Enak di Blog dan Perlu

Di Facebook saya mencari Tuhan. Setelah memasukkan kata “Tuhan” di kolom pencarian, muncul sebuah akun. Tapi itu bukan milik-Nya (dengan N kapital), melainkan kepunyaan sebuah band dari Turki. Entah apa arti tuhan dalam bahasa Turki, karena di kamus online saya tak menemukannya.

Kalau pun ada Tuhan di Facebook, itu adalah akun dan  fanpage yang dibuat oleh para penggemar Tuhan. Hal yang sama terjadi di Twitter.

Saya gagal mencari Tuhan di dunia maya.

Mungkin Anda bertanya, kenapa saya iseng mencari Tuhan di jejaring sosial, meski semua orang waras tahu, pencarian itu akan gagal. Keisengan itu muncul karena saya tergelitik sejumlah status (FB, Yahoo! Messenger, BlackBerry Messenger,  dan tweet) dalam bentuk doa.

Kenapa orang berdoa di Facebook dan Twitter, jika Tuhan tak ada di media sosial?

Tergelitik, karena menurut guru agama saya dulu, permohonan kepada Tuhan harus disampaikan dalam hening. Doa adalah dialog pribadi antara kita dan Dia. Tapi, kini, kita melihat begitu banyak doa berseliweran di dunia maya dan bisa dibaca oleh jutaan orang. Mereka mungkin berharap, Tuhan akan membaca status atau tweet itu dan mengabulkannya.

Kenapa tidak?” kata seorang teman yang kerap berdoa di Facebook. “Tuhan Maha Mendengar, Dia pasti juga tahu apa yang kita sampaikan lewat media online.” Benar, tapi apa perlunya? Kenapa tidak disampaikan dengan khidmat dan khusuk? “Soal kekhusukan, itu tergantung niat,” kata teman lainnya. “Kalau kita menulis status atau tweet itu dengan khusuk, apa salahnya?”

Tentu tak salah, tapi jawaban itu tidak memuaskan. Hanya berkelit dan terkesan defensif. Tak puas dengan jawaban-jawaban (yang sepertinya kurang jujur itu), saya memutuskan untuk menganalisis doa-doa tersebut. Dan hasilnya, tidak terlalu mengejutkan.

Sebagian besar doa itu berisi pengumuman. Misalnya, “Terima kasih Tuhan, Kau telah melancarkan urusanku ini.” Meski berbentuk doa, sebenarnya mereka hanya ingin mengatakan kepada dunia bahwa dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan. Dengan membuat status berbentuk doa, mereka mungkin berharap pengumuan itu tidak terdengar pamer keberhasilan.

Model itu sama dengan model keluh kesah, seperti “Ya Allah, hari ini terasa berat, ringankanlah bebanku.” Dengan doa seperti ini mereka sebenarnya ingin berbagi dengan orang lain. Yang mereka harapkan adalah komentar dari teman-teman: “Sabar ya bu/pak…”

Yang agak aneh sebenarnya adalah menjadikan Tuhan sebagai “sasaran antara” untuk menyentil orang lain. Misalnya, “Tuhan, sadarkanlah dirinya.” Penulis status ini jelas ingin agar orang yang dituju membaca doa itu dan terusik. Biasanya, komentar dari teman-teman mereka akan berbunyi: “Siapa sih dia?” Dan penulis status akan menjawab: “Ada deh…”

Tentu saja, pemilik akun itu sah-sah saja menulis status apa pun. Akun-akun dia, apa hak kita melarangnya? Tapi, saya kok masih percaya, Tuhan lebih mendengar doa yang disampaikan secara lirih dan dalam kesepian. Bukan di media sosial yang berisik.

–Pernah dipublikasikan di U-Mag edisi Januari 2010

Komentar [136]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

136 Komentar untuk “Tuhan tak Main Facebook”

  1. kadek | 24 November, 2011 14:29

    ???heeee

  2. sky | 24 November, 2011 15:10

    izin plagiat

  3. ikbal | 24 November, 2011 15:20

    mantap, izin copas….

  4. crip | 24 November, 2011 15:37

    ikud

  5. baru belajar islam | 24 November, 2011 17:01

    Apalagi yg tanpa rasa malu berdoa kepada Allah swt. agar diberikan jalan untuk merebut suami orang dan merusak rumah tangga orang lain… Astagfirullah! Dunia sudah mau kiamat.

  6. rifan | 24 November, 2011 18:50

    izin copy paste ya alias plagiat. hehhe…

  7. andi tenrie | 25 November, 2011 00:25

    @baru belajar islam, semoga doa niat jahat begitu dan niat busuk lainnya tak dikabulkan oleh Allah SWT, amien! Dan kalaupun bisa terjadi, kemungkinan orang itu diberi cobaan yang kelihatannya sangat berbahagia tapi berisi api neraka!

  8. griffin | 25 November, 2011 04:14

    Tuhan bekerja dgn cara yg unik..bisa dgn melalui manusia..jika seorg berdoa melalui FB dan seorg lainnya menjawab :”sabar ya” artinya Tuhan bekerja melalui org itu untuk menguatkan kita..anda percaya bukan jika Tuhan ada dmana2?

  9. griffin | 25 November, 2011 04:17

    jika anda mengetik Tuhan di FB, berarti sama saja anda mencari alamat Tuhan???mencoba mengetuk pintu rumah satu ke rumah yang lain..sungguh ironi sekali..jika anda ingin mencari Tuhan…maka hidup dalam iman bukan dalam penglihatan

  10. griffin | 25 November, 2011 04:21

    Doa disampaikan dalam susana hening dan sepi itu sangat baik…tetapi bukan kah lebih baik jika ada org yang ikut mendoakan kita??

  11. griffin | 25 November, 2011 04:23

    dari artikel anda, jelas tersirat anda hanya kesal dgn sikap2 org yang ada di FB…bukankah banyak juga hal lainnya ??? seperti org2 yang memaki2 atau org yang mengeluh atau org2 yang lebay alay???kenapa anda terganggu dgn org yang menulis doa???

  12. arasy | 25 November, 2011 05:50

    Tak salah bagi mereka yg berdoa (bersenandung harapan) dalam keadaan apapun ( baik berdiri, telentang, duduk dan berjln) yg tidak boleh shalat di fb ato sejenisnya. Motivasi org menulis di fb tntu bnyk varian alsan, namun hal yg lebih ditekannkn adlh imajinasi penulis bila selalu “sadarkn diri dgn mnurut ilmunya allah ” brarti si penulis akn sllu menulis ttg potret khidupn (antara kenyataan dgn harapan(doa)) dn belajar menghujamkan isi tulisan kpd yg menulis dan yg membacanya. Allah adalh pmbina khidupan maha agung.. Dgn dimensi malaikat bisa menjelma kdlm media apapun spy manusia belajar membaca dan melihat keadaan.. What’s going on- biarlah mereka berdoa menurut cara dan bhs yg mereka mngerti daripda ucakn sesuatu yg tdk dipahaminya.. Dlm tahap belajar. Namun dlm tingkt lnjutn ada kaidah dn tatacara yang baik bagaiman shlt yg khusyuk( mngerti apa yg diucapkn berefek kpd sikap). Seindah2nya blajr pada mlm hri (muzamil dn mudatsir), berdoa dlm keadaan apapun. Kesimpulannya : daripada mencerca bahwa saya lebih baik daripada org yg berdoa difb tentu kurg elegan, apa yg anda pikir tiap hari itulah isi otak anda.

  13. sohabudin | 25 November, 2011 07:05

    bagus tulisannya…
    pengemasanannya jenanaka, tapi yg disampaikannya sangat substantif…
    :-)

  14. juragan | 25 November, 2011 07:24

    hahahaaa.. mantap tulisannya gan. Bener kata bro sohabudin. Pengemasan Jenaka, dengan isi pesan yang substantif. Thumbs up!

  15. post-it | 25 November, 2011 11:04

    ijin kopipaste….

    btw:
    KEREN SANGAT!!!

  16. andi tenrie | 25 November, 2011 12:53

    Trend baru berdoa di FB, barangkali oknum itu percaya jika berdoa di FB banyak orang mengamini dan orang lain bisa tau isi doanya serta bisa terkenal! Siapa tau, khan!?

  17. Jfrontline | 25 November, 2011 15:17

    Kena banget artikelnya , mantab..
    keren bos ..

  18. @bangsaid | 25 November, 2011 15:40

    fesbuk emang geli

    Qkqkqkq *sejenak lupa kalau punya akun fesbuk

  19. angie | 25 November, 2011 17:07

    assek ah, ijin copas yaa..

  20. jonjoni | 25 November, 2011 17:43

    ijin share tulisanya, bagus sihh

  21. muhajirin | 25 November, 2011 20:59

    lebih baik menulis status do’a dari pada kata2 jorok

  22. post-siti | 26 November, 2011 05:05

    nb:

    apakah salah jika seseorang berdo’a di jejaring sosial?

    menurut saya, berdoa dimanapun bisa dan klo itu disampaikan di jejaring sosial, mungkin, ingin diAMINI oleh orang lain dan bila mereka (orang lain) tsb mengamini siapa tahu Tuhan akan mengabulkan doanya…

  23. Manusia | 26 November, 2011 10:17

    Dimanapun anda mencari Tuhan, tidak akan ketemu, karena memang Tuhan itu tidak ada, kecuali bagi yang menganggapnya ada.

  24. andi tenrie | 26 November, 2011 12:35

    Tuhan tidak perlu dicari, karena Tuhan selalu bersama dengan kita, amien!

  25. sayyidal jam'at | 26 November, 2011 13:36

    Ya,….minta izin copy paste.Y!

  26. Nenden Firdauz | 26 November, 2011 17:57

    Saya merasa lebih khusyu berdo’a di keheningan..tanpa seorang pun tahu “hanya saya dan Allah SWT Tuhanku”

  27. rosawati | 27 November, 2011 07:55

    sepakat dengan apa yg dikatakan arasy. memang allah tidak ada di FB or internet jejaring manapun, tp sttus fb itu lah menggambarkan keadaan seseorang sat itu, kalo selesai berdoa, ya mungkin ia langsung menulis stts demikian agar ikut mengamini, simpati dan lain sebagaianya, stiap yg nulis doa d fb itu kan pasti sudah ada dipiran dan pasti ada hati yang berkata, jadi sebelum nulis stts doa pasti dia sudah berkata dalam hati dan Allah jelas mendengarnya.. :)

  28. novia | 27 November, 2011 08:23

    artikel ini seperti layaknya substansi yg diangkat sama2 punya 2 aspek, negatif/positif..maka kembalikanlah semua kpd niat kita. toh hanya kita & tuhan yg tahu apa yg tersembunyi d hati trdalam.knp org menulis utk tuhan dlm status atau knp artikel ini dibuat. ohya, saya stuju klo smakin byk yg ikut mendoakan qt maka smakin mungkin doa itu trkabul. krn blm tentu tuhan mengabulkan doa kita, namun bisa jd tuhan mengabulkan doa org yg mengamini kita..:) moreover, tuhankan tuhan, jgn menuhankan akun jejaring sosial qt.

  29. test | 27 November, 2011 08:25

    iya jga yah….,

  30. annon | 27 November, 2011 08:32

    kemanaa.. kemanaaa.. kemaanaa..

  31. yudhialmitra | 27 November, 2011 09:53

    satire sekali…
    But i like…
    Post ini pun brharap dikomentari toh?
    :D

  32. eddyf | 27 November, 2011 18:37

    hm….artikel bagus yg komen jg banyak yg bagus jd aku bisa tambah wawasan…trim berat

  33. ardian | 28 November, 2011 02:19

    artikel yang bagus dan sesuai dengan kenyataan…
    setuju dengan beberapa komen diatas lebih baik menulis doa yang baik2 dan diamini orang banyak dari pada status yang memaki2 orang dan tulisan2 jorok lainnya…

    salam blogger dan terus berkarya :-)

  34. alex | 28 November, 2011 12:31

    Hebatttttt. Tulisan yang bagus. Isinya pas, kritiknya mantap

  35. macious | 28 November, 2011 16:22

    kayaknya anda harus belajar ilmu komunikasi dulu, baru nulis …

  36. "Fattah Kalamukti" | 28 November, 2011 22:12

    *sambil liat bendera negara* ..saya sepakat dengan komentar macious (28/11/2011, 16:22). idealnya musti sudah tuntas pelajari atau bahkan mengerti ilmu komunikasi, khususnya yang dilakukan manusia di ‘kolong langit’ ini. maka tentu hal yg demikian itu adalah cuma bagian dari ‘iri, syirik, dengki (ISID) yg di ‘kota2 besar’ biasa terjadi. ketika ada ke-enggan-an pribadi dan kelompok berpikir secara dialektis yg menuntut rasionalisasi sampai tuntas dari setiap bentuk serapan panca indera yg dinyatakan (pernyataan). apapun bentuknya, sekalipun itu berupa agitasi-propaganda yg khas dari habitat sosial tertentu, yg cenderung tendensius dan akhirnya mungkin menjadi modus dari ekspresi personal dalam meng-apresiasi keberadaan dan ketidakberadaan, walaupun semua tidak bisa di-generalisasi secara mutlak, pada gilirannya siapa me-moderasi siapa? siapa menghasut siapa? *cheers*

  37. 'FK' | 28 November, 2011 22:50

    ‘beda tipis’ dgn yg ‘dialami n dinikmati’ Maradona pada piala dunia 1986 dengan ‘Tangan Tuhan-nya’ dan hari kemudian-nya

  38. Blah | 29 November, 2011 03:52

    ijin copas jg ya, keren ni artikel :D

  39. khairil | 29 November, 2011 06:07

    mungkin si penulis status itu ingin agar orang lain membaca doa nya dan mengamini, jadi makin banyak yang mengamini.

  40. faispongiae | 29 November, 2011 11:35

    saya suka dengan pemikiran Anda,, sungguh pemikiran langka ini memang logis.. sebuah rasa penasaran Anda yang membuahkan sebuah ‘curhatan’ yang membuat saya berpikiran sama dengan Anda.. izin memberikan ‘rasa penasaran’ ini kepada orang lain.

  41. agungputro | 29 November, 2011 13:01

    doa adalah nafas orang beriman, dan saya yakin kalau TUHAN bisa kita temui lewat doa

  42. hermina sujono hadi | 30 November, 2011 03:15

    setiap saat SAYA SELALU BER-FACEBOOK dengan TUHAN, apalagi ketika saya MERASA TIDAK ADA LAGI TUGAS UNTUK SAYA, SECEPAT-NYA SAYA MENDAPAT TUGAS BARU…maka saya selalu merasa bahwa HIDUP ITU INDAH KETIKA KITA MAMPU BER-FACEBOOK DENGAN TUHAN…

  43. abi | 30 November, 2011 04:02

    baca ini kayak semacam mengeluarkan bersin yang ketahan. Love this very very much

  44. Irfa | 30 November, 2011 06:02

    ijin share ya.. bagus untuk renungan saya secara pribadi

  45. bank_alf | 30 November, 2011 07:58

    mantabs…. izin share….

  46. hermina sujono hadi | 1 December, 2011 06:24

    harus ada keberanian untuk mengatakan : TUHAN…KALAU TIDAK ADALAGI TUGAS BUAT SAYA…PANGGIL SAYA…

  47. hermina sujono hadi | 1 December, 2011 06:26

    silahkan yang mau share…have a nice share..

  48. faisalnamah | 1 December, 2011 18:26

    Beautiful ….

  49. ewie | 2 December, 2011 02:24

    setuju! ijin share yah….

  50. Roddeno | 2 December, 2011 11:51

    Nabi Musa aja tidak bisa melihat Tuhan, apalagi yang nulis artikel ini. Emang lho siape?

    Berdoa tidak hanya pada tengah malam, saat sholat saja. tapi, kapan saja, setiap saat kita bisa berdoa.

    Di pasar sekalipun terdapat kemungkinan doa kita di dengarkan.

    Kualitas doa tidak di tentukan oleh heningnya tempat, tapi oleh fokus & dan heningnya hati.

    Orang yang mampu berkonsentrasi dalam keramaian adalah lebih baik di bandingkan yang bisa konsentrasi di keheningan saja.

  51. aldest | 3 December, 2011 10:39

    Klo ngikutin pola pikir gitu,,

    Berarti kita berdoa di dalam `kesepian` malah ga ad yg dengerin soalnya ga kliatan sapa2 di sekeliling kita

  52. Y K | 4 December, 2011 11:45

    berfikirlah positif, tidak ada salahnya berdoa dimana saja, kapan saja .. Tuhan Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Segalanya dimanapun kita berada .. mudah2an memberikan nilai yg sama terlebih jika byk yg mengamininya .. namanya juga manusia, sah2 aja dan itu adalah lebih baik drpd menulis status yg tidak jelas, memaki2lah ato hal2 negatif lainnya *knp anda tidak komentar tentang byk status tidak baik yg tertulis disana?* .. doa2 yg indah tidak ada salahnya disampaikan agar bisa sekaligus membimbing bagi mereka2 yang kurang memahami akan arti dan manfaat doa, dengan ikut membaca doa mungkin dengan posisi yg sama, ia kan merasa lebih nyaman dan bisa mengikuti dengan doa2 yg sama .. btw, mengapa anda mencari Tuhan dalam FB?! tahukah anda siapa Tuhan anda??

  53. andi tenrie | 5 December, 2011 19:17

    Ya Allah…, ya Tuhanku berikanlah otak para anggota DPR kami ya Allah dan kecilkanlah mulut mereka agar supaya tidak selalu bekoar dengan mulut jahatnya, ya Allah, serta ampunkanlah hambamu ini karena ikutan mencela anggota DPR-RI kami itu, amien ya rabbal alamien99999xxxxxx!

  54. rachman | 6 December, 2011 23:04

    apa salahnya berdoa di media social? bukankah semaikn banyak diamini akan semakin baik. dan satu hal lagi bahwa orang yang menyebut nama Tuhan di socmed ingin berbagi akan kebesara-Nya.

  55. ikbal | 7 December, 2011 08:07

    *menyimak

  56. firgian | 9 December, 2011 17:46

    apa yg akan kita tulis dan ungkapkan di jejaring sosial ,, sebelumnya pasti telah berada di otak. jadi secara tak langsung kita telah berdoa sebelum sebuah status itu terposting di Facebook. bukankah akan lebih baik jika doa itu terucap di setiap tingkah laku kita? baik itu disaat hening ataupun tidak.
    bukankah status yg berisikan doa akan lebih baik daripada status status yg tak penting, status jorok, pertengkaran, sara,, dan status2 negatif lainnya?

  57. chen | 10 December, 2011 08:58

    Semua tergantung niatnya……

  58. Celyne | 14 December, 2011 15:35

    mau zhare artikel ini lah (:

  59. dhan | 14 December, 2011 15:49

    ya bisa aja yg bikin status pengen doanya diamini oleh orang lain, sehingga akan ada orang yg berdoa untuk hal yg sama.

  60. ika | 14 December, 2011 16:48

    keren :D

  61. +Jarar Siahaan | 15 December, 2011 20:30

    Bukan hanya di Facebook dan Twitter, di Google Plus juga ada orang yang menulis doa seperti: “Ya, Tuhan, ketuklah pintu hatinya agar dia mau menerima cintaku.” Yang menulis bukan remaja-cewek alay, tapi pria dewasa!

    Kalau diterbitkan secara terbatas kepada beberapa orang temannya, tidak terlalu jadi masalah. Tapi ini, mereka menulis doa-doa itu pada “pos publik”.

    Di Google Plus, jika saya menemukan Plusser yang menulis doa pada pos “publik”, atau “status gak penting” seperti “hm…, ngapain, ya?” atau status galau, akunnya itu pasti saya cekal.

    Berdoa, kok, di situs media-sosial! Berdoalah dalam kamarmu, lipat tangan atau bersujud. Jangan umumkan kepada publik di Internet, karena tidak bakal sampai ke Langit Ketujuh.

    Pemakai media sosial yang doyan berdoa kusebut sebagai “Alayers Tingkat Dewa”.

  62. chromatika | 17 December, 2011 07:33

    ya Tuhan, semoga pesan ini dibaca sama orang2 *eeaa*

  63. KawanKu | 17 December, 2011 07:37

    God Himself made the facebook, so why bother :D

  64. Arman | 17 December, 2011 08:23

    Saya tidak bisa mengatakan kepada anda apakah tuhan bisa membaca atau tidak, tetapi, saya bisa katakan kepada anda bahwa tuhan tidak ada

  65. charon | 17 December, 2011 08:50

    kemaren saya coba, ternyata berdoa ke botol kecap juga bisa & dikabulkan.

    masa tuhan menjelma jadi botol kecap?

    waduh.

  66. Kiwi | 19 December, 2011 02:30

    Kalo Tuhan maha mengtahui..dak perlu lagi ada do’a..toh Tuhan telah tahu apa kemauan, kebutuhan, dll…Tanpa do’a Tuahn telah tahu dong…Kemudaian, Tuhan juga maha pemurah dan pengasih…kalo kemmapuan tersbut telah diyakini, dak perlu meminta lagi….Tuan akan kasih semua..Moral of the message…lalukanlah saja apa yang bisa kita lakukan ..soal hasil, tegantung dari usaha kita dan hal yang mendukung ato tiak mendukung usaha tsb..kalo soal Tuhan daka ada masalah…

  67. ilham | 20 December, 2011 18:28

    saya sepakaaaaattt sangat dengan artikel ini,,!
    yang buat fb kan org yaduhi,,nah org yaduhi kan berdoanya di dinding,,11 12 dengan facebook kan!! hayooo!

  68. hagam hafid | 23 December, 2011 13:14

    Biar saja di berdoa didunia maya, itu artinya dia masih ingat kepada TUHAN,daripada banyak org yang sudah lupa untuk berdoa.

  69. tissa | 28 December, 2011 16:11

    boleh aku sebarkan di fb ya..:) thx

  70. abdurrahman chudlori | 3 February, 2012 22:51

    Substansi agama makin ditinggalkan, sehingga salat yg diamalkan dan doa yg biasa diucapkan banyak konyolnya, sepertinya akal sehatnya tak berdaya, terlalu lama tak diasah, padahal agama ya akal sehat itu sendiri

  71. abdurrahman chudlori | 3 February, 2012 22:58

    Bisa jadi, tak bisa disalahkan kalau makin banyak anak muda yg tak percaya Tuhan lagi, ketika kita mampu memaksimalkan potensi yg ada pada diri kita,dan mampu menyelesaikan semua masalah yg dihadapi, doa tak penting lagi hee hee

  72. Azwar | 8 February, 2012 15:23

    MANTAP GAN….
    SETUJU AMAT….
    JEMPOL BUAT ADMIN…!!!

  73. Ahmed | 19 February, 2012 08:48

    Izin share yah gan! Blogwalking juga yah gan! :D

  74. hyudin | 20 February, 2012 19:03

    izin copas gan..

    :-)

    btw keren gan

  75. totok | 28 February, 2012 14:06

    he..he.. konyol aja kita belajar ilmu agama di tempat yang salah..

  76. amri | 4 March, 2012 23:38

    makanya, bedakan antara komunikasi dengan sesama manusia dan komunikasi dengan Tuhan

  77. Alfonsius | 6 March, 2012 19:55

    Saya sepakat dengan apa yang ditulis dan apa yang di komentarkan.. Yang jadi petanyan Apakah dengan ini kita bisa mengubah seseorang untuk merubah orang tersebut sesuai rencana TUHAN?
    Sadar atau tidak Rumah Tuhan Ditiadakan.!

  78. Y – Tuhan Tidak Ada di Dunia Maya « Marsoedi Oetomo | 7 March, 2012 17:49

    [...] Tuhan tak Main Facebook [...]

  79. charlie | 11 March, 2012 07:27

    Artikel yang sangat menarik. Berdoa memang demikian, hubungan yang sangat pribadi antara pendoa dengan Tuhannya. Tidak perlu diumumkan, bahkan tidak perlu dengan suara, berbisikpun cukup.

  80. uli | 21 March, 2012 15:26

    setiap qta punya cara yg berbeda,selagi g nyelimpang dan g menyalahi aturan g apa”,sipenulis hanya berniat u mengingatkan dri pda FB lbh baik Bersujud,,,Positif ja masukan u qta yg sering lupa,,,tulisan yg masuk akal,dn pemikiran yg inovatif,kreatif,,,umum!u penulis ttp semangat

  81. asep tea | 27 March, 2012 20:54

    ijin share yah….

  82. arrt | 8 April, 2012 10:42

    berdoa kok d wall fb sh,,,
    apa kalian tau ada suatu kaun yang menjadikan dinding
    (wall) sebagai tempat suci…???
    apakah kalian orang2 seperti mereka…???

  83. Arya Poetra | 20 April, 2012 08:58

    Pun diriku sepakat denganmu, siapapun engkau yang menulis ini. Sebarkan. :)

  84. Eny | 8 May, 2012 13:08

    Izin share ya ..

  85. angga | 12 May, 2012 18:52

    izin share yah…

  86. rama | 23 May, 2012 16:16

    saya juga pernah share hal seperti itu, tapi setelah dipikirkan lagi, substansinya lebih banyak berkeluh kesah kepada banyak orang daripada tujuan utama nya (doa).
    tapi setiap org berhak memiliki pemikiran masing2 tentang hal ini…
    ^_^

  87. Arman hadi | 25 May, 2012 07:28

    Waduh, geleng2 kepala ah, satu hal yg lepas dari pembahasan. “RIYA”.
    Diakui atau tidak, berdoa melalui Jejaring Sosial, di niatkan atau tidak, akan membuat org lain tau. Minta di pujikah? Jejaring sosial idealnya tdk melampaui fungsinya sebagai jejaring sosial. Bukan memaksa semiotika tuhan masuk ke jejaring sosial dgn alasan diamini org lain. Atau mgkn lbh ke mengharap pujian dan simpati. Doa itu vertikal.

  88. Adji | 27 May, 2012 04:11

    hmmmm, silahkan berdoa dengan media mana saja, bukti bahwa ybs masih beragama, bukan komunis;p

  89. tio | 29 May, 2012 22:55

    waaawwww……
    izin COPAS……….
    Thanks…………

  90. tio | 29 May, 2012 22:56

    Izin COPAS………

  91. candra purnama | 10 June, 2012 17:21

    keren

  92. Tuhan dan Facebook | Melihat dengan Hati | 10 June, 2012 19:44

    [...] tadi saya melihat dinding salah satu teman facebook, yang mengarah ke link  ini. Agak sedikit tersentil *hehehe* , yah memang biasanya kebanyakan dari pengguna facebook mengisi [...]

  93. cyta | 11 June, 2012 11:18

    izin share…
    :D

  94. katacamar | 16 June, 2012 06:34

    benar sekali, doa lebih afdol dalam hening dan kusyu’, cuma saya melihat ada pengajaran di sini (doa di akun manapun) barangkali ada yang lupa ttg doa itu, jadi ingat. itu saja masih ada sisi positifnya

  95. atam | 16 July, 2012 20:47

    Tiada tuhan selain allah, jangan sampai tulisan di atas mengurangi iman kita kepada allah, bagi saya meyakini allah jauh lebih penting, dengan doa maka para muslim mempunyai senjata, untuk para muslim tetap berdoa dimana pun kau berada……

  96. dakota | 18 July, 2012 07:19

    mari semua berdoa di facebook,

    aaamiiiin

  97. alexy fredy | 9 August, 2012 21:55

    mantap !!!1

  98. mahali | 27 August, 2012 17:22

    aku suka. sudut pandang penulis luar biasa!

  99. ajoy | 7 September, 2012 22:02

    Manusia bertindak dan berbuat sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki,,,jd org yg setuju dengan tulisan ini sy kira lebih baik daripada org yang tidak setuju dgn tulisan ini…

  100. b49us | 8 September, 2012 07:10

    Tulisan ini lebih buruk daripada yg berdoa di jejaring. Doa tetap doa walau dijejaring, sedangkan tulisan ini menebarkan kebencian. Tanya sama ustadz sampeyan, kalo memang berdoa itu hrs hening lalu kenapa sholat berjama’ah pahalanya lebih besar? Lalu kenapa sampeyan sholat atau ngaji harus pake TOA? Lakum dinukum waliyadin saja lah, dan kalo tidak suka mending diam.

  101. baju | 10 September, 2012 23:16

    banyak orang menulis Tuhan di Facebook, agar dikomentari orang…
    banyak juga orang menulis Tuhan di luar Facebook, juga agar dikomentari orang
    banyak lagi yang menulis Tuhan, agar menimbulkan kebencian…

  102. baju | 10 September, 2012 23:18

    gunakan akal sehat…
    jangan asal menulis,
    jangan asal bicara,
    terutama
    jangan menimbulkan kebencian

  103. ndut | 15 September, 2012 13:37

    wuihhhhh….. muanteb bro…aq setujaaaaaaaaa buanget…..eh setujuuuuuuuu…..!!!!!

  104. mansur | 27 September, 2012 11:34

    sssippp.. izin plagiat ya hehe..

  105. jie wahyu | 3 November, 2012 12:34

    ijin share kang

  106. Irham Lubis | 15 December, 2012 22:23

    berdo’a ada tata caranya
    menulis do’a, silahkan saja
    membaca do’a, boleh saja

  107. surya | 27 December, 2012 17:59

    sip….

  108. DeGuci | 28 December, 2012 14:48

    lucu baca komen2nya….

    ada yang coba bela diri dengan segala argumen, ada yang merasa cocok karena melihat banyak status spt itu .. trus bahkan ada yang ajak diskusi soal doa lagi .. hadddeehh.. segala sesuatu itu sebenarnya kembali kepada niat..

  109. Imam Faturakhman | 29 December, 2012 04:34

    yang menulis artikel gak ada kerjaan lain kecuali memberi komentar seperti itu. Tetapi perlu disadari dulubahwa jejaring sosial ini merupakan media untuk mengutarakan isi hati, pikiran & perasaan si empunya, adakah yang salah! adapun pencarian tuhan di jejaring sosial tidak ada bukan berarti tidak ada tuhan secara nyata! karena Tuhan itu sendiri yang akan menjawab doa syukur, keluh kesah dan harapan sekalipun, dan BUKAN ANDA!!!

  110. Adji | 31 December, 2012 08:17

    Komentar-2nya menarik, kaya’nya sih penulis ingin mengingatkan kalo doa itu hubungan dengan Tuhan yg sangat personal ndak perlu di expose untuk eksislah nah….. kalau Amal itu kali lebih ok kalau mau coba eksis khan ada manfaatnya untuk orang lain…. Githu kaliii….

  111. ryan | 5 January, 2013 15:33

    “menulis doa di Fb lebih baik dari pada menulis status yg jorok ”
    itu udah jelas nggak usah dibandingin jg kalee ,.nggak nyambung .
    doa itu ibadah karena Tuhan perintahkan .karena tanpa berdoapun Tuhan tau apa yg kita butuhkan..menurut keterangan ,syarat diterimanya ibadah itu harus IKHLAS ( hanya karena Allah dan sesuai contoh Rosululloh ).
    ada cara berdoa yg dicontohkan Rosul kan ??
    __berdoa di Fb pengen diterima oleh Tuhan atau diterima friend ??? #tanya

  112. michail hu | 11 January, 2013 13:41

    lagi-lagi kita dihadapkan kepada persepsi yang berlawanan terhadap sebuah konsep yang ada. namun pendektan yang dipakai saya rasa cukup unik sekali, mengingat di zaman seakrang, dunia sosial melalui media online menjadi bagian kehidupan manusia itu sendiri.
    Satu alasan yang patut dilihat disini, penggunaan media online sebagai sarana membangun sebuah karakter diri manusia itu sendiri, yang kadang kala kita tidak bisa melakukannya secara langsung di dunia nyata, namun mampu merumuskannya secara lancara didunia maya. Maka kita tidak heran, jika kehidupan sekarang sudah berpindah dari kehidupan sosial masyarakat yang konvesional menjadi masyarakat global yang terhubung lewat sosial media.
    Maka, tidak heran ketrlibatan agama yang menjadi rutinitas manusia juga diikutkan oleh sebagaian pengguna media sosial untuk menggambarkan dan mengabarkan apa yang sedang terjadi pada dirinya, mulai kisah yang sekecil mungkin sampai kehidupan/kisah besar yang dijalani.
    Maka, di masa kini dan masa depan, banyak anak muda yang belajar agama tidak dari lembaga keagamaan atau guru-guru agama melainkan belajar agama melalui media online, karena media online mampu memidahkan konstruksi bangunan lembaga agama yang dinilai generasi muda menjadi sangat tua dan ketinggalan zaman. mereka enggan dan malu untuk belajar dan mengikuti ritual keagamaan yang dinilai kuno.
    Cukup menarik memang melihat fenomena ini, kemungkinan besar kita harus menyadari dengan seksama, bahwa tidak ada ranah privasi dalam dunia maya, semua bisa dilihat, dirasakan, dan dilaksanakan.
    bagaimana dengan anda?

    michail huda, AMA,SPDI, MPDI
    CEO Yapista research Consultan
    kediri

  113. andika Zhalfy | 6 February, 2013 12:56

    positive thinking boss,
    kadang orang menulis doa agar bisa dicontohkan, untuk kehidupan sehari2, kadang kita tidak tahu doanya, tapi setelah ada yg posting jadi tahu,,,

  114. andika Zhalfy | 6 February, 2013 13:02

    lagi pula terlalu naif anda mencari akun Allah,,
    kurang kerjaan,,,,
    tulisan anda ini tidak lebih dari menghalangi orang berbagi yang baik, misalnya mencontohkan suatu doa, kalau ada orang berdoa yang jelek itu urusan dia,, namun anda juga harus lihat manfaatnya untuk orang banyak (Contoh doa2 harian)

  115. istiana asrari | 16 February, 2013 10:07

    fb itu media komunikasi sesama manusia, kalau mau bilang lebih baik menulis kalimat ‘doa’ dari pada nulis kalimat jorok di fb itu bukanlah mana ‘lebih baik’ tapi memang bukan tempatnya dan bukan hal yang tepat.
    doa para orang terdahulupun banyak yang terkabul walau tidak musti banyak yang mengamini, mereka tidak menulis doa diselembar kertas untuk kemudian dikirim keseluruh orang didunia untuk diaminkan, mereka juga tidak menuliskan doa di dinding-dinding rumah setiap orang untuk kemudian dibaca dan diaminkan, jadi memanfaatkan media fb untuk doa pribadi itu kurang tepat, bukankah allah sudah mengajarkan bagaimana cara berdoa yang benar?.
    ayoo gunakan fb sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi ke sesama manusia.. bukan untuk berdoa kepada tuhan. ^^

  116. kaka | 18 February, 2013 10:19

    jenius bgt penulis ini

  117. jaya | 24 February, 2013 17:55

    ijin COPAZ komandan

  118. amin | 1 March, 2013 09:34

    Saya terhibur dan tercerahkan baca artikel singkat penuh makna ini. Terima kasih Pak.

  119. amin | 1 March, 2013 09:39

    Membaca 2 kometar berikut:

    andika Zhalfy | 6 February, 2013 12:56
    positive thinking boss,
    kadang orang menulis doa agar bisa dicontohkan, untuk kehidupan sehari2, kadang kita tidak tahu doanya, tapi setelah ada yg posting jadi tahu,,,
    andika Zhalfy | 6 February, 2013 13:02
    lagi pula terlalu naif anda mencari akun Allah,,
    kurang kerjaan,,,,
    tulisan anda ini tidak lebih dari menghalangi orang berbagi yang baik, misalnya mencontohkan suatu doa, kalau ada orang berdoa yang jelek itu urusan dia,, namun anda juga harus lihat manfaatnya untuk orang banyak (Contoh doa2 harian)

    Saya jadi ‘keceplosan’ memuji sebuha tulisan. Padahal, bila melihat sisi lain yang lebih ‘jenius’ saya ingin mengoreksi ulang komentar awal saya.

    Terima kasih bung Andika.

  120. Anton | 7 March, 2013 14:07

    pro dan kontra tapi saya setuju dengan tulisan anda..orang yang berdoa melalui FB etc. hanyalah orang lebay agar di perhatikan oleh orang sekitar..

    Justru kadang jika ada info yang penting dan menarik yang di post di FB mereka justru acuh..

    Belajarlah dengan guru agama yg tepat jadi tau harus bagaimana..

  121. joni | 19 March, 2013 09:15

    Tuhan? Di dunia nyata aja nggak ada. Apa lagi di facebook :)

  122. Syamsirwan | 23 March, 2013 21:35

    izin share…di FB

  123. gusiadi | 24 March, 2013 01:23

    hehehe.semua punya pikiran dan cara sendiri,yg nulis bagus yg koment baik,yg tidak baik adalah kalau timbul perbedaan yg menimbulkan cercaan,tulisan anda berhasil kok.buktinya ada banyak yg koment tuh.yg pasti tuhan ada dimana-mana,tuhan itu dekat,tuhan maha tahu,tidak terlihat oleh panca indra,adanya media tempat kita menulis ini adalah tidak terlepas campur tangan tuhan,

  124. Murdiyan | 29 March, 2013 09:28

    ijin kopas gan…
    terlepas dari pro dan kontra
    tulisannya menarik koq..
    kembalikan aja lagi semuanya ke masing2 induvidu.

  125. mercy | 25 April, 2013 19:56

    Pak Qaris.
    Padahal saya selalu mengingatkan anak-anak saya bahwa God is watching us, termasuk saat chatting di Facebook, spy saat mereka menggunakan FB sebagai alat memuliakan Tuhan dan tidak bertindak atau menulis atau melihat yang tidak sesuai Firman Tuhan. Ijin copas artikel yang menggelitik ini. Thanks.

  126. radityo | 26 April, 2013 21:08

    ijin copy gan..idenya menarik sih..

  127. M. Ilyas Ahkab | 28 April, 2013 05:12

    Kalau saya berfikirnya bahwa apa sajaa yang kita ucapkan itu sesungguhnya adalah doa.Makanya para motivator selalu berpesan agar kita mengucapkan yang baik-baik saja. Sesungguhnya, menurut para motivator, pikiaran kita ituada maknitnya dan ia menarik semua apa yang kita ucapkan / pikirkan supaya hal itu terjadi. Sebetulnya, dalam kajain agama, ini sebetulnya adalah kerja Allah, Allah mendengar setiap apa yang kita ucapkan/ keluhkan, sekalipun hal itu dalam hati. Contoh nyata akan hal ini adalah ketika kita ingin ketemu teman, maka tiadaa berapa lama kemudian kita akan ketemu, lalu kita mengatakan: oh, aku memang sudah berpa hari ini rindu ingin ketemu, ternyata kau berumur oanjang, kita ketemu hari ini……

  128. wa ji | 4 May, 2013 07:12

    Tuhan itu tidak ada dalam islam. Karena yg ada itu hanyalah Alloh Subhanahuwata ala saja….

  129. sanjai khan | 18 July, 2013 16:29

    Allah ada di mana”? Sungguh jawab yang salah…
    Jika kita menggangap Allah ada di mana” berarti anda percaya bahwa Allah ada di tempa najis sekalipun

  130. faricha | 19 July, 2013 13:19

    izin copas :)

  131. mahmud | 21 July, 2013 17:06

    haha diakui klo berdoa di jejaring sosial untuk dilihat orang.. lucu euy

  132. Minimalis | 28 September, 2013 18:39

    Bagus juga judul artikelnya, banyak blogger yang tertarik dan kirim koment… salam sukses

  133. juwik | 3 November, 2013 05:19

    Wahai saudara-saudari ku. Mari kita tersenyum hehehe…n satukan hati. Ambil aja jalan tengahnya. Bersikap berjiwa besar itu lebih baik annnnnnnnd tolong aminkan ya?? do’a juwik hari ini ya?? Semoga yang mengaminkan semua keinginanya terwujud n sukses dach dunia akhirat.

    “ya Allah, ya Mujiib yang maha Mengabulkan setiap do’a umat-Nya. Hamba mohon luluskan teman-teman di fb ini ataupun tidak di fb,and kak irda, incim, romi and fauzi lulus mengikuti tes CPNS ya Allah. Tolong kami untuk mensyukuri semua nikmat yang telah Kau berikan kepada kami ini ya Allah. Jangan Kau jadikan kami orang yang kufur tidak tahu berterima kasih padaMu. Perkenankan permohonan kami ya Allah. Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan do’a.

    SALAM PERSATUAN FRIENDS!!

    (YKS)

  134. pulau tidung | 7 November, 2013 10:21

    engga ah males

  135. aldine | 18 January, 2014 16:08

    hemmm, mmg nya anda sendiri (penulis) ga pernah skalipun buat stts berupa doa di akun FB atau twitter anda ? aku yakin pasti pernah

  136. Mulyadi | 13 April, 2014 14:49

    Tolong dikoreksi jika saya salah,berdoa dilakukan dengan lisan lansung pada Allah Yang Maha Kuasa sama seperti yang di contohkan para Nabi dan Rasul kita terdahulu disaat beliau dalam kondisi minta pertolongan tampa perantara agar terselamatkan dari ancaman.

Silakan berkomentar, kawan!