Dec
30
“Koran bakal mati.” Jutaan orang percaya soal ini. “Majalah juga bakal sekarat.” Seperti mendapat bisikan dari Mama Lauren, orang-orang juga yakin ramalan ini bakal menjelma. Mereka akan dibunuh oleh situs berita daring.
Ya, diam-diam, situs-situs berita telah menikam media cetak. Banyak koran di Amerika Serikat gulung tikar. Seattle Post Intelligencer, koran berumur 149 tahun, misalnya, mati tanpa suara. Gedung mereka murung.
Dengan kehadiran situs-situs berita yang digdaya, apakah koran atau majalah sebentar lagi akan menjadi tugas sedih? Kalau Anda menanyakan itu kepada pemilik koran, pasti jawabnya tidak. “Koran tak akan mati seperti halnya radio tak terbunuh oleh kehadiran televisi,” begitu kata sebagian pemilik koran.
» baca selengkapnya
Amazon.com, e-book, ebook, Kindle
Dec
26
Wajah Fany Ariasari terlihat berseri-seri siang itu. Meski peluh membanjir di tubuhnya, senyum selalu terkembang di bibirnya. “Capek sih, tapi senang,” kata narablog asal Semarang itu.
Fany, juga dua narablog lainnya, Pitra Satvika dan Aulia Halimatussadiah alias Ollie, tengah mengikuti fun game yang diselenggarakan oleh PT Acer Indonesia di Gili Trawangan, Lombok. Fun game adalah acara selingan dari workshop teknologi termutakhir yang digelar oleh produsen laptop merek Acer itu pada 15-17 Desember lalu. » baca selengkapnya
brand, marketing, merek, narablog, promosi
Dec
21
TWITTERMU harimaumu. Pepatah pelesetan ini cocok untuk menggambarkan peristiwa yang menggegerkan media sosial pekan ini. Luna Maya–fotomodel, presenter, dan penyanyi–menghapus bilik kicauan digital pribadinya (Twitter).
Luna (@lunmay), yang memiliki lebih dari 125 ribu pengikut di Twitter, terpaksa menghapus ruang kicauan digital pribadinya setelah mendapat kecaman dari delapan penjuru angin. Gara-garanya, ia memasang status berbunyi, “Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…”
Entah kenapa Luna tiba-tiba menuliskan status dengan kalimat kasar seperti itu. Khalayak seakan-akan tak mau tahu. Mereka justru langsung bereaksi. Sebagian mengecam kalimat umpatan itu, sebagian lagi bersikap netral dengan menanyakan asal-muasal perkara. Seseorang, misalnya, menyesalkan ucapan Luna yang kasar di ruang publik. Padahal, sebagai tokoh publik, Luna mestinya pandai-pandai membawa diri dan menjaga citra. Bukan malah berbicara sembarangan seperti itu di ranah publik. » baca selengkapnya
etik, infotaintment, jurnalis, luna maya
Dec
10
Dulu orang berkata, alangkah kasihannya anak muda itu. Kuliahnya tak tamat. Kerja luntang-lantung. Hidup pun dia harus berpindah-pindah dari Nebraska, Florida, dan Texas, California, untuk mencari kerja. “Setiap musim panas saya harus mengairi tanaman,” kata Evan Williams. Itu 10 tahun sebelum namanya berkibar sebagai pendiri Blogger.com dan Twitter.com.
Sekarang 55 juta pengguna Twitter dan puluhan juta pengguna Blogger akan berterima kasih kepada anak muda ini. Twitter dan Blogger telah menjadi denyut rutinitas sehari-hari. Siapa sangka dia begitu berpengaruh. Perusahaan-perusahaan hebat, seperti IBM, Dell, dan Jetblue, pun memakai Twitter–peranti pengirim pesan yang berisi 140 karakter. Petenis kondang Serena Williams, musisi John Mayer, sampai sutradara Joko Anwar serta pendeta-pendeta di Amerika banyak yang kecanduan Twitter. Bahkan pemilu di Iran pun bisa ditekan dunia internasional berkat Twitter–peranti yang tak bisa diblok pemerintah Iran.
Siapa sangka temuan ini lahir dari pemuda yang mengaku hidupnya berantakan. Sepuluh tahun hidupnya adalah sepuluh tahun yang sia-sia. Pada 1994, selepas SMA dia hidup bergantung pada kebodohan orang terhadap Internet. Saat Internet mulai tumbuh–apakah Anda sudah kenal Internet saat itu?–Williams memproduksi CD-ROM. Isinya video tentang cara menggunakan Internet. Dia juga menyewakan server untuk web hosting.
» baca selengkapnya
evan williams, Twitter
Dec
7
Demam media sosial melanda Indonesia. Jumlah pengguna situs-situs seperti Facebook, Twitter, Plurk, bahkan blog naik terus. Pemilik Facebook di Indonesia, misalnya, sudah menembus angka 12 juta. Pemakai Twitter 1,8 juta. Jumlah blog di atas 1,5 juta. Dengan angka seperti itu, tak mengherankan bila media sosial menjadi tempat yang riuh.
Tempat khalayak berkerumun, apalagi yang riuh, jelas membuat para pemasar seperti melihat sepiring steik daging lembu muda. Tempat seperti itu sangat ideal dijadikan target pemasaran. Dan itu tidak salah. Ilmu bisnis memang mengajarkan demikian. Maka berbondong-bondonglah para pemasar menyerbu media sosial.
Sayang, belum semuanya siap terjun. Sebagian besar menyerbu tanpa bekal pengetahuan yang cukup tentang media sosial. Terjadi kebingungan dan kegamangan. Pasar yang mereka hadapi ternyata jauh berbeda dari yang sebelumnya mereka kenal. Beberapa di antara mereka lalu bertanya ke sana-sini, termasuk kepada saya. Pertanyaan mereka biasanya: bagaimana mencari blogger yang bersedia membantu memasarkan sebuah produk? Di manakah gerangan mereka berada? » baca selengkapnya
audiens, influencer, khalayak, marketing, Media, pengaruh, sosial
selanjutnya »