Enak di Blog dan Perlu

Nasional

Wicaksono

Free Image Hosting at allyoucanupload.comBukan Habibie kalau idenya tak kontroversial. Kemarin, Tempo Interaktif memberitakan bahwa mantan presiden Baharuddin Jusuf Habibie setuju jika Batam dijadikan arena judi guna mendatangkan devisa sekaligus mendorong perkembangan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Tidak ada salahnya perjudian dibuka di Batam. Malaysia, yang negara Islam, punya tempat judi,” Habibie memberikan alasan.

Pernyataan itu ditanggapi hati-hati oleh Wali Kota Batam H. Ahmad Dahlan. Dia mengatakan ide itu sangat baik. Untuk mewujudkannya, menurut dia, perlu waktu untuk menyamakan persepsi semua pihak. “Nanti para ulama akan berteriak,” katanya. » baca selengkapnya

Budi Putra

chrisye.jpg

Dunia musik Indonesia kehilangan seorang putra terbaiknya.

Pagi ini saya terhenyak mendengar kabar dari sebuah program infotainmen di televisi tentang meninggalnya kampiun musik Indonesia, Chrismansyah Rahadi alias Chrisye. (Saya langsung menyambar laptop untuk mengabarkan hal ini ke blogosfer).

Setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya sejak awal 2004, akhirnya pada jam 4 dinihari tadi di kediamannya di Jalan Asem II No. 80, Cipete, Jakarta Selatan, penyanyi segala musim itu telah berpulang ke rahmatullah. Siang ini jenazahnya akan dimakamkan di TPU Jerut Purut, Jakarta Selatan.

Ia meninggalkan seorang istri (G.F. Damayanti Noor) dan empat orang anak: Rizkia Nurannisa (lahir 1983), Risti Nurraisa (lahit 1986), Rainda Prashatya dan Randa Pramasya. Dua putrinya yang disebut terakhir terlahir kembar pada 1989.

Lahir di Jakarta, 16 September 1949,ia mulai aktif merintis karier musiknya di tahun 1968 saat bergabung sebagai basis dalam formasi Sabda Nada. Tahun 1968 - 1969 ia tergabung dalam Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami.

Bersama kelompok Gipsy inilah Chrisye yang kala itu jadi vokalis sekaligus bassis sempat tercatat sebagai band penghibur di sebuah restoran Indonesia di New York. Sayangnya Gipsy pun tak dapat bertahan lama. Tahun 1970, bersama Gipsy Band pula, Chrisye sempat menggung di TIM Jakarta yang menghadirkan bintang tamu almarhum Mus Mualim.

Sekitar tahun 1977, Chrisye baru memulai karir solonya. Nampaknya bintang keberuntungan sedang bersinar terang karena dalam waktu singkat namanya langsung meroket sebagai vokalis andal saat menembangkan lagu karya James F. Sundah yang berjudul Lilin-lilin Kecil. Di saat yang sama ia juga memenangkan ajang “Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors” (LCLR).

Hebatnya lagi, sepanjang kurun era 1980-an hingga memasuki tahun 2000, nama Chrisye tak pernah tenggelam. Hampir semua album yang dirilisnya selalu disambut baik di industri musik Indonesia.

Selamat jalan mas Chrisye….

Berikut diskografi lengkap Chrisye: » baca selengkapnya

Budi Putra

Entah bagaimana perjanjian kerjasama ini dimulai tahun lalu, tetapi berita soal penolakan warnet melanjutkan kerjasama dengan Microsoft, mengesankan bahwa posisi kedua pihak tidak sejajar. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika Rudi Rusdiah, kerjasama tersebut tidak memberi nilai tambah bagi pengusaha warnet.

Pengusaha warung Internet berkeberatan melanjutkan perjanjian legalisasi komputer dengan Microsoft. Kesepakatan itu tertuang dalam Microsoft software rental agreement (MSRA), yang sudah berjalan setahun terakhir.
Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika Rudi Rusdiah mengatakan MSRA tidak memberi nilai tambah bagi pengusaha warnet. Sebab, setelah menandatangani perjanjian itu, banyak hak warnet yang hilang.
“Keuntungannya hampir tidak ada. Malah warnet harus selalu diperiksa walaupun tidak ada laporan ke polisi,” kata Rudi di Jakarta kemarin. Pengusaha warnet juga kesulitan menjual komputer dan peranti lunak bila harus menutup warnet. Padahal mereka butuh dana untuk menjalankan usaha lain.
Selain itu, kata Rudi, bila terjadi persengketaan antara pengusaha warnet dan Microsoft, penyelesaiannya harus menggunakan undang-undang yang berlaku di Amerika Serikat. Tuntutan yang berhak diajukan pengusaha warnet kepada Microsoft pun tidak boleh lebih dari US$ 5.

Link: korantempo.com

Budi Putra

Tempo hari saya ketemu seorang kolega. Ia mengeluh betapa blog berdampak negatif buat anaknya yang baru beranjak remaja.

Ceritanya begini: suatu kali sang anak harus membuat tugas mencari karya seorang tokoh terkenal di Indonesia, yang notabene adalah rekan kerja ibunya sendiri.

Seperti biasa, dia langsung cari di Google. Dari ratusan hasil pencarian Google, terdapat satu postingan blog yang intinya menjelek-jelekkan si tokoh. Si anak kaget dan mengadu pada ibunya.

Sang ibu, rekan saya itu, langsung gerah dan kontan menyalahkan blog.

Tapi relevankah blog disalahkan dalam konteks ini? Bukankah ini memang salah satu efek Internet yang memang ibarat pedang bermata dua — ada sisi manfaat dan sekaligus sisi mudaratnya?

Tapi saya sendiri yakin, Internet — seperti juga blog — lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya.

Posting atau komentar di blog memang terkadang apa adanya, tetapi cenderung terus-terang. Dan yang begini tentu saja bisa bikin orang meradang.

Qaris

Departemen Perhubungan kemarin membuat peringkat untuk maskapai penerbangan. Dari tiga peringkat yang dibuat, tidak ada yang berada di peringkat satu. Artinya, tidak ada pesawat yang benar-benar aman (Koran Tempo, 23 Maret 2007).

Sejauh ini sanksinya belum jelas. Begitu juga dengan seberapa serius para maskapai penerbangan itu mau memperbaiki diri hingga pesawat mereka dapat terbang dengan kondisi paling layak. Meski mereka serius, pasti butuh waktu untuk perbaikan keamanan terbang.

Semasa menunggu perbaikan itu, ada usul untuk menambah layanan di atas pesawat. Untuk pesawat berperingkat dua, sebaiknya menjelang berangkat kru tidak hanya memperagakan pemakaian pelampung dan tindakan dalam keadaan darurat lainnya, seperti yang selama ini dilakukan. Sebaiknya mereka juga mengajak para penumpang berdoa bersama.
» baca selengkapnya

selanjutnya »