Jan
17
Syahdan pada sebuah siang yang basah oleh gerimis. Seorang kawan tiba-tiba mengirim pesan lewat layanan BlackBerry Messenger. Tak ada kata-kata dalam pesan itu kecuali sebuah tautan alamat situs web. Karena kami sudah terbiasa saling bertukar informasi tentang alamat situs web yang menarik, saya pun menduga kali ini dia ingin menunjukkan sesuatu yang menarik dan perlu saya baca. Saya pun langsung mengklik tautan itu.
Tautan itu ternyata mengarah ke halaman profil seseorang di Facebook. Dari nama, penjelasan profil, dan foto yang terpampang, saya tahu pemiliknya seorang lelaki setengah baya dari Medan. Pria itu berkacamata dan mengenakan kaus singlet putih. Tangannya kirinya yang kekar terangkat bagaikan atlet binaraga yang tengah mempertontonkan otot bisepnya.
Bukan foto lelaki itu yang menarik perhatian saya, melainkan statusnya. Pria yang rambutnya disisir ala John Travolta itu menuliskan ekspresi seksual yang kurang pantas dibaca publik. Terus terang saya kaget membaca status yang sangat blak-blakan itu, lengkap dengan menyebut anatomi seksual. Di bagian lain dari halaman profil, lelaki itu malah menulis kalimat yang mengobarkan semangat kebencian terhadap agama tertentu. Saya tak tahu apakah lelaki ini memang serius atau sekadar mencari sensasi.
Karena penasaran dan merasakan keanehan, saya lalu membahas kasus akun lelaki setengah baya di Facebook tersebut dengan beberapa kawan narablog. Macam-macam reaksi teman-teman saya. Tapi yang menarik, ada seorang narablog yang bercerita bahwa kemungkinan besar akun Facebook lelaki Medan itu sedang dibajak (hack).
Menurut kawan saya itu, pembajakan akun Facebook memang sedang marak belakangan ini. Dia mengaku kerap menemukan kasus orang yang tiba-tiba tak bisa mengakses Facebook miliknya karena nama pengguna (username) dan kata kuncinya (password) dianggap salah. Meski berulang kali mencoba lagi memasukkan kata kunci yang sama, tetap saja gagal dan ditolak masuk.
Ada juga kasus seorang pemilik Facebook yang menemukan status Facebooknya berbeda dari biasanya. Kalau biasa dia menulis sapaan kepada teman-temannya, misalnya selamat pagi atau selamat bekerja, statusnya sekarang dipenuhi kata-kata kotor.
“Jumlah orang yang akun Facebooknya dibajak lumayan banyak, Mas,” kata Mat Bloger, yang tiba-tiba nimbrung ikut diskusi. “Hanya, jarang ada yang mengaku, sehingga tak ada data yang pasti. Biasanya lagi, para pemilik akun yang dibajak itu memilih ganti akun baru daripada repot-repot mencari siapa yang telah menyamun rumah digital mereka.”
“Apa motif aksi peretasan akun itu, ya?” saya bertanya.
“Macam-macam, Mas,” jawab Mat Bloger. “Ada yang hanya untuk iseng-iseng, ada pula yang demi mengincar koin Poker milik orang lain.”
Mat Bloger lalu bercerita tentang permainan Poker yang sedang digemari oleh pengguna jejaring sosial Facebook. Nah, dalam permainan Poker, para pemain saling mempertaruhkan koin. Koin-koin inilah yang menjadi incaran para peretas akun Facebook. Dengan meretas akun, para penyamun berharap dapat meraup sejumlah koin untuk modal bermain Poker.
“Bagaimana mungkin sebuah akun Facebook yang terkenal aman bisa diretas orang?” saya bertanya lagi.
“Gampang, Mas,” jawab Mat Bloger. Menurut dia, tak perlu teknik khusus. Sebuah akun biasanya bisa dibajak karena pemiliknya teledor. Mereka, misalnya, membuka Facebook di tempat umum, seperti warung Internet. Ketika selesai, mereka tak melakukan proses log out, tapi langsung menutup aplikasi. Akibatnya, ketika orang lain memakai komputer itu, akun tadi masih terbuka sehingga bisa dimasuki.
Memang ada modus lain yang lebih canggih, tapi sebagian besar pembajakan akun terjadi karena keteledoran pemiliknya, terutama dalam menjaga kata sandi.
Nah, agar Facebook sampean tak diretas, berhati-hatilah bila memakai komputer di tempat umum, misalnya warnet, sekolah, atau hotel. Biasakan selalu log out bila sudah selesai membuka sebuah layanan sosial bersandi.
Pilihlah kata sandi yang sulit ditebak orang, bukan nama Anda atau tanggal lahir. Dan biasakan menggantinya secara periodik.
hahaha,saya jd ingat akun saya d m0range jg dbajak..prtanyaannya gmana caranya mrebut kmbali?
@Krizna, Caranya dengan menggunakan fasilitas “forgot password” di halaman login. Ini dengan catatan bahwa anda masih mempunyai akses ke email asli anda.
wah..bahaya sekali nih..
untung saya selalu log-out setelah online Facebook di warnet..
bahkan sekalian merestart komputernya utk berjaga-jaga..
betul bro…. nich cerita mengenai adik saya… chip poker nya hilang dua kali yg ke 1 hilang ketika lgi ga di pake sebesar 3 jt, yg ke 2 dia lagi main poker eeeh hilang juga .. cuma disisain 300 rb….
wah bener2 hacker INDONESIA gitu yaa….
jah. gw juga pernah sekali di bajak, gw login di hp temen gw, dan lupa log out…
waaaaah….
wah,ciri2 akun yang rentan bajakan selain karena punya banyak chip poker apa aja?
Klo FB q gak bsa d bukak nich.
Katax sih blum d konfirmasi dri email.
Pdhal udah q konfirmasi n biasax jg gak gni.
Gmana crax biar bsa akses FB q lg.
gue bingung klo masuk di fb pasword slalu salah,,,,padahal aqu dah bener masukin nya,,tpi tetap gak bisa…gmn cara kembalikanya??
Meridia….
Book discount guest info meridia number site. How much weight can i lose with meridia. Meridia. Meridia no prescription….
bagimana caranya menemukan akun facebook saya yang dibajak tolong batu saya menemukan kembali akun saya
Mas, Tau Cara Menghapus akun Facebook milik orang lain tidak ?
Saya ingin menghapus akun Facebook yang mengaku sebagai saya.. trims