Enak di Blog dan Perlu

Blog

Wicaksono

“Bagaimana kalau kita membuat blog yang isinya mencela bekas kantor kita? Etiskah? Apakah melanggar hukum?” tanya Mat Bloger tiba-tiba tatkala saya baru saja membuka koran pagi.

Saya langsung menutup koran dan memalingkan wajah ke arah Mat Bloger. “Ah, ini pasti ada kaitannya dengan blog yang mendadak populer itu ya, Mat?”

Mat Bloger mengangguk sambil nyengir seolah-olah tahu yang saya maksud.

Pekan ini memang ada sebuah blog yang sedang menjadi bahan obrolan para blogger, yaitu TransTV News. Isi blog tersebut menjelek-jelekkan manajemen dan petinggi Trans TV. Pemiliknya diduga kuat bekas karyawan Trans TV yang telah dipecat. » baca selengkapnya

Bisakah blogger menjadi jurnalis warga? Bagaimana kita menulis berita seperti karya para jurnalis profesional? Begitulah pertanyaan beberapa teman yang berniat serius menekuni jurnalisme warga.

Mereka belum pernah mendapatkan pendidikan jurnalisme formal, tapi memiliki blog sebagai tempat berbagi kabar, dan hendak menjadikan media pribadinya tersebut sebagai sumber berita warga daring. Kebetulan, jurnalisme warga juga sedang menjadi isu hangat di beberapa blog komunitas.

Mat Bloger, yang ikut mendengar pertanyaan itu, langsung berkomentar. “Halah, begitu saja kok repot. Tulis saja semua yang sampean punya. Bebas.” » baca selengkapnya

Wicaksono

HUJAN tengah menyiram Jakarta ketika Mat Bloger menatap layar komputer dengan paras kuyu. Dahinya mengerut. Sepertinya dia tengah menyulam angan. Mungkin juga dia tengah memikirkan beban hidup yang kian menekuk pinggang. Saya colek punggungnya. Dia tersentak. Kaget.

“Aduh, sampean bikin saya terkejut, Mas,” dia berteriak.

Saya nyengir. “Sedang apa, Mat? Melamun, ya?”

“Oh ndak, Mas. Ini lo, saya sedang membaca hasil survei iseng-iseng kawan saya tentang perilaku orang di Internet. Hasilnya menarik, lo,” jawab Mat Bloger. » baca selengkapnya

Wicaksono

“Kenapa blogger suka memakai nama alias?” tanya seorang kawan tiba-tiba melalui fasilitas BlackBerry Messenger.

Terus terang saya agak kaget bercampur heran mendapat pertanyaan ini karena yang bertanya itu senior saya di pabrik. Selain itu, dia bukan blogger. Meski dia memiliki account di Facebook, saya tahu dia kurang paham tentang teknologi informasi dan media sosial seperti blog.

“Apakah blogger tak mau menggunakan nama asli agar bebas menghina?” tanya teman saya lagi setelah beberapa detik menunggu dan saya tak segera menjawab. » baca selengkapnya

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengadukan majalah Tempo ke Dewan Pers pada 28 November 2008. Atas pengaduan ini, Dewan Pers pun kemudian memanggil majalah Tempo hari ini.

Di depan Ketua dan anggota Dewan Pers, Tempo memberi jawaban terhadap pengaduan Bakri itu. Dan, inilah jawaban Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Toriq Hadad. » baca selengkapnya

selanjutnya »