Enak di Blog dan Perlu

Bagi seorang ibu menyediakan atau memilih perlengkapan makanan buah hati mungkin tidak repot. Banyak toko-toko bayi yang menjual perlengkapan dan peralatan khusus untuk buah hati ibu. Merk, model banyak sekali terpangpang di toko-toko, pilihlah sesuka hati mana yang cocok dengan selera dan sesuai dengan keuangan ibu. Botol susu merupakan salah satu diantara perlengkapan bayi yang paling akrab atau sering digunakan serta wajib ada apabila sang buah hati tidak mendapatkan ASI yang maksimal dari ibunya. Untuk memilih botol susu, maka sang ibu pertama-tama harus menyesuaikan dengan usia buah hatinya. Biasanya botol bayi beserta dotnya sudah disiapkan untuk penggunaan berbagai usia sang buah hati. Sang ibu tinggal memilih sesuai dengan keterangan penggunaan yang tertera dikemasan botol serta dot bayi tersebut. Untuk menghindari bayi tersendak, maka biasanya produsen menggunakan beberapa teknik untuk menjaga kesehatan sang bayi. Misalnya, terdapat penambahan peranti pada ujung dot yang dimasukan agar aliran susu yang digunakan oleh bayi bisa aman dan lancar.

 

Ibu atau orang tua harus hati-hati dalam memilih perlengkapan, terlebih peralatan makan bagi sang buah hati. Oleh karena itu, di negara-negara Eropa peralatan botol susu dan perlangkapan makan anak yang diisukan mengandung bahan kimia seperti BPA (Bishenol-A) akan dilarang beredar mulai tahun depan. Kecemasannya adalah dampak yang diakibatkan seperti obesitas dan puberitas dini dalam pemakaian jangka panjang, maka perlengkapan tersebut dilarang untuk beredar. Larangan ini ditujukan kepada pabrik atau produsen yang memproduksi, menjual atau mengedarkan dan mengimpor berbagai jenis botol susu dan perlengkapan peralatan makan anak yang bercampur unsur kimia BPA.    

 

Negara pertama di dunia yang mengklarifikasi BPA mengandung zat kimia beracun adalah Kanada. Langkah Kanada ini diikuti oleh dua negara dari belahan Eropa yaitu Perancis dan Denmark yang sama-sama melarang terhadap perlengkapan peralatan makan bayi serta botol susu yang jelas-jelas terbuat dari bahan zat kimia berbahaya. Bahkan pemerintah Denmark segera bertindak cepat dan melarang lebih tegas untuk tidak menggunakan semua perlengkapan alat makan bagi anak anak dari usia 0-3 tahun. Semoga negeri tercinta kita, Indonesia segera mengikuti dan bisa mensosialisasikan serta merealisasikanya.


Menurut YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia untuk memeriksa atau meneliti toksisitas BPA, Indonesia belum mempunyai intansi atau lembaga yang berwenang dan berhak untuk meneliti masalah ini. Meskipun botol susu dan peralatan makan bagi bayi tidak diatur secara khusus oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia. Walaupun begitu Standar Nasional Indonesia (SNI) mengawasi cara perpindahan makanan dan minuman ke dalam kemasan. SNI juga menjelaskan paraturan cara meminimalisir potensi migrasi. Untuk itu, p
ilihlah jenis plastik yang aman supaya kesehatan sang buah bisa terjaga. Jenis plastik yang aman ini misalnya Polypropylene atau PP. Untuk menentukan jenis plastiknya sang Ibu dapat melihat kode yang tertera di botol susu bayi yang akan dipilih.

 

Terlepas dari benar atau tidaknya isu soal BPA pada botol susu, satu hal yang harus diperhatikan adalah cara penggunaan botol susu yang benar serta mensterilkan botolnya. Pada umumnya ada beberapa cara yang dapat Ibu lakukan dalam mensterilkan botol susu bayi yaitu :

 

1.   Merebus Botol

Sebelum sang ibu merebus botol susu dengan maksud untuk mensterilkannya, maka alangkah baiknya untuk melihat dulu jenis plastik botol bayi tersebut. Karena dikhawatirkan jika jenisnya merupakan polikarbonat (PC), maka ketika direbus akan melepaskan residu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan sang buah hati. Senyawa yang berbahaya itu adalah jenis bisfanol yang akan membahayakan sistem hormon tubuh sang buah hati tercinta. Kemudian jika memang jenis plastik botol susu yang digunakan oleh sang buah hati memang aman untuk dilakukan sterilisasi, maka cara merebusnya adalah dengan menyediakan panci yang cukup besar beserta tutupnya. Jangan dibiarkan terbuka ketika merebus botol susu tersebut. Setelah menyediakan panci, kemudian isilah dengan air yang cukup sampai botol tersebut tenggelam. Jangan terlalu lama mendididhkannya, cukup selama 10 menit saja.  

 

2.   Microwave

Dengan menggunakan microwave, maka sterilisasi cukup memakan waktu 90 detik saja. Jadi, lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan panci. Ketika disetirilisasi, maka botol susu jangan ditutup. Hal ini supaya botol susu bisa steril dengan bagian dalamnya. Selain itu, jika ditutup selama sterilisasi bisa terjadi tekanan didalamnya. Hati-hati saat melepas tutup microwave pada saat strealisasi uap karena masih menyimpan panas setelah stelisasinya. Selain waktu sterilisasi yang cepat, dengan  microwave juga bisa menghilangkan bau serta rasa yang tersisa setelah melakukan metode ini.

 

3.   Metode Air Dingin

Orang tua buah hati bisa membeli peralatan sterilisasi yang digunakan khusus untuk sterilisasi air dingin. Jika tidak membeli, maka alternatif lainnya adalah dengan memakai sebuah wadah yang terbuat dari plastik yang tertutup. Wadah yang bisa dipakai salah satu contohnya adalah ember. Namun, sebelum menggunakan wadah periksa terlebih dahulu kebersihan wadah tersebut, kebersihan tangan orang tua  sang buah hati, serta berbagai alat yang digunakan seperti sikat botol pun harus bersih pula. Hal yang harus anda perhatikan selanjutnya adalah  tidak ada gelembung udara yang tersisa di botol dan menjaga semuanya terendam selama minimal 30 menit untuk mensterilkan secara optimal. Jika memakai deterjen, maka pastikan deterjen tersebut tidak ada bekasnya serta baunya.

 

 

Orang tua akan kebingungan ketika umur buah hati ibu baru lahir, sampai merasa cemas karena buah hati menangis terus. Karena memang buah hati ibu seperti itu setiap harinya. Maka, ibu harus segera membiasakan diri dalam mengurus buah hati sampai paham betul. Sebab bagi sang ibu tidak akan punya banyak waktu sesuai dengan umur buah hati ibu berlangsung. Untuk ibu-ibu yang kewalahan dalam mengurus buah hati misalnya dalam hal memakaikan pakaian, maka dengan itu ada cara-cara yang harus diketahui oleh sang ibu dalam mengurusi buah hati ibu khususnya dalam hal ganti pakaian.

Inilah cara-cara mengganti pakaian buah hati yang menangis terus :

1.    Usahakan Rilek

Biasanya buah hati  menangis ketika sedang melepas atau berpakaian, disini ibu diusahakan tetap rilek, sabar, lakukan dengan kasih sayang sera lemah lembut.

 

2.    Biasakan interaksi

Walaupun buah hati belum mengerti maksud tujuan ibu mengajak bicara, tapi meskipun begitu tetap buah hati ajak bicara agar perhatian buah hati pindah. Ibu bisa bercerita, bernyanyi sampai tidur. Contohnya dengan kata-kata ”mama dan papa” sehingga buah hati ibu merasa nyaman.

 

3.    Sering Dilatih

Membiasakan diri untuk memahami sang buah hati ibu memang tidak gampang semudah membalikan talapak tangan. Sang ibu harus sering berlatih agar terbiasa dengan buah hati. Siapkan terlebih dahulu pakaian buah hati yang bersih dan wangi sebelum mengantinya agar tidak kesulitan mencari pakaian setelah melepas pakaian sebelumnya. Jangan lupa siapkan Parfum dan minyak rambut yang khusus bagi baby. Carilah cara ganti pakaian buah hati yang menurut ibu efektif, nyaman dan aman baginya. Misalnya seperti tempat yang disediakan khusus untuk menganti pakaian/dimeja, ditempat tidur buah hati, atau dalam gendongan ibu.

 

4.    Tentukan Pakaian Yang Simpel

Pertama-tama yang harus diperhatikan oleh sang ibu adalah belajar berpakaian yang aman dan simple bagi buah hati yang baru lahir. Meskipun banyak pakaian baby yang cantik-cantik, lucu-lucu serta kelihatan menarik jika dikenakan, tapi seyogyanya ibu lebih selektif  mengutamakan untuk kenyamanan buah hati. Caranya simpan pakaian itu ditempat yang sudah disediakan khusus, lalu baringkan buah hati yang sesuai diatas itu, kemudian masukan tangan kanan baby kelengan pakaian sebelah kanan dengan sangat hati hati, setelah selesai kemudian yang sebelah kiri masukan kebagian lengan pakaian sebelah kiri dengan hati hati setelah itu kancingkanlah.

Akan tetapi jika ibu mau memakaikan pakaian yang tidak berkancing atau pakaian jenis kaos, maka masukan kaos melalui kepala buah hati sampai menggulung dibagian leher. Selanjutnya masukan tangan sebelah kanan kebagian kaos lengan sebelah kanan pelan-pelan sampai masuk sempurna. Setelah itu, bagian kiri  masukan ke lubang kaos bagian kiri dengan pelan-pelan juga sampai masuk sempurna. Kemudian tarik kaos bagian depan pelan-pelan dan untuk bagian belakang maka buah hati ibu harus dimiringkan terlebih dahulu dengan pelan lalu menariknya sampai sempurna lalu baringkan lagi dan rapihkan.

 

Seperti itulah cara yang bisa digunakan oleh orang tua supaya sang buah hati tidak rewel atau menangis. Apabila cara-cara tersebut digunakan, maka besar kemungkinan sang buah hati akan merasa enak berada dipangkuan sang ibu. Setelah sang buah hati hadir ditengah-tengah keluarga, maka suka ada perasaan hati-hati, khawatir maupun riskan dalam memilihkan pakaian untuk sang buah hati. Gunakanlah pakaian yang biasa dipakai jangan terlalu mahal atau sesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarga yang penting pakaian tersebut nyaman serta mudah untuk menyerap keringat sang buah hati. Pakaian bayi sangat beraneka ragam, dimulai dari harga yang mahal sampai murah atau diobral sekalipun. Ada yang model terbaru sampai model lama, berbagai merek dalam maupun luar negeri terpanpang diberbagai toko peralatan bayi dan anak. Semua itu tentu membuat orang tua sang buah hati merasa bingung harus memilih yang mana. Untuk itu, diperlukan beberapa tips untuk memilihnya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

 

1.    Pilihlah pakaian bayi yang bisa membuat sang buah hati nyaman seperti bahan yang mudah untuk meyerap keringat.

2.    Jangan pilih bahan yang terbuat dari sintetis misalnya nylon polyester. Karena bahan tersebut susah untuk menyerap keringat sang buah hati. Banyak sekali resiko yang bisa ditimbulkan jika jika tetap memilih bahan tersebut. Diantaranya adalah bisa menimbulkan biang keringat yang berakibat gatal-gatal serta sang buah hati akan rewel.

  1. Jangan pilih pakaian yang terlalu ketat. Usahakanlah untuk memilih yang sedikit longgar karena sang buah hati memerlukan ruang untuk bergerak bebas. Perlu diingat bahwa pertumbuhan sang buah hati sangat cepat. Sehingga jika memaksakan diri tetap membeli bahan yang ketat, maka pakaian tersebut akan cepat terbuang atau tidak terpakai.
  2. Usahakanlah untuk tidak membeli pakaian yang bertali, bekancing besar, berkancing logam, serta berkerah tebal. Pakaian dengan model-model tersebut mempunyai resiko tersendiri yang bisa berdampak buruk pada sang buah hati ketika bergerak.
  3. Jangan memilih pakaian yang bagian dadanya terlalu ketat seperti pakaian yang terdapat kerutannya. Hal itu bisa menyebabkan sang buah hati menjadi kesulitan dalam bernafas.
  4. Untuk orang tua bayi berhati-hatilah jika sang buah hati sudah mulai bergerak leluasa seperti merangkak mengambil barang-barang ringan oleh tangan kecilnya. Hal itu karena sang buah hati biasanya suka memasukan barang-barang apa saja pada mulutnya. Asesoris yang menempel pada pakaian sang bayi perlu untuk diperhatikan juga seperti kancing, pita, mote atau payet dan lain-lain. Apabila barang-barang tersebut terlepas dari pakaian buah hati atau ditarik oleh sang buah hati sehingga terlepas, maka tidak menutup kemungkinan barang tersebut akan dimasukan ke mulutnya.

Media seperti tak henti-henti memberitakan tindak kekerasan dalam masyarakat. Caranya semakin mengerikan. Kekerasan menjadi semakin banal dan kian cenderung dipandang lumrah. Pelakunya pun banyak orang yang sangat dekat: orang tua, anak, keponakan, paman.

Apakah kita, sebagai warga masyarakat, tidak bahagia?

Media juga kian kerap mengabarkan ihwal bunuh diri, dengan cara yang kian beragam. Aksi kekerasan terhadap diri sendiri ini juga cenderung semakin jamak. Kabar yang disampaikan Tempo menimbulkan kekagetan: angka bunuh diri di Indonesia kini menyamai Jepang, dan berada di urutan ke sembilan di dunia. Setiap tahun, disebutkan, sekitar 50 ribu orang Indonesia bunuh diri.

Apakah kita tidak bahagia?

» baca selengkapnya

Berdasarkan penjelasan Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas bahwa Aromaterapi ialah istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, dikenal sebagai minyak esensial, dan senyawa aromatik lainnya dari tumbuhan yang bertujuan untuk memengaruhi suasana hati atau kesehatan seseorang, yang sering digabungkan dengan praktik pengobatan alternatif dan kepercayaan kebatinan. Minyak esensial ini atau aromaterapi berbeda susunan kimianya dari produk herbal lainnya karena proses distilasi yang hanya memulihkan fitomolekul ringan. Dalam penulisannya aromaterapi kadang ditulis aroma terapi atau aromatherapy atau aroma therapy.

Dewasa sekarang ini yang namanya minyak esensial atau aromaterapi menjadi sebuah minyak yang lagi trend. Hal ini ditandai dengan berbagai iklan yang tampil di TV menawarkan berbagai jenis minyak esensial atau aromaterapi. Perlu untuk diketahui bahwa aromaterapi berasal dari tanaman yang dihasilkan dari bahan yang mudah menguap atau lebih dikenal dengan minyak esensial yang diekstrak. Biasanya rileksasi maupun terapi banyak menggunakan aromaterapi sebagai bahan untuk prakteknya. Selain sering digunakan untuk rileksasi maupun terapi, aromaterapi ini juga bisa digunakan untuk membantu ketika bersantai, meredakan sakit serta nyeri yang muncul sewaktu hamil.

Manfaat aromaterapi bagi ibu hamil sebagai berikut :

1.  Sebagai Sarana Untuk Membantu Pijatan

Beberapa tukang pijat suka memakai minyak esensial untuk membantu mereka memijat para pasiennya. Selain dapat membuat kulit jadi mudah untuk dipijat atau lentur, juga wangi minyak esensial ini enak dicium telah dicampur, maka bisa digunakan dengan dioleskan pada anggota tubuh seperti perut, tangan kaki dan yang lainnya. Dengan campuran tersebut pada minya esensial, maka akan memberikan rileksasi atau perasaan yang enak serta nyaman ketika dipijat. Untuk itu, jangan lupa lakukanlah pijatan yang ringan serta lembut sehingga minyak tersebut dapat diserap oleh kulit kemudian masuk melalui aliran darah. Jika selama hamil kulit sang ibu sensitif, maka penggunaan minyak esensial ini bisa langsng dihentikan.

2.  Membantu Menyegarkan Hidung

Ketika aroma minyak esensial ini dihisap oleh hidung, maka nafas akan terasa segar serta dapat berfungsi juga untuk melancarkan aliran darah sang ibu Kandungan pada minyak esensial ini mempunyai manfaat yang berbeda. Misalnya untuk lavender jika di pakai didalam kamar tidur, maka tidur sang ibu pun akan terasa lebih enak dan nyaman. Selain itu, rasa khawatir yang berlebih dapat dihindari karena mampu menurunkan tekanan darah. untuk anda yang ingin mendapatkan tidur yang berkualitas, terhindar dari rasa khawatir yang berlebih dan juga menurunkan tekanan darah

3.  Membantu mood (suasana hati) pada ibu hamil

Minyak esensial ini memang mudah untuk diserap oleh kulit karena molekul minyaknya yang kecil sehingga mudah juga masuk ke aliran darah. Khusus untuk ibu hamil jika memakai minyak esensial di pagi hari, maka bisa membantu suasana hati menjadi lebih baik. Apabila ibu hamil mengalami bengkak-bengkak pada kaki serta terasa pegal atau sakit pada bagian punggung, maka bisa menggunakan minyak esensial ini dengan cara mengompres pada kaki atau punggung tersebut sehingga bisa memberikan rileksasi pada otot-ototnya yang kejang.

Pada umumnya semua minyak esensial memiliki kualitas antibakteri. Beberapa, seperti minyak yang berasal dari pohon teh efektif terhadap virus dan dapat membantu untuk mencegah atau mengobati pilek. Selain itu penggunaan arometarapi dapat anda gunakan ketika sedang persalinan. Pengharum alami yang berasal dari aromaterapi akan membantu suasana ruangan lebih rileks dan menghindari kekhawatiran yang berlebih selama masa persalinan anda.

Sedangkan untuk bayi banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari minyak esensial ini. Diantaranya adalah untuk menenangkan bayi dan anak-anak agar tidak gelisah atau rewel sehingga bisa tidur dengan nyenyak.  Sedangkan jenis minyak esensial yang suka digunakan untuk bayi yaitu :

1.    Geranium (graveolens pelargonium)

2.    Lavender (lavandula angustifolia)

3.    Mawar (rosa damascena)

4.    Roman chamomile (Nobile chamaemelum)

5.    Lemon

6.    Grapefruit

7.    Jeruk mandarin (aurantium sinensis).

Alangkah baik apabila orang tua selalu meminta petunjuk pemakaian pada para ahli aromaterapi jika ingin menggunakannya pada sang buah hati. Hal ini difungsikan karena ditakutkan jika aromanya terlalu kuat bisa membuat sang buah hati bisa sakit kepala dan mual apalagi jika sang buah hati memiliki reaksi alergi. Usia bayi, pemakaian, jenis dan komposisi minyak aromaterapi sangat menentukan takaran yang tepat.

Dikalangan masyarakat banyak sekali beredar seputar mitos menganai kehamilan. Mitos-mitos tersebut ada yang dipercaya oleh sebagian ibu hami dan ada juga yang tidak percaya serta menganggapnya sebagai tahayul. Dalam mitos-mitos tersebut, ibu hamil mendapat banyak larangan. Tidak boleh melakukan ini tidak melakukan boleh itu bahkan sampai makanan untuk ibu hamil pun banyak sekali mitosnya. Beberapa ibu hamil yang percaya terhadap mitos tersebut mempunyai keyakinan jika mitos tersebut dilanggar, maka nanti akan berdampak pada janin yang dikandung bahkan bisa sampai menyangkut dengan keselamatan ibu hamil. Namun, perlu untuk diingat jika hal tersebut hanyalah sekedar mitos, apapun keadaan janinnya semua tergantung pada ibu hamil sendiri yang mengandungnya. Keselamatan ibu hamil serta bayi yang dikandung secara medis tergantung pada pemberian gizi yang cukup, menjaga kesehatan yang baik, serta berbagai hal lainnya yang tak kalah penting. Jika mitos merupakan sebuah kabar yang harus diuji kebenarannya, maka disini akan dijelaskan tentang beberapa hal yang sudah jelas kebenarannya atau yang disebut fakta bagi ibu hamil. Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Selama Masa Kehamilan Rambut Akan Tumbuh dengan Cepat Serta Tidak Rontok

Bagi wanita yang baru pertama kali hamil, maka akan merasa terkejut ketika melihat rambut menjadi sedikit tebal serta bersinar apalagi kerontokan pada rambut menjadi berhenti. Ketika seorang wanita dinyatakan hamil, maka pertumbuhan rambut akan cenderung lebih cepat. Selain itu, rambut wanita hamil tersebut menjadi tebal bisa juga dikarenakan rambut yang rontok menjadi berkurang.

2.    Rambut Akan Kembali Rontok Pasca Melahirkan

Ketika dalam masa kehamilan tak sedikit ibu hamil merasa senang karena rambutnya menjadi tebal, tidak rontok serta terlihat lebih indah. Namun, bersiap siaplah untuk kecewa ketika proses persalinan sudah berjalan. Rambut yang tadinya tebal serta tidak rontok akan kembali rontok lagi. Bahkan tak jarang diantara ibu-ibu yang merasa kepalanya hampir botak setelah melahirkan. Janganlah terlalu kaget karena Itu merupakan hal yang wajar, rambut sang ibu akan kembali tumbuh secara berangsur-angsur. Kerontokan itu mungkin terjadi karena tubuh sang ibu mulai beradaptasi lagi setelah melalui proses panjang kehamilan sampai persalinan.

3.    Perubahan pada Kulit Sang Ibu

Perubahan kulit yang biasa terjadi adalah kulit menjadi lebih halus. Selain itu, ada perubahan lain yang tidak diinginkan oleh ibu hamil yaitu kulit jadi berjerawat. Penyebab jerawat pada ibu hamil dikarenakan reaksi hormon kehamilan yang sensitif. Tetapi, ibu hamil jangan terlalu khawatir, sebab kulit ibu hamil akan kembali normal setelah beberapa bulan proses persalinan.

4.    Guratan Panjang di Perut

Ketika proses melahirkan selesai, maka beberapa ibu sering merasakan rasa sakit dibagian vital atau bekas operasi. Tentu hal tersebut merupakan kewajaran yang pasti dialami tiap ibu yang baru melahirkan. Proses penyembuhan akan terasa sangat penting dan perasaan ingin segera pulih akan terus dilakukan oleh sang ibu yang ingin kembali bekerja. Untuk sebagian ibu yang melakukan proses melahirkannya melalui jalan cesar, proses sembuhnya akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan proses melahirkan normal terutama bekas luka operasinya. Dengan waktu yang lama selama penyembuhan bekas luka operasi, maka tentu akan membuat waktu istirahat terasa sangat cukup untuk persiapan melakukan aktivitas lagi.

Guratan panjang yang ada di perut sang ibu biasanya disebabkan karena bekas operasi cesar tersebut. Untuk itu, bagi seorang ibu hamil yang memilih jalan cesar dalam melakukan persalinannya harus siap untuk menanggung resiko mempunyai guratan panjang bekas operasi. Guratan yang ada diperut bukan saja disebabkan karena bekas operasi cesar, tetapi ada juga yang disebabkan karena stretch marks.  Ketika pertama kali menyadarinya, mungkin ibu hamil takut dan berpikiran aneh-aneh tentang guratan vertikal dari pusar ke bawah. Namun, itu adalah hal yang wajar terjadi kepada wanita pasca melahirkan.

5.    Berbagai Perawatan yang Biasa Dilakukan Tidak Akan Bisa Lagi Dilakukan

Jika biasanya ibu hamil mencukur bulu kakinya sendiri, maka di saat hamil tidak mungkin bisa melakukan hal tersebut sendiri. Hal Itu akan menyiksa janin di perut. Apalagi pedicure, hal itu bisa membahayakan janin karena bahaya infeksi yang ditimbulkan. Bahkan sang ibu mungkin tidak bisa melakukan perawatan-perawatan lain disaat hamil.

6.    Pasca Melahirkan Perut Sang Ibu akan Besar

Mau tidak mau ibu hamil memang akan mendapati perutnya melar setelah melahirkan. Sekalipun perutnya terlihat langsing sebelumnya, namun setelah melahirkan perut sang ibu akan kembali membesar. Maka dari itu ibu hamil harus berusaha mengatur perutnya sendiri agar tidak terlalu besar dengan menggunakan setagen. Keadaan tersebut akan pulih setelah beberapa bulan.