Enak di Blog dan Perlu

Dibandingkan dengan masa sebelum kita terbiasa hidup dengan internet, mencari data kini relatif lebih mudah. Perusahaan kebanjiran data yang berasal dari beragam tempat. Dari data yang dihimpun sendiri oleh tenaga penjualan hingga data yang ditambang dari survei konsumen, termasuk online survey.

George Day, guru besar Wharton Business School, menyebutkan bahwa jumlah data yang disimpan perusahaan bisa jadi dua kali lipat dalam setiap 18 bulan. Di saat yang sama, menurut Day, kemampuan perusahaan untuk menggunakan data ini hanya tumbuh sekitar 2 persen per tahun. Ada kesenjangan yang sangat besar di antara keduanya. Itu di AS, di Indonesia mungkin belum ada studi sejenis.

Soalnya kemudian, mau diapakan data yang sangat berlimpah itu? Ditimbun saja hingga volumenya mencapai terabyte? Sepanjang tahun kemarin, ‘big data’ kerap dibicarakan. Isu pokoknya ialah bagaimana cara yang tepat dalam memperlakukan data yang berlimpah agar perusahaan dapat memperoleh nilai yang mampu mendongkrak kinerja bisnis.

Data memang berlimpah, namun sebagian di antaranya tidak mengandung mutiara. Bisa pula, sebagai pengguna data kita tidak cukup mampu mengenali polanya sehingga data itu tampak seperti tidak berharga.

» baca selengkapnya

Terimakasih kami sampaikan kepada pembaca dan seluruh peserta Lomba Review Berita Tempo.co bersama Tempo Institute.

Lomba sudah resmi ditutup, 5 Februari 2012. Ada 300-an review yang telah terekam di dalam Forum Tempo dalam rentang satu bulan terakhiri. Sebuah respon yang menggembirakan dan menjadi penambah semangat kami. Respon ini membuktikan bahwa banyak pembaca Tempo yang peduli pada pentingnya peningkatan kualitas pemberitaan.

Saat ini panitia, terdiri dari tim jurnalis Tempo, sedang membaca dan mendiskusikan seluruh review peserta. Pengumuman akan disampaikan pada 10 Februari 2012.
Salam hangat,

Mardiyah Chamim
TEMPO Institute

Bagaimana agar pengetahuan yang dimiliki sebuah organisasi, perusahaan umpamanya, dapat terus tumbuh? Salah satu caranya ialah dengan berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Dalam lingkup manajemen pengetahuan (knowledge management), berbagi pengetahuan merupakan salah satu isu yang krusial. Mengapa? Tidak mudah mendorong karyawan perusahaan untuk berbagi pengetahuan kepada karyawan lainnya.

Perusahaan yang memiliki visi jauh ke depan mengakui bahwa pengetahuan merupakan intangible asset yang sangat berharga untuk menciptakan dan menjaga keunggulan kompetitifnya. Karena itu organisasi seperti ini berkepentingan agar pengetahuan yang dimilikinya terus berkembang. Karyawan pun memiliki pemikiran serupa, pengetahuan adalah kekuatan agar bisa unggul dalam persaingan meniti karier.

Banyak karyawan yang menolak untuk berbagi pengetahuan, sebab bagi mereka pemeo lama ini masih berlaku: “knowledge is power”. Kira-kira jalan pikirannya seperti ini: jika sudah capek-capek mencari pengetahuan dan menimba pengalaman, mengapa mesti berbagi “power” kepada orang lain. Bukankah pengetahuan merupakan keunggulan yang mesti dijaga ketat?

Bila demikian, apa yang bisa dilakukan?

» baca selengkapnya

Kapankah terakhir kali Anda memuji kinerja anggota tim Anda, bawahan Anda, atau rekan kerja Anda? Bila Anda menjawab kemarin, boleh jadi Anda tipe orang yang lekas merespons positif kinerja bagus yang ditunjukkan oleh orang-orang di sekitar Anda. Mungkin, Anda termasuk orang yang tidak pelit untuk memberi pujian secara tulus.

Mary Kay Ash, pendiri perusahaan AS Mary Kay Cosmetics, pernah mengatakan, “Ada dua hal yang orang inginkan lebih dari uang, yaitu pengakuan dan pujian.” Tapi alangkah tidak mudahnya kita mengakui seseorang telah bekerja dengan bagus dan memberi pujian yang layak diterimanya. Sebagai manajer kita barangkali berkata dalam hati, “Sudah semestinya kinerjanya seperti itu.”

Memberi respons positif atas kinerja anak buah seringkali lebih sukar ketimbang melemparkan kritik. Begitu anak buah melakukan kesalahan, dengan ringan kita menunjukkan kekurangan ini dan itu. Sayangnya, begitu anak buah menunjukkan kinerja yang bagus, kita pelit mengeluarkan pujian.

Pendekatan seperti ini akan mengecilkan hati, bahkan yang dikritik jadi cenderung reaktif dan defensif. Sering terjadi, motivasi dan energi untuk berkontribusi bagi perusahaan jadi berkurang. Sebuah studi menyebutkan bahwa respons berupa umpan balik positif memiliki dampak 5,6 kali lebih bagus terhadap kinerja tim dibandingkan umpan balik negatif.

» baca selengkapnya

Di antara buah pikir yang mempengaruhi cara manusia modern dalam memandang semesta ini ialah teori relativitas Albert Einstein. Di antara fisikawan sezamannya, bahkan generasi berikutnya, nama Einstein selalu disebut yang pertama bila kita bertanya ihwal siapa ilmuwan paling berpengaruh setelah Isaac Newton.

einsteinWilayah pengaruh Einstein bahkan melampaui ranah fisika. Kesadarannya mengenai isu-isu kemanusiaan memperlihatkan keluasan minatnya. Surat Einstein (1939) kepada Presiden AS Roosevelt perihal kekhawatirannya bahwa Jerman akan membuat bom dianggap mempengaruhi presiden tersebut untuk memulai Proyek Manhattan. Einstein sendiri tidak terlibat dalam proyek ini.

Keluasan perhatian Einstein terlihat betul dalam kutipan dari ucapan, pidato, surat pribadi, maupun tulisan-tulisan Einstein di luar urusan fisika yang dihimpun Alice Calaprice. Hasil kerja tekun Calaprice membuahkan buku The Ultimate Quotable Einstein (terbit 2011) yang memuat sekitar 1.600 kutipan yang mencakup beragam isu, mulai dari perdamaian, Tuhan, pendidikan, teman-teman, anak-anaknya hingga soal musik.

» baca selengkapnya