengan makanan khas berbagai daerah di Indonesia. Biar kau tahu, bahwa menjadi penguasa itu tak mesti menjajah. Tidak, tidak perlu. Ketahuilah, dirimu bahagia menjadi presiden bukan dengan kekayaan alam dari negara yang dijajah negerimu, bukan juga dengan mengoperasikan politik standar ganda. Cukup bagimu untuk merasakan kembali makanan khas Indonesia di Menteng sebagai simbol kesederhanaan. Selanjutnya, aku tak mau banyak bicara. Aku hanya ingin berkata seperti ini kepadamu: aku Muslim, aku Indonesia dan aku Asia. Bagiku, dirimu adalah tamu sekaligus murid bangsa ini. Artinya, aku menghormatimu sebagai tamu negara, namun aku punya hak dan kesempatan untuk mengajarimu sebuah kebijaksanaan. Kalau mau tetap memimpin dunia itu bukan soal, namun itu cerita masa lalu Amerika Serikat, negerimu. Sebagai “murid” sekaligus “warga” menteng yang baik, kau layak mendengarkan apa yang aku sampaikan ini. Aku ingin mengatakan dengan tulus bahwa kini adalah saatnya bagiku, bagi bangsaku Indonesia untuk membawa dunia ke tatanan yang adil dan berperadaban. Kalau dirimu ingin terlibat, silahkan masuk di barisanku; dengan syarat aku yang berada di depan sebagai pemimpin dunia. Atau kalau kau tidak mau, tak mengapa. Karena aku tahu kalau sekarang adalah giliranku memimpin dunia. Sebab bagiku, memimpin itu bukan sekedar kemauan tapi juga bakat dan firasat. Dan aku merasa kalau negaraku memiliki bakat dan firasat yang kuat untuk memimpin. Lagi-lagi, negaraku sangat layak dan memang sudah saatnya untuk menunaikan hal itu secara jujur nan tulus. Oke!”

    Mr. Obama,
    Sinyal-sinyal ”bersahabat” dari pemerintahanmu telah meretas jalan bagi penurunan ketegangan internasional yang dipicu sikap antidialog dari pemerintahan Bush, pendahulumu yang “kejam” itu. Ini selaras dengan kebutuhan mendesak akan suatu kepemimpinan global yang diterima luas masyarakat internasional dalam rangka memecahkan beragam persoalan lintas negara, seperti ancaman kemanan yang sering kau sebut sebagai terorisme itu. Selain itu, ada perubahan iklim kemudian resesi global.
    Sementara itu, invasi militer Bush pendahulumu di Irak dan Afganistan menyisakan persoalan yang pelik bagimu. Keinginanmu untuk mengurangi kehadiran pasukan AS di Irak harus diaplikasikan dengan hati-hati. Kondisi rawan konflik, rapuhnya institusi demokrasi, dan perimbangan kekuatan yang labil di lapangan menyebabkan kehadiran pasukan AS sebagai stabilizing factor masih dibutuhkan di Irak dalam beberapa tahun ke depan. Tapi perlu kau catat, bahwa kehadiran pasukanmu bukan untuk merusak tatanan di sana. Karena bisa jadi itu menambah beban dan masalah. Bahkan kau akan berhadapan langsung dengan negara-negara muslim dunia, termasuk aku sahabatmu.
    Dalam kasus Afganistan, kau telah mengumumkan suatu strategi baru, termasuk penambahan jumlah pasukan. Alih-alih memaksakan penegakan demokrasi di Afganistan, strategi ini ditujukan untuk mempertajam prioritas pada perang melawan terorisme dan menopang stabilitas. Ini terlalu gawat. Dirimu tidak perlu menambah pasukan, cukup berhentikan semua ketidakadilan yang pendahulumu tunaikan. Cukup, dan tak perlu membuat masalah baru.
    Mr. Obama,
    Obama, di tengah suramnya ekonomi negaramu kini, pesan penting di balik pendekatanmu yang persuasif dan dialogis dalam politik global adalah keinginanmu untuk mengatasi berbagai beban dalam menegakkan tata ekonomi dan politik internasional yang lebih kondusif bagi semua pihak. Betul pendekatan ini sulit disangkal telah menumbuhkan citra baru negaramu sebagai kekuatan yang konon lebih ramah, demokratis, dan manusiawi. Namun percayalah padaku, bahwa jika itu hanya pemanis politik dikdaya, maka cukup bagiku untuk mengatakan: dirimu dan Bush sama saja; sama-sama “tuli”. Dan ini adalah pertanda bahwa aku dan dirimu bersahabat cukup sampai di sini saja.

    Mr. Obama,
    Bagi sebagian pengamat di negaraku mengatakan bahwa bagi AS, penempatan Asia (transpacific) sebagai partner utama, sejajar dengan Eropa (transatlantic). Hal itu didasari pada kenyataan geografis bahwa wilayah teritorial AS mencakup kawasan Pasifik (pantai barat) dan kawasan Atlantik (pantai timur). Secara geopolitis, AS merupakan juga sebagai kekuatan transatlantic dan transpacific. Namun, di pihak lain, sebagaimana diakui Menlumu Hillary Clinton ketika kunjungan ke Indonesia tahun lalu, kalau AS sadar sepenuhnya bahwa AS sendiri tidak akan dapat memecahkan persoalan-persoalan dunia, sebaliknya masyarakat dunia juga tidak akan dapat memecahkan persoalan dunia itu tanpa keterlibatan negaramu itu.
    Khusus mengenai Indonesia, Menlumu Hillary menyebut Indonesia sebagai  salah satu bangsa dan negara yang paling dinamis di kawasan Asia. Selanjutnya, dia menghargai usaha-usaha dan aspirasi warga Indonesia dalam mewujudkan sistem pemilu yang bebas dan adil, pers yang bebas, serta peningkatan peranan masyarakat madani dan kaum wanita dalam pemerintahan. Negaramu menyambut baik ide dari Indonesia untuk menciptakan kemitraan yang lebih luas dan dalam. AS, menurut Hillary, tetap  mendukung kerja sama dengan Indonesia dalam mewujudkan kemitraan itu dalam suatu agenda yang konkret.
    Lalu? Sekarang terpulang kepada aku, SBY dan seluruh rakyat negaraku, apakah sudah siap dengan agenda-agenda yang konkret untuk mengisi dan meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-AS, khususnya dalam menyambut dan menyikapi kedatanganmu itu? Biarkan SBY yang menjawabnya. Yang jelas, aku memiliki pandangan bahwa membangun formulasi baru adalah penting. Mengutip pernyataan mantan Menluku, Nur Hassan Wirajuda (Republika, 7/2/2009) bahwa “hubungan bilateral itu lebih baik dilakukan dalam kemitraan yang komprehensif”, dan aku sepakat dengan gagasan itu.

    Mr. Obama,
    Sebelum dirimu mengajukan agenda yang konkret, sebaiknya aku perlu memetakan dahulu potensi dan kekuatan negaraku, baik secara alami maupun hasil-hasil dari usaha yang telah dicapai. Secara geografis, letak Indonesia cukup strategis karena terletak di antara dua benua dan dua samudra. Selain itu, Indonesia memiliki alur laut pelayaran internasional, yakni Selat Malaka dan Selat Makasar. Secara demografis dan ekonomis, Indonesia juga memiliki penduduk keempat terbanyak di dunia yang merupakan potensi pasar yang signifikan karena memiliki sumber daya alam (SDA) berupa bahan-bahan tambang dan hutan begitu banyaknya. Secara politis, Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Adapun capaian-capaian yang telah kita miliki baik dari segi ekonomi, politik, maupun keamanan cukup lumayan serta penting bagi negara-negara mitra, terutama Amerika Serikat, neragamu.
    Bagi AS [negaramu], Indonesia [negaraku] dengan penduduk Muslim terbesar dan telah menerapkan sistem demokrasi, dapat dijadikan contoh dalam menyebarkan paham dan sistem demokrasi ke negara-negara berkembang lainnya, termasuk negara-negara di Timur Tengah. Walaupun demokrasi yang negaramu pahami dan aplikasikan belum menemukan titik terangnya. Karena memang tak akan menemukan titik terang.
    Lebih dari itu, dengan potensi SDA yang melimpah, Indonesia jelas dapat dijadikan lahan bagi ekspansi ekonomi negaramu, baik berupa usaha pertambangan maupun pemasaran produk-produk dan jasa. Begitupun, capaian di bidang politik atau keamanan domestik dan kawasan, telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang tepat dijadikan partner dalam menciptakan dan memelihara stabilitas politik serta keamanan kawasan, khususnya Asia Tenggara.
    Dengan memetakan potensi dan capaian-capaian serta menyadari posisi dan peranan negaraku vis a vis terhadap AS, aku dan negaraku, Indonesia dapat memanfaatkan kunjunganmu dengan membuat kesepakatan (agenda) yang konkret. Dan sudah tentu kesepakatan tersebut adalah kesepakatan yang bermanfaat bagi posisi dan peran strategis Indonesia dalam kancah percaturan global, baik sekarang maupun akan datang. Lebih dari itu, aku perlu sampaikan padamu bahwa Jakarta takkan pernah mau dan takkan mudah “terakali” oleh Washington dengan berbagai macam bentuk “adegan diplomasi” sebagai pemanis.

    Mr. Obama,
    Selanjutnya, aku berharap semoga SBY berhasil memanfaatkan kunjunganmu itu untuk mencapai kesepakatan dasar sebagai komponen penting dan utama dunia dalam kemitraan yang komprehensif dan strategis. Selanjutnya, SBY diharapkan untuk menegaskan posisi tawar Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia dalam mengambil arah baru politik dan tongkat kepemimpinan global secara “jantan”. Dan aku dan teman-temanku sebangsa dan setanah air sudah menitipkan semua itu pada SBY. Semoga SBY, sahabtku dan sahabatmu juga bisa menunaikan semuanya secara elegan. Oke.

    Mr. Obama,
    Mungkin itu yang bisa aku sampaikan untukmu. Kalau tanggal 23 Maret 2010 kau benar-benar datang bertamu ke Indonesia, atau mungkin bulan Juni 2010, aku ingin menyampaikan banyak pesan. Salah satu yang pesan istimewa yang ingin aku sampaikan untukmu adalah mengenai kehidupan jangka panjang. Aku ingin agar dirimu dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya yang telah disediakan bagi mereka yang beriman. Itu juga kalau kau mau, syaratnya: kau mesti mengikuti keyakinanku dengan cara berislam. Aku tak sedikitpun memaksa dirimu. Sekali lagi, itu kalau kau mau. Karena kau sendiri memiliki keyakinan sendiri, dan akupun memiliki keyakinan sendiri. Semoga kita saling memahami tentang masing-masing apa yang aku dan dirimu yakini. Dengan catatan, tolong hentikan keberingasan pasukanmu terhadap saudara-saudaraku yang juga saudara-saudaramu di berbagai belahan bumi, terutama di negara-negara muslim. Persahabatan tidak hanya di mulut, tapi mesti juga menjadi kebijakan politik. Walaupun aku percaya bahwa semua kekejian itu bukan karyamu, tapi hasil kerja Bush, pendahulumu.

    Mr. Obama,
    Aku sudah sediakan bagimu naskah buku Merekayasa Masa Depan: Sebuah Refleksi Untuk Aksi. Kalau kau mau naskahnya, atau mau berdialog denganku, silahkan datang saja ke Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat, Indonesia. Aku dan teman-temanku siap berdialog denganmu secara intelektual. Tapi aku hanya menyediakan bagimu bakso yang akan kubeli di Warung bakso Padasuka, kemudian es kelapa seadanya. Atau kalau kau mau buku bacaan, aku sudah menyediakan untukmu. Ada buku Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, Identitas Politik Umat Islam; keduanya adalah karya Kuntowijoyo. Al-Islam 1 dan 2 karya Said Hawa, Fiqih Dakwah karya Mushthafa Masyhur, Wajah Peradaban Barat karya Dr. Adian Husaini, Saksikan Aku Seorang Muslim karya Salim A. Fillah, Aku Anak Matahari karya Gola Gong, Model Manusia Muslim dan Delapan Mata Air Kecemerlangan, dua-duanya karya Anis Matta, Menyiapkan Momentum karya Rijalul Imam dan Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara. Atau kalau kau ingin tahu tentang Islam, dien (agama) yang kujadikan sebagai standar yang mengatur dan mengarahkan kehidupanku dan saudara-saudaraku, aku sudah menyediakan bagimu sebuah mushaf Al-Qur’an. Minimal untuk kau baca, biar Islam yang aku yakini bisa kau jadikan sebagai bahan pembanding bagimu. Agar teman-temanmu di Amerika atau di manapun mereka berada tidak seenaknya menjelek-jelekan Islam, padahal mereka bodoh dan tidak tau apa-apa.
    Oh iya, supaya dirimu tahu, aku aktif di organisasi kemahasiswaan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang saat ini diketuai oleh Mr. Rijalul Imam, S.Hum., M.Si. Kalau boleh mengusulkan, kau layak bertemu dengan beliau dan saudara-saudaraku di KAMMI. Karena beliau dan mereka memiliki kompetensi untuk berbicara denganmu, terutama dalam meretas peradaban global yang lebih anggun. Namun, kalau kau tidak berkesempatan, cukup sudah dengan SBY saja. Lebih lanjut, kalau ada yang demonstrasi itu bukan bermaksud tidak menghargai kedatanganmu. Itu adalah bukti kekesalan yang sudah lama ditahan dan terpendam; terutama ketika Bush yang “dungu” itu tak mengerti bahasa manusia.
    Namun percayalah, aku dan saudara-saudaraku tetap menghargaimu. Lebih-lebih jika kau segera memberhentikan kebijakan berstandar ganda kepada negara-negara muslim di berbagai belahan dunia. Sekali lagi, aku tetap menghargaimu sebagai tamu. Sebagaimana pendahuluku mengajariku. Mengapa? Karena agamaku mengajarkiku begitu. Aku belajar dari Nabi Muhammad, para sahabat, generasi pengikut yang taat, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho, Mohammad Al-Fatih, Hasan Al-Banna dan Mohammad Natsir. Tenang aja, kalau kau jadi datang, akan kusediakan bagimu makanan khas Indonesia. Mau khas Padang, khas Sunda, khas Jawa, khas Lombok, khas Makasar atau khas Menteng tempat kau sempat tinggal dulu? Silahkan pilih atau pesan sendiri dari sekarang. Nanti aku beliin. Atau batik dan kaos KAMMI. Atau mau main kunci KAMMI. Bagaimana, mau? Kalau kau mau, nanti aku sediakan dari sekarang. Mumpung aku lagi gajian. Kalau kau tidak mesan dari sekarang, aku kesulitan. Bukan karena tidak ada uang, tapi karena persediaan barang yang tidak terpenuhi. Selain itu, aku juga berharap agar buku-buku karyaku kelak bisa kau baca. Bahkan dirimu menjadi pembanding ketika aku membedah buku-bukuku di Amerika Serikat. Mungkin sekarang belum terjangkau, namun percayalah 10 atau 15 ke depan aku akan tunaikan semuanya.

    Mr. Obama,
    Selamat datang di Indonesia. Negeri yang menjadi saksi kesaksianmu kelak sebagai seorang muslim, insya Allah. Itu kalau kau mau. Karena aku masih memiliki keyakinan bahwa keyakinanku adalah keyakinanku, dan keyakinanmu adalah keyakinanmu. Oke Mr. Obama. Sementara cukup dulu. Kalau ada kesempatan lain, kita akan lanjutkan; sehingga dialog kita berlanjut sampai pada titik terang. []

       
    Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung
    Juma’at/19 Maret 2010, Pukul 00.05-04.47 WIB

    Catatan:
    Ini adalah surat terbuka saya untuk Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang akan berkunjung ke Jakarta, Indonesia pada Selasa/23 Maret 2010. Karena berbagai macam alasan, lawatan tersebut akhirnya diundur bulan Juni 2010. Walau demikian, tulisan ini layak dipublikasikan ke ruang publik. Selain sebagai upaya melanjutkan interupsi atas kebijakan politik ”berstandar ganda” Amerika Serikat selama ini, juga (terutama) sebagai upaya membangun upaya membangun dialog secara cerdas dengan Mr. Obama. Dan saya percaya SBY bisa menjadikan tulisan ini sebagai bahan dialog dengan Mr. Obama. Semoga!

  21. MantraSakti | 25 March, 2010 12:23

    @ Syamsudin Kadir, anda hebat, Indonesia bangga sekiranya mempunyai ramai warga yang celik dan pintar seperti kamu. Syabas

  22. MantraSakti | 25 March, 2010 16:10

    Tidak salah menyambut tetamu,malah dalam Islam dianjurkan menghormati dan melayani tetamu sebaik mungkin,namun mayoritas tanggapan masyarakat terhadap rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama itu keIndo`sia itu harus diperbetulkan,enggak perlu Obama dinilai berlebihan,karena dia juga manusia yg punya kelebihan dan kekurangan.Adalah salah besar jika kedatangan Obama diartikan sama dengan kucuran dana dan investasi ke negara Indo`sia,karena Obama adalah AS dan AS adalah Obama.Mispersepsi segelintir masyarakat yg mendewa2kannya harus diingatkan,jangan karena Obama pernah tinggal diIndo”sia lalu Indo`sia berharap mereka bawa uang,bawa investasi besar,ia cuma lawatan mengaburkan mata dunia terutama umat Islam.Jadi persiapan penyambutan yang berlebihan oleh warga Indo`sia adalah satu kesilapan serta mampu menunjukan bahawa Indo`sia amat mudah dipulas telinganya.Seharusnya kedatangan Obama keIndo`sia harus diambil kesempatan olih dunia Islam terutama Indo’sia sendiri dengan bernegosiasi dalam hal hak asasi manusia serta keamanan sejagat,karena Amerik selalunya mendabik dada sebagai polisi dunia

    Namun inilah kesilapan segelintir warga Indo`sia yang begitu mudah digula2kan pemimpin hebat ini.Benar tanggapan ‘radikal’ seperti diatas,Obama memang seorang pemimpin yg genius dalam politik,dan karena itulah segelintir warga Indo`sia begitu mudah dilunakkan olih kehidupan masa silam Presiden AS kulit hitam itu.Mereka asyik dibuai masa silam dan bercerita dengan bangga mengenai kanak2 yg pernah tinggal diManteng itu,yg telah mencipta sejarah lebih besar diperingkat dunia itu.Namun ada juga baiknya kalau kita2 warga bawahan ini dapat mengesan provokator yg sebenar2nya dengan fikiran yg terbuka melalui penelitian terhadap fakta2 yg sedang berlaku didunia sekarang.Sebenarnya kita bukanlah mahu mengunakan agama sebagai platform untuk menabur kebencian seperti dakwaan sesetengah warga,karena sememangnya tiada apa2 faedahnya,namun apa yg perlu juga kita fikirkan adalah,apa yg perlu dilakukan Indo`sia untuk meletakkan diri dalam posisi yg betul,sebagai wakil negara Islam dalam kapasitinya sebagai negara Islam terbesar dunia.Untuk berhadapan dengan AS,kita perlu mengetahui terlebih dahulu siapa itu Amerik,dan apa peranannya dalan dunia sejagat

    Kalau kita benar2 teliti,kita akan dapati bahawa Barat terutama AS tidak pernah akan berhenti mencari kelemahan2 umat serta negara2 Islam,demi untuk meneruskan agenda mereka mengawal dunia,terutama dari sudut ekonomi dan keselamatan.Antara kaedah yang dilakukan adalah dengan cara menghapuskan Islam sebagai aqidah siyasiyah dan menggantikannya dengan aqidah sekularisme.Mereka berusaha mengembangkan idea2 yang muncul dari aqidah sekularisme ini seperti nasionalisme,demokrasi,pluralisme politik,hak asasi manusia (HAM),kebebasan,dan politik pasaran bebas.Bagi menjatuhkan imej Islam serta untuk meletakkan trauma dunia terhadap Islam,mereka secara terancang memberikan label2 negatif terhadap Islam dengan istilah2 seperti pengganas, fundamentalis,konservatif,ekstremis dll.Mereka juga melakukan perang propaganda seperti memberikan gelaran2 negatif,maklumat yang salah,memberikan persepsi yang berbeza,mengaburkan atau mengalihkan isu utama kepada isu lain yg sengaja diada2kan
    Umat Islam sebagai umat yang mempunyai ideologi mesti menyedari kewujudan propaganda yg dilakukan secara terancang untuk mendapat kepentingan bagi pihak mereka.Contohnya dalam propaganda AS untuk menjatuhkan rejim Saddam Hussein,Soekarno dan Soeharto serta Taliban diAfganistan.Ketika hendak menyerang Iraq dalam Perang Teluk II pula,AS melancarkan propaganda dengan melakukan pembohongan maklumat kepada kongres dan rakyat AS.Untuk membuktikan wujudnya propaganda ini contohnya,ialah dengan terbongkarnya pembohongan seorang gadis bernama Nariyah yang dikatakan menjadi saksi kekejaman tentara Iraq semasa menceroboh Kuwait,sedangkan gadis tersebut tidak pernah bekerja diKuwait dan ketika peristiwa itu berlaku dia berada di Paris.Namun,berdasarkan kenyataan (pembohongan) gadis itulah,kongres bersetuju dilancarkan serangan ke atas Iraq.Untuk menjatuhkan rejim Taliban pula,AS telah melancarkan propagandanya dengan mendedahkan pengkhianatan Taliban terhadap rakyat Afganistan seperti penyeksaan dan pembunuhan,pelanggaran hak asasi wanita dan anak perempuan,perilaku rasuah dan menggunakan Islam sebagai selubung pembunuhan etnik

    AS juga secara aktif menyebarkan nilai2 ideologinya seperti sekularisme,demokrasi,hak asasi manusia (HAM),kebebasan dan konsep pasaran bebas.Tujuannya jelas,iaitu untuk kepentingan AS sendiri dengan membuat pandangan negatif terhadap lawan kepada ideologinya.AS akan melontarkan tuduhan2 palsu dengan melabel ideologi yang menentangnya sebagai pengganas,ekstrimis,konservatif dan pandangan buruk yang lainnya.Kaedah lain yg dilakukan oleh AS adalah didalam bentuk pemalsuan maklumat,iaitu melakukan penyimpangan pandangan.Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh AS kepada musuh utama ideologinya,yakni dunia Islam

    Antara teknik propaganda lain pula adalah `Penyesatan Pandangan.KJ Holsti,dalam buku Politik Antarabangsa: Kerangka untuk Analisis (hlm 220),telah memetik beberapa isi penting daripada buku ”The Fine Art of Propaganda: A Study of Father Coughlin’n Speeches.” Ia mengemukakan beberapa teknik propaganda yang biasa dilakukan untuk menyesatkan pandangan.Antaranya adalah memberikan label negatif terhadap sasaran,
    dengan meletakkan satu lambang yang mempunyai kesan emosi ke atas seseorang atau suatu negara.Sasarannya diharap akan mempercayai lambang tersebut tanpa memeriksa bukti.Sebagai contoh,Saddam Hussain diberi gelaran ‘Pengganas dari Baghdad’. Selama Perang Teluk II,media massa AS menyebut Presiden Iraq ini dengan sebutan ‘Binatang Buas’ (Mary McGroriy, Washington Post, 7/8/90) atau ‘Monster’ (Newsweek, 20/8/90). Dalam budaya popular Barat,orang2 Arab pula digambarkan sebagai orang yang licik, tidak boleh dipercayai,bernafsu seks kuat dan kejam.Rasulullah saw sendiri digelar sebagai ‘si Gila Seks’ atau ‘Pengganas’.Pengarang kartun A Doaug Marlette membuat tajuk utama dengan judul, “What Would Mohammed Drive?” Digambarkan bahawa, Rasulullah menaiki trak yang berisi bom nuklear yang sama dengan trak yang digunakan oleh Timothi McVeigh dalam peristiwa pengeboman di Oklahoma City pada tahun 1995. Pejuang Hamas diberi gelaran pengganas,para pejuang syariat Islam dilabel secara sistematik dengan gelaran ‘kaum skriptualisme’,kaum tekstualis’ atau ‘kaum ortodok dan konservatif’.Iran pula diberi gelaran ‘negeri para mullah’ (gambaran negatif).Istilah ‘Muslim tegar-hard core’,sebagai lawan kepada ‘Muslim moderat’, digunakan untuk memberikan kesan negatif pada pengembang syariat Islam.Negara2 yang tidak seiring dengan AS diTimur Tengah pula dilabel dan disebut sebagai ‘negara militan’,sementara negara yang menurut dan seiring kehendak AS disebut ‘negara sahabat’ atau negara moderat

    Perkara2 sebeginilah yg patut diperbetulkan olih Obama,dan kita berharap SBY mampu mengunakan pengaruhnya,dalam menyampaikan masej dari pihak2 Islam,agar dunia bisa terus kekal aman.Dalam konteks ini warga Indo’sia harus menyokong dan memberi kekuatan semangat kepada SBY untuk melakukannya,dan Indo’sia usah sekadar mau meraikan kedatangan Obama ini dengan cerita2 silam budak Manteng,serta terlalu mengaggung2kannya sahaja,karena banyak lagi perkara lain yg harus dilakukan daripada menumbangkan kerbau lembu bagi menyambut kedatangan insan yg dikatakan mempunyai nama tengah Hussein ini.Kesimpulannya,tidak salah menyambut serta meraikan tetamu,namun iaharus dilakukan berpada2,message harus disampaikan dan yg pasti Indo’sia harus mendapat kreditnya,ibarat kata orang2 tua kita,ibarat menarik rambut dalam tepung,rambut jangan putus,tepung usah berselerak

  23. acai | 5 April, 2010 16:04

    yaah i’m agree with MantraSakti…Obama pd kulitnya nmpak baik2 belaka..padahal ia merencana byk perkara yg menindas org Islam… perlu kita ingat,disekeliling Obama adalah Org yahudi2 yg sgt berpengaruh..segala tindak tanduk Obama sentiasa dikawal oleh mereka..Obama hanya anjing bagi mereka…

  24. Business Blog | 10 April, 2010 04:47

    Hati-hati terkecoh.

  25. Puracendana | 22 June, 2010 18:32

    Lawaatan Presiden imperialis,Barack H.Obama keIndo’sia udah beberapa kali dibatalkan,biarpun Indo’sia serta beberapa pegawai negara,udah memberikan reaksi untuk bersiap sedia dalam menerima kedatangan tulang belakang penjajahan Israel keatas Palestin ini. Umum mengetahui bahawa AS telah menumpahkan jutaan darah kaum Muslimin disepanjang penjajahannya diIraq dan Afghanistan,serta Pakistan sekarang. Apa yang menghairankan adalah bagaimana negara kaum Muslimin terbesar didunia ini (Indo’sia) boleh menerima kedatangan Presiden penjajah tersebut sebagai tetamu kehormat

    Sebenarnya,lawatan yang dirancang ini tidak lebih sebagai usaha untuk meraih populariti,dan udah pasti Obama tiada pilihan lain selain dari memulihkan imej negara itu dimata negara2 Islam,karena AS mempunyai rekod buruk selama ini terutama semasa pemerintahan Bush. Ia juga sebenarnya,tidak lebih sebagai satu retorik AS dalam menunjukkan mereka benar2 serius membuat perubahan dasar,karena sebelum ini AS telah memainkan peranan sebagai “polis dunia” dengan sewenang2nya apabila melancarkan polisi dan peperangan berat sebelah terhadap negara2 Islam. Dua serangan terhadap negara Islam,Afghanistan dan Iraq adalah bukti kekejaman AS,atas alasan memerangi keganasan,sedang keganasan itu sebenarnya dicetuskan olih mereka sendiri

    Jika pengebom Bali dahulu yang telah mengorbankan beberapa orang sahaja dianggap sebagai teroris,lalu apakah gelaran yang lebih sesuai bagi seorang pemimpin sebuah negara yang telah membunuh hampir sejuta kaum Muslim? Bukan setakat membunuh, tetapi juga telah merampas sumber kekayaan alam dan merampas hak2 hidup kaum Muslimin,termasuk pemusnahan terhadap rumah2 ibadat diFallujah pada 2004. Tentera AS juga menggunakan senjata kimia merbahaya seperti fosforus putih,yang menyebabkan penderitaan selama2nya buat generasi umat Islam diFallujah

    Hari ini anak2 tersebut telah dikenalpasti mempunyai penyakit jantung dan cacat sistem saraf pusat,dan ada juga yang dilahirkan dengan anggota tubuh yang cacat. Namun,apakah layanan kaum Muslimin terhadap pemimpin negara pembunuh umat Islam tersebut? Tidakkah kaum Muslimin dan dunia ingat pencabulan yang menghinakan keatas kaum Muslimin dipenjara Abu Gharib dan penghinaan Al-Quran diGuantanamao? Tidakkah kita nampak,bahawa Obama senyap sunyi semasa serangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara,yang membawa bantuan keGaza baru2 ini,namun dalam masa yang sama,cepat bingkas bangun menyokong sekatan terhadap Iran,yang kononnya mahu membangun senjata nuklear. Sungguh amat menyedihkan,apabila pembunuh kaum Muslimin ini mahu diagung2kan sebagai tetamu,bahkan turut disanjung2. Indo’sia seharusnya lebih berwaspada akan kehadiran kepala teroris dunia ini,dan sedia menjadi negara pendesak, bagi membela umat Islam sejagat,dalam kapisitinya sebagai negara Islam terbesar didunia,dan segala2nya ada ditangan SBY

  26. vegetables | 8 July, 2011 04:32

    I have returned to your website many times. The additional commentaries are incredibly fascinating and interesting. I decided to signup for your rss feed, so I can keep up to date of your recent posts.

  27. amir | 17 August, 2011 17:42

    Freewill!!!

  28. rozwod Poznan | 26 October, 2011 15:32

    Najlepszy Adwokat w Poznaniu. Potrzebujesz pomocy ? To dobrze Trafisz do swojego Adwokata!!!

  29. mieszkania Wroclaw | 26 October, 2011 15:34

    Najwiekszy Deweloper mieszkan w centrum Wroclawia serdecznie zaprasza do ogledzin mieszkan oraz wyboru odpowiedniego apartamentu dla panswa. Zapraszamy serdecznie !!!!

  30. Serwis opon wroclaw | 26 October, 2011 15:47

    Jezeli szukasz ddobrego mechanika, badz tez chcesz zalozyc sobie klimatyzacje w samochodzie to dobrze trafiles !!! Nasza firma to najlepsze auto usugi we Wroclawiu. Serdecznie Zapraszamy do skorzystania z naszej oferty !!!

Silakan berkomentar, kawan!